Perusahaan Tiongkok Bangun Kembali Titanic, Berlayar 4 Tahun Lagi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 30 Oktober 2018 10:45
Perusahaan Tiongkok Bangun Kembali Titanic, Berlayar 4 Tahun Lagi
Kapal ini menelan biaya Rp7,6 triliun.

Dream – Siapa tak kenal dengan Titanic? Kapal pesiar yang dimiliki perusahaan Inggris dan sesumbar takkan bisa tenggelam ini karam di laut setelah menabrak gunung es pada 1912.

Bahkan, kisah kecelakaan kapal itu diangkat menjadi film layar lebar.

Kini, perusahaan Tiongkok membuat replika Titanic, yaitu Titanic II. Kapal ini akan berlayar dari Dubai pada 2022.

Dilansir dari Next Shark, Senin 29 Oktober 2018, kapal ini sedang dibuat di Tiongkok. Kapal itu dibuat mirip dengan Titanic. Tentu ditambah dengan teknologi modern seperti radar dan navigasi modern.

Rencana pembuatan kapal Titanic II ini disampaikan oleh taipan pertambangan dan pemilik perusahaan kapal Blue Star Line, Clive Palmer. Pembuatan kapal ini dilakukan antara Palmer dan CITIC Limited—perusahaan Tiongkok. Namun, produksi kapal sempat terhenti karena ada konflik antara Palmer dan CITIC pada 2015.

Produksinya kembali berjalan setelah keduanya “ rujuk” pada 25 September 2018.

Sekadar informasi, pembuatan kapal ini makan dana US$500 juta (Rp7,61 triliun). Dana ini digunakan untuk membangun 835 kabin dan mengakomodasi 2.435 penumpang dan 500 kru kapal.

Palmer mengatakan kapal itu akan berlayar dari Dubai ke Southampton sebelum mengarungi Samudera Atlantik untuk menuju ke New York, Amerika Serikat.

“ Kapal akan mengikuti perjalanan awal, membawa penumpang dari Southampton ke New York, tapi dia juga akan mengelilingi dunia, menginspirasi, dan mempesona orang-orang sambil menarik perhatian, intrik, dan misteri yang tak tertandingi di setiap pelabuhan yang dikunjungi,” kata Palmer.

Dia mengatakan penumpang bisa membeli tiket untuk kelas pertama, kedua, dan ketiga. Persis dengan aslinya.

Tapi, harga tiket itu belum diumumkan. 

2 dari 4 halaman
asset dream.co.id
Beri Komentar
Salat Jamaah Perdana Deddy Corbuzier Bersama KH. Ma'ruf Amin