Perhatian, 4 Bahan Skincare Ini Bisa Picu Alergi

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 25 Juni 2021 10:47
Perhatian, 4 Bahan Skincare Ini Bisa Picu Alergi
Mereka yang memiliki riwayat alergi memang harus ekstra hati-hati dalam memilih skincare dan produk perawatan sehari-hari.

Dream - Menggunakan skincare dan produk perawatan harian secara rutin, pastinya kita berharap mendapat kulit cerah dan sehat. Sayangnya, pada beberapa orang skincare yang digunakan malah memunculkan masalah baru di kulit, berupa reaksi alergi.

Mereka yang memiliki riwayat alergi memang harus ekstra hati-hati dalam memilih skincare dan produk perawatan sehari-hari. Pasalnya, ada bahan-bahan standar yang bisa memicu reaksi alergi, seperti ruam, perih, kemerahan hingga bentol dan gatal. Apa saja bahan yang harus diwaspadai?

Acid/ asam
Masuk akal bahwa produk apa pun yang dirancang untuk mengelupas sel-sel kulit terkadang lebih berbahaya daripada manfaatnya. Bahan ini termasuk asam salisilat, asam beta-hidroksi yang larut dalam minyak yang digunakan untuk mengobati jerawat dan kulit berminyak. Seperti retinoid topikal, yang menormalkan pematangan sel kulit dan membantu meningkatkan stimulasi kolagen; dan asam glikolat, asam alfa-hidroksi yang larut dalam air yang merupakan bahan aktif di sebagian besar pengelupasan kimia.

“ Semua ini dapat menyebabkan iritasi kulit, kekeringan, kemerahan dan/atau rasa terbakar jika menggunakannya secara berlebihan,” kata Joshua Zeichner, MD, direktur penelitian kosmetik dan klinis di departemen dermatologi di Mount Sinai Medical, dikutip dari EverdayHealth.

 

1 dari 6 halaman

Pewangi sintetis

Bahan pewangi sintetis dapat memicu iritasi. Bisa menyebabkan ruam kulit, serta sakit kepala, batuk, mengi, dan iritasi pernapasan lainnya. Wewangian tidak hanya berarti parfum  tapi juga digunakan di hampir setiap produk kecantikan.

Rutin Pakai Skincare© Shutterstock

Bahan wewangian bahkan dapat muncul dalam produk berlabel " tanpa pewangi" karena perusahaan menggunakan bahan kimia pewangi khusus yang dikenal sebagai agen masking untuk menciptakan produk non aroma.

 

2 dari 6 halaman

Logam

Jika kamu alergi terhadap nikel (ditemukan dalam perhiasan imitasi dan pelapisan kancing dan kancing logam) atau logam lainnya, waspadalah terhadap kobalt, yang digunakan dalam berbagai produk perawatan pribadi seperti antiperspiran dan pewarna rambut cokelat muda.

Jangan Salah! Begini Tanda Skincare Tidak Cocok untuk Kulit© MEN

" Logam lain yang dapat muncul dalam kosmetik termasuk aluminium, kromium, dan timbal," kata Zeichner.

 

3 dari 6 halaman

Emolien

Emollients adalah bahan yang dirancang untuk membuat kulit terasa nyaman, tetapi yang dapat menyebabkan jerawat, terutama pada kulit yang rentan jerawat.

Skincare© Shutterstock

" Emolien yang harus diwaspadai antara lain lanolin, coconut butter, cocoa butter, isopropyl palmitate, isostearyl isosterate, dan myristyl lactate," ujar Zeichner.

Jika rentan terhadap berjerawat, pastikan untuk memilih pelembab non-comodogenic berbasis air yang akan membantu kulit mempertahankan kadar airnya tanpa menyumbat pori-pori.

4 dari 6 halaman

Jangan Campur Bahan Aktif Skincare Ini Agar Wajah Tetap Sehat

Dream - Belakangan ini, pemakaian skincare yang mengandung bahan aktif tertentu sedang digandrungi oleh banyak orang.

Bahkan, tidak sedikit pria yang tertarik menggunakannya. Pasalnya, penggunaan bahan aktif sangat efektif untuk menyempurnakan penampilan wajah secara alami.

Hasilnya pun terbilang lebih cepat terlihat dibandingkan pemakaian produk yang memiliki kandungan bahan aktif lebih sedikit.

Meski begitu, penggunaan produk dengan bahan aktif tidak bisa dilakukan secara bersamaan. Kamu harus memakainya bergantian agar wajah tidak iritasi.

Dilansir Sehatq.com, berikut kandungan dalam produk perawatan kulit yang tidak boleh dipakai bersamaan.

5 dari 6 halaman

Retinol dan AHA/BHA

Retinol merupakan salah satu kandungan dalam produk perawatan kulit yang dapat memberikan efek sangat besar. Mulai dari menyamarkan tanda penuaan hingga mengatasi jerawat.

Namun jika digunakan bersama AHA/BHA, kulitmu akan iritasi dan mengalami eksfoliasi berlebihan. Akibatnya, kulitmu juga akan rentan bermasalah.

Kamu bisa memakainya di hari atau waktu yang berbeda untuk meminimalisir dampak buruk produk perawatan kulit.

Retinol dan benzoyl peroxide

Benzoyl peroxide merupakan kandungan yang mampu mengatasi jerawat. Maka dari itu, kamu bisa memakainya jika kulitmu sering berjerawat.

Tapi jangan gunakan benzoyl peroxide bersamaan dengan retinol karena bisa menyebabkan kulit kering, kemerahan serta mengelupas.

Sehingga, kulitmu akan semakin bermasalah dan sulit diatasi. Gunakanlah di waktu yang berbeda atau hentikan pemakaian salah satu di antaranya agar lebih aman.

6 dari 6 halaman

Retinol dan asam salisilat

Asam salisilat memiliki manfaat yang sama dengan retinol meski hasilnya tidak terlihat secepat retinol. Maka dari itu, jangan gunakan kedua bahan ini secara bersamaan agar tidak menyebabkan iritasi, pengelupasan, kulit kering serta perih.

Retinol dan vitamin C

Vitamin C mampu membuat wajah lebih cerah dan bebas pigmentasi. Namun ketika digunakan bersama retinol, wajahmu akan bermasalah.

Hal ini dikarenakan keduanya bekerja pada kondisi pH yang berbeda. Bahkan, retinol ideal digunakan malam hari sedangkan vitamin C dipakai pada siang hari.

Maka dari itu, sebaiknya jangan gunakan keduanya secara bersamaan. Kamu bisa memakai sesuai waktunya atau di hari yang berbeda.

Vitamin C dan niacinamide

Penelitian pada tahun 1960 menyatakan bahwa kedua bahan ini tidak aman dan efektif untuk digunakan bersamaan.

Pakailah di waktu yang berbeda jika ingin mencegah atau mengatasi masalah kulit dan tetap mendapatkan manfaatnya.

Beri Komentar