Gen Z! Ini Perawatan Kulit Berjerawat Paling Ngehits

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Rabu, 22 Januari 2020 16:12
Gen Z! Ini Perawatan Kulit Berjerawat Paling Ngehits
Bagi perempuan berusia 13-22 tahun, jerawat masih menjadi masalah utama pada kulit wajah.

Dream - Remaja putri mengalami banyak perubahan di usia pubertas. Perubahan ini tak hanya menyebabkan perubahan bentuk tubuh, melainkan juga kondisi kulit wajah yang rentan terkena jerawat.

Jerawat dipicu oleh bakteri P. acnes yang tumbuh di dalam folikel dan kelenjar keringat. Pada generasi Z yang sebagian besar berada di usia pubertas, aktifnya hormon estrogen semakin memicu faktor jerawat hormonal.

" Di usia 13 tahun, pembentukan hormonnya sedang tidak stabil yang mengakibatkan ketidakstabilan proses produksi minyak. Itu yang mengakibatkan bakteri P. acnes penyebab jerawat mudah tumbuh," tutur dr. Dara Ayuningtyas, Head Medical & Training di acara ZAP Beauty Index, Jakarta, Selasa 21 Januari 2020.

 Jerawat© Foto: Shutterstock

Berdasarkan riset ZAP Beauty Index 2020, sebanyak 67,8 persen perempuan generasi Z mengalami body shaming dengan pemicu masalah kulit berjerawat. Berbeda dengan generasi X dan Y yang cenderung memiliki masalah tubuh berisi.

Hal tersebut menyebabkan sejumlah produk kecantikan dengan formula anti acne laku keras di kalangan generasi Z yang mencakup usia 13-22 tahun.

1 dari 5 halaman

Concealer Ampuh Tutupi Jerawat?

Salah satu produk kosmetik yang paling diminati generasi Z adalah concealer. Jika generasi X dan Y lebih banyak memakainya untuk menutupi kantung mata, generasi z menggunakan concealer untuk menyamarkan bekas jerawat.

Tak hanya kosmetik, rangkaian skincare anti acne juga semakin diminati generasi Z. Produk tersebut diantaranya facial wash, moisturizer, toner, serum, essence dan eye cream.

" Tahapan skincare tersebut sangat penting dan mendasar untuk dilakukan sejak usia 13 tahun supaya kulitnya terjaga kebersihannya sampai nanti dewasa," ujar dr. Dara.

 Sheet Mask© Foto: Shutterstock

Selain itu, ada juga sheet mask untuk merelaksasi kulit berjerawat agar lebih glowing. Sebanyak 20,2 persen generasi Z rutin memakainya setiap hari dibandingkan generasi X dan Y.

Jika perawatan sederhana tak kunjung berhasil, perempuan generasi Z juga tak segan pergi ke klinik kecantikan untuk melakukan treatment khusus.

2 dari 5 halaman

Suntik dan Laser Jerawat

 Jerawat© Foto: Shutterstock

Survei ZAP Beauty Index 2020 juga mengungkap fakta, generasi Z rela menggunakan hampir seluruh pendapatan mereka untuk perawatan kecantikan.

" Kalau dulu kan trennya masih disuntik, itu perih dan panas tapi sekarang sudah ada laser. Hanya ditembakkan beberapa kali ke kulit wajah. Namanya Photo Facial Acne," jelasnya.

Photo Facial Acne dapat dilakukan saat sedang memiliki jerawat aktif dan berfungsi mematikan bakteri P. acnes dan mengurangi produksi minyak berlebih.

3 dari 5 halaman

Generasi Z Gunakan Produk Anti Aging Sejak Usia 13 Tahun

Dream - Perilaku wanita dalam mempercantik diri berubah seiring dengan perkembangan waktu. Sebagai manusia yang lahir di era digital, generasi Z dikenal memiliki karkater unik, yang membedakannya dengan generasi lain. Termasuk dalam hal kecantikan.

Berdasarkan survei ZAP Beauty Index 2020, generasi Z mulai melirik produk kosmetik dan perawatan kecantikan sejak usia 13 tahun. Bahkan mereka telah mempertimbangkan menggunakan produk dengan fungsi anti aging.

" Menariknya lagi, generasi Z menggunakan hampir seluruh pendapatan mereka untuk perawatan. Berbeda dengan generasi Y yang hanya mengeluarkan 30 persen pendapatan mereka dan generasi X yang justru kurang dari 5 persen untuk urusan kecantikan," tutur Fadly Sahab, CEO ZAP di Jakarta, Selasa 21 Januari 2020.

 CEO ZAP© Annisa Mutiara Asharini/Dream

Salah satu produk kosmetik yang paling laris di kalangan generasi Z adalah concealer. Mereka memakainya untuk menutupi bekas jerawat yang banyak muncul di usia pubertas. Selain itu, ada enam produk kecantikan yang juga wajib digunakan perempuan Indonesia setiap hari.

" Produknya meliputi facial wash, moisturizer, toner, serum, essence, dan eye cream. Facial wash memiliki peminat paling banyak di kategori skincare, yaitu 92,4 persen," papar Yosanova Savitry, Chief Operation MarkPlus Institute.

4 dari 5 halaman

Ingin Lebih Glowing

Jika di 2018 perempuan memaknai 'cantik' adalah bertubuh sehat atau fit, definisi tersebut mulai bergeser di awal 2019.

" Sebesar 46,7 persen responden mendefinisikan 'cantik' sebagai penampilan keseluruhan atau well-dressed. Namun yang pasti, kulit cerah dan glowing masih menjadi definisi 'cantik' bagi 82,5 persen perempuan Indonesia," ujar Yosanova.

 Hijabers© shutterstock.com

Hal ini juga mendorong pertumbuhan tren sheet mask di kalangan generasi Z. Sebanyak 20,2 persen generasi Z memakai sheet mask setiap hari dibandingkan generasi Y dan Z.

" Yang pakai sheet mask lebih banyak dibandingkan yang pakai sunscreen. Mereka (generasi Z) ingin efek langsung, besok pagi glowing," sambungnya.

5 dari 5 halaman

Pengaruh Influencer

Hidup di era serba digital, keputusan generasi Z dalam membeli produk kecantikan sangat bergantung dari influencer. Terutama di sosial media Instagram dan YouTube.

 Hijabers© shutterstock.com

" Mereka pasti punya sosok panutan. Sebanyak 54 persen memilih sosok influencer sebagai panutan dan 64,2 persennya nyaman berbelanja produk kecantikan di e-commerce," kata Yosanova.

Poin utama yang menjadi penentu generasi Z dalam membeli produk adalah review atau ulasan. Influencer kerap mengulas berbagai produk dengan bentuk yang menarik seperti foto dan vlog.

Beri Komentar