Polisi Tidur di Jalan Ternyata Ada 3 Jenis, Ini Beda dan Lokasi Penggunaannya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 21 November 2019 07:36
Polisi Tidur di Jalan Ternyata Ada 3 Jenis, Ini Beda dan Lokasi Penggunaannya
Polisi tidur ini memperlambat laju kendaraan.

Dream - Pembuatan polisi tidur di jalananan sengaja dibuat untuk memperlambat laju kendaraan yang melintas.  Markah kejut ini berupa bagian jalan yang ditinggikan dengan menggunakan tambahan aspal atau semen yang dipasang melintang di jalan.

Meski efektif mengurangi laju kecepatan kendaraan, pembuatan polisi tidur ini tak bisa sembarangan. Ada spesifikasi khusus yang harus dibuat saat membuat markah kejut ini.

Tak hanya itu. Polisi tidur ternyata memiliki tiga jenis dengan fungsi yang berbeda-beda. Sahabat Dream  sudah tahu?

Mengutip laman akun Instagram resmi Pertamina Enduro, @sahabatenduroid, Kamis 21 November 2019, jenis polisi tidur yang pertama adalah speed bump.

Polisi tidur ini dikhususkan untuk jalan privat, area parkir, dan lingkungan terbatas. Kecepatan maksimal kendaraan saat melewati area ini sekitar 10 km per jam. 

 

1 dari 9 halaman

Dua Jenis Polisi Tidur Lain

Jenis polisi tidur kedua adalah speed hump. Polisi tidur ini dibangun di jalan lokal dengan kecepatan maksimal 20 km per jam.

Terakhir adalah polisi tidur jenis speed table. Jenis polisi tidur ini diperuntukkan di jalan-jalan yang kecepatannya maksimal 40 km per jam. Lebar speed table ini mencapai 660 cm. 

Polisi tidur ini wajib diwarnai dengan kuning-hitam pembuatan speed table harus menggunakan izin dan rekomendasi. 

      View this post on Instagram

Polisi-polisi apa yang gak bisa nangkep maling?????‍??????‍?? Polisi tidur! Hahaha garing min! Tapi gapapa ayo kenalan dulu sama pasukan polisi tidur ini bro: 1. Jenis Speed Bump dikhususkan buat jalan privat, area parkir, dan lingkungan terbatas dengan kecepatan sekitar 10 km/jam. 2. Jenis Speed Hump adalah jenis polisi tidur yang dibangun di jalanan lokal dengan kecepatan maks 20 km/jam. 3. Speed table adalah jenis polisi tidur yang diperuntukkan di jalan-jalan dengan kecepatan maks 40 km/jam. Speed table ini unik bro, sebab lebarnya sekitar 660 cm. Menurut Dishub, polisi tidur ini wajib diwarnai kuning-hitam bro dan gak boleh sembarangan dibuat, harus pakai izin dan rekomendasi. Ada yang paling kamu takutin gak nih? ???? #SahabatEnduroID #JelasTangguh #PertaminaEnduro

A post shared by SahabatEnduroID (@sahabatenduroid) on 

 

 

2 dari 9 halaman

Sudah Tahu? Ini Arti 7 Garis Markah di Jalan Raya

Dream – Ketika berkendara di jalan, kamu harus mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas. Salah satunya adalah markah jalan.

Bicara tentang markah jalan, kita kerap menjumpai garis putih dengan beragam bentuk.

Ada yang bentuknya tidak putus. Ada yang memanjang tanpa putus. Bahkan, ada juga yang garisnya double, yaitu putus dan tanpa putus.

 

 

Garis-garis ini dibuat bukan untuk menghias jalan, melainkan peraturan yang harus ditaati oleh pengendara.

Berikut ini arti markah garis di jalan raya, dikutip dari akun Instagram @satlantas.polrestangsel, dikutip Dream, Sabtu 6 Juli 2019.

1. Dua Garis Putih atau Kuning Tanpa Putus

Pengendara sama sekali tak boleh melewati garis untuk mendahului pengendara lain. Garis ini umumnya berada di rute utama lintas kota.

Di Indonesia, penerapannya menggunakan garis putih.

 Dua garis putih atau kuning tanpa putus

3 dari 9 halaman

2. Garis Ganda Putus-putus dan Tanpa Putus

Di Indonesia, garis ganda putus-putus dan tanpa putus ini berwarna putih. Artinya, pengemudi diperbolehkan berada di sisi garis putus-putus berpindah lahur ke sisi sebelahnya.

Sebaliknya, pengendara yang berada di sisi garis tanpa putus tak boleh berpindah lajur.

 Garis Ganda Putus-putus dan Tanpa Putus

4 dari 9 halaman

3. Satu Garis Kuning Putus-Putus di Tepi Jalan

Fungsi garis kuning putus-putus di tepi jalan ini berarti pengendara boleh mendahului atau menyalip kendaraan lain dari sisi tepi samping dengan memperhatikan kondisi pengendara lain.

Di Indonesia, garis ini masih jarang diterapkan.

 Garis kuning putus-putus di tepi jalan.

5 dari 9 halaman

4. Satu Garis Kuning Tanpa Putus

Garis seperti ini jarang ditemukan di Indonesia. Garis markah ini biasanya ditemukan di negara-negara Eropa.

Di tepi jalan umumnya ada garis putih sebelum garis kuning ditengah. Garis kuning ini menandakan pengemudi boleh menyalip kendaraan di garis putih, tapi tak boleh keluar dari garis kuning.

 Garis kuning tanpa putus.

6 dari 9 halaman

5. Garis Putih Tanpa Putus

Setiap pengemudi dilarang dan diimbau tidak mendahului kendaraan lain. garis putih tanpa putus biasanya ditemukan di jalan tikungan atau di tengah jembatan.

 Garis putih tanpa putus.

7 dari 9 halaman

6. Garis Putih Putus-putus

Marka jalan ini paling sering ditemui. Di sepanjang jalan, garis putih putus-putus biasanya terletak di tengah jalan.

Ini artinya pengemudi boleh mengubah lajur atau mendahulu kendaraan lain dengan tetap mempertimbangkan kondisi dari arah berlawanan.

 Garis putih putus-putus.

 

8 dari 9 halaman

7. Yellow Box Junction

Yellow box junction kerap disingkat YBJ. Garis ini kerap ditemukan di persimpangan jalan besar di perkotaan. Jakarta dan Bandung sudah menerapkan garis ini.

Tujuan garis itu adalah jalur persimpangan tidak terkunci atau kondisi jalan sedang padaat. Kendaraan dilarang untuk melintas atau berada di kotak garis kuning.

 Yellow Box Junction.`

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal