Dari Ring Tinju, Pekan Ini Manny Pacquiao Masuk Kabinet Filipina
© 2026 Emnanuel Dapirdra
Reporter : Okti Nur
Dia pernah tidur di atas kardus jalanan. Kabur dari rumah lantaran sang ayah sembelih hewan peliharaan kesayangan, oleh karena tak punya makan.
DREAM.CO.ID - Emnanuel Dapirdra Pacquiao masuk kabinet. Petinju kelahiran 11 Desember 1978 itu dipilih oleh Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, masuk pemerintahan. Diumumkan secara resmi pada Selasa kemarin, 8 September 2026.
Terpilihnya pria yang oleh dunia lebih dikenal karena aksinya di ring tinju -dengan Manny Pacquiao itu - disambut gembira warga Filipina, terutama warga jalanan, rakyat miskin, dan dunia olahraga di negeri itu.
Jadi apa?
Sang pentinju akan fokus melawan kemiskinan di negeri itu. Dia masuk National Anti-Poverty Commission (NAPC) -Komisi Anti Kemiskinan- yang merupakan bagian dari pemerintah dan bertugas mengentaskan kemiskinan di negeri itu, dari level nasional hingga daerah-daerah. Jabatan Pacquiao di komisi itu sebagai lead convener alias ketua komisi.
Filipina memang sedang perang melawan kemiskinan. Dan di negeri tetangga kita itu, program anti kemiskinan adalah amanat dari Social Reform and Poverty Alleviation Act, sebuah regulasi yang levelnya undang-undang, yang dibikin tahun 1997.
Seberapa miskin negara itu?
Melihat kemiskinan sebuah negara tentu harus melihat data. Dan data ini bisa datang dari mana saja. Dari pemerintah, lembaga riset, juga datang dari badan dunia seperti Bank Dunia. Beda-beda angkanya, tergantung rumus yang dipakai untuk mengukur tingkat kemiskinan itu.
Menurut data pemerintah Filipina, tahun 2025 persentase kemiskinan di negara itu di angka 9,7 persen. Sekitar 11,08 juta jiwa dari total penduduk. Angka ini turun jauh dari tahun 2021 di mana jumlahnya 18,1 persen.
Kalau lihat data yang dilansir Bank Dunia April 2026, jumlah penduduk miskin di negara itu sekitar 56,5 persen. Mengapa datanya beda jauh? Karena metode cara mengukurnya beda. Bank Dunia membagi negara-negara di dunia dalam tiga kluster.
Kluster menengah bawah, kluster menengah ke atas, dan kluster atas. Seperti halnya Indonesia, oleh Bank Dunia Filipina dimasukkan dalam kluster menengah atas. Standar kemiskinan setiap kluster itu beda-beda. Baca tulisan-- Data Bank Dunia soal Kemiskinan RI Tengah Ramai di Medsos, Ini Cara Membacanya yang Benar.
Mengapa Pacquiao yang dipilih?
Sang petinju legendaris dipilih tentu bukan karena dia begitu tersohor ke seluruh dunia, tapi karena jejak panjangnya dalam melawan kemiskinan di negeri itu. Hidupnya adalah sejarah mengubah kemiskinan.
Pacquiao sendiri datang dari keluarga miskin yang parah, dan setelah menekuni dunia tinju, kekayaannya ditaksir berjumlah triliunan. Menurut data yang dilansir Sports Illustrated, kekayaan bersih sang petinju sekitar 220 juta dollar Amerika atau sekitar empat triliun.
Meski kaya raya, Pacquiao tak lupa pada akarnya. Sebagian dari uang itu disumbangkan membantu orang-orang miskin. Dia, misalnya, membangun seribu rumah untuk orang-orang miskin di kampung halamannya di Provinsi Sarangani.
Dari kampung halamannya, dia melebarkan upaya membantu orang miskin ini ke daerah-daerah lain lewat Manny Pacquiao Foundation. Kegiatan amal yayasan ini bisa disaksikan dunia lewat website yayasan itu, serta sekian akun media sosial mereka pada berbagai platform.
Lantaran begitu banyak membantu orang miskin, menyebut nama “Manny Pacquiao” di Filipina sudah seperti menyebut kata “kesejahteran”. Orang jalanan bisa punya rumah, penjual es yang kembang kempis bisa meraih sesuatu dari bayangan mimpi.
Tahun 2018, dia bertemu dengan seorang penjual es keliling Bernama Mang Marciano. Meski sudah didera stroke, Marciano tetap memaksa diri bekerja demi hidup. Pacquiao jatuh hati pada penjual es krim ini, lalu memberinya rumah.
Seberapa miskin masa kecil Pacquiao?
Kisah kemiskinan masa kecil sang petinju ini adalah cermin kecil dari keluasan kemiskinan negara itu, yang datang jauh dari sejarah. Sebagaimana negara-negara di dunia yang baru merdeka, setelah diakui secara resmi oleh dunia sebagai negara 4 Juli 1946, Filipina dikurung kemiskinan akut, buah dari warisan penjajah Spanyol.
Lima belas tahun setelah merdeka, tahun 1960, negeri yang beranjak remaja itu terjerat aneka masalah. Utang menumpuk. Pengangguran melambung. Jumlah orang miskin makin banyak.
Orang-orang miskin di kota-kota tak punya cara selain menunggu sisa-sisa makanan dari restoran dan warung-warung di pasar. Sisa makanan itu diolah lagi. Menjadi apa yang kemudian sohor di negeri itu sebagai Pagpag. Dijual seharga 20 peso. Sekitar delapan ribu.
Manny Pacquiao lahir dari keluarga yang miskin ekstrem itu. Dan seberapa sadis kemiskinan menghantam hidupnya, itulah yang diceritakan Freddie Roach- pelatih tinju Pacquiao- dalam konferensi pers Minggu 3 Mei 2015, jelang melawan Floyd Mayweather jr.
Pacquiao, begitu cerita Roach, kabur dari rumah pada usia 14 tahun. Dan itu lantaran, ayahnya menyembelih anjing kesayangannya oleh karena tak lagi punya uang, bahkan untuk membeli Pagpag.
Masuk Dunia Tinju
Debut tinju Manny Pacquiao datang dari kerasnya hidup di jalanan. Sering ikut tinju di jalanan. Lalu masuk dunia tinju amatir. Dan semenjak 1995, saat berusia 16 tahun masuk tinju profesional. Tanggal 22 Januari 1995, dia menang telak lawan Edmund Ignacio. Sukses merebut juara dunia pertama di kelas terbang setelah mengalahkan Chatchai Sasakul dari Thailand.
Semenjak itu, dia mendunia serta menekuk begitu banyak petinju dari berbagai negara. Meraih 12 gelar juara dari delapan kelas yang berbeda. Dan Pacquiao adalah satu-satunya petinju asal Asia yang mencapai level setinggi itu.
Masuk Dunia Politik
Politik seringkali menjadi jalan mengubah hidup. Pintu ke banyak peluang sering kali terbuka lewat politik. Tapi hidup Pacquiao sudah berubah, bahkan melampaui bayangan dia sendiri tentang hidup makmur. Tak perlu pintu politik untuk mengubah hidupnya sendiri.
“Saya ingin fokus pada perjuangan yang lebih besar dalam hidup demi melayani rakyat, perang terhadap korupsi, dan perang melawan ketidakadilan,” begitu penjelasan dia tentang alasan masuk politik.
Semenjak masuk politik, hidupnya seperti berpindah-pindah dari ring tinju ke ring politik. Sembari terus bertempur di atas ring tinju yang penuh gemuruh sorak-sorai, Pacquiao masuk politik tahun 2010. Terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (Kongres) Filipina, mewakili kampung halamannya provinsi Sarangani. Tahun 2016 hingga 2022 dia menjadi anggota senator.
Tahun 2022 dia maju merebut kursi presiden. Melawan Ferdinand Marcos. Pacquiao kalah. Dan dia segera mengucapkan selamat kepada sang pemenang dengan kata-kata yang mengesankan. “Sebagai petinju, saya tahu bagaimana menerima kekalahan.”
Hidup Manny Pacquiao adalah pertarungan. Melawan rasa lapar saat kecil, bertempur di ring tinju, bertarung di politik, dan hari ini oleh sejarah dia diharapkan mampu melawan kemiskinan negerinya sendiri, Filipina.