Tips Menggunakan Skincare untuk Ibu Hamil

Reporter : Cynthia Amanda Male
Kamis, 30 Desember 2021 07:14
Tips Menggunakan Skincare untuk Ibu Hamil
Kandungan skincare apa saja yang boleh digunakan?

Dream - Mungkin, kamu pernah mendengar bahwa ibu hamil harus berhati-hati dalam memakai produk perawatan kulit. Bahkan, mungkin sebagian orang masih mengira bahwa ibu hamil tidak boleh memakai skincare.

Padahal, produk perawatan kulit sangat dibutuhkan oleh ibu hamil. Pemakaian produk perawatan kulit justru sangat dibutuhkan di masa kehamilan. Dermatologis, Nadia Darus pun mengungkapkan bahwa kulit bisa mengalami perubahan fisiologis di masa kehamilan.

Perubahan tersebut ditandai dengan munculnya jerawat, kekusaman, flek, stretch marks, dan lain-lain. Hal tersebut pun sangat normal untuk dialami ibu hamil. Sehingga, kamu harus melakukan perawatan kulit secara rutin.

1 dari 4 halaman

Apa saja perawatannya?

Memakai Skincare© Shutterstock

Nadia menyarankan untuk melakukan perawatan kulit dasar, seperti memakai pembersih wajah berbahan ringan, menggunakan pelembap, serta tabir surya.

Meski dianjurkan untuk memakai tiga produk tersebut, namun kamu harus memperhatikan kembali kandungannya. Hindarilah kandungan skincare seperti BHA, asam salisilat, asam benzoat, retinol atau turunannya, parabel, phtalate, serta chemical sunscreen.

Kamu masih bisa menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung AHA, asam glikolat, asam laktat, asam azelaic, vitamin C, serta physical sunscreen.

2 dari 4 halaman

Merawat Kulit© Shutterstock

Jika dilihat dari jenis kandungannya, asam salisilat dan asam benzoat sering ditemukan pada produk yang bisa mencegah serta mengatasi jerawat. Sedangkan, kandungan yang dianjurkan rata-rata bertujuan untuk melembapkan serta menutrisi kulit.

Jadi, fokuskan perawatan kulit untuk menjaga kelembapan selama masa kehamilan. Selalu gunakan tabir surya dan aplikasikan secara berulang setiap 2-3 jam untuk mencegah flek hitam. Konsultasikan masalah kulitmu jika kesulitan mengatasinya dengan produk yang ada di pasaran.

3 dari 4 halaman

Tips Merawat Kulit Usai Memasuki Masa Menopause

Dream - Menopause merupakan fase yang akan dihadapi semua wanita. Fase ini akan dihadapi satu tahun setelah menstruasi terakhir. Tentunya, siklus menstruasi yang berhenti bisa menyebabkan berbagai hal.

Khususnya, yang bisa dikontrol secara hormonal, seperti kondisi kulit dan rambut. Saat menopause, kadar hormon estrogen akan menurun dan menyebabkan kulit kering, kendur, menipis, berjerawat, dan lebih cepat menua.

Meski begitu, kamu bisa melakukan berbagai perawatan untuk mencegah dan menjaga kesehatan kulit. Salah satu perawatan sederhana yang disarankan oleh Dermatologis, Dia Febrina adalah mandi menggunakan sabun berbahan ringan.

" Mandi dengan Mild Cleanser, bukan sabun batangan. Untuk kulit dewasa, sabun bisa terlalu mengeringkan," ujarnya. Jangan lupa, selalu oleskan pelembap yang mengandung asam hyaluronat atau gliserin setelah mandi dan saat kulit terasa kering.

4 dari 4 halaman

Membersihkan Wajah© Shutterstock

Gunakan pembersih yang mengandung asam salisilat untuk membuka pori-pori tersumbat dan mengatasi jerawat. Jika kondisi jerawatmu semakin parah, berkonsultasilah dengan dokter kulit.

Memakai tabir surya juga menjadi satu keharusan saat memasuki masa menopause. Pasalnya, tanda penuaan dan kerusakan kulit serta bahaya kanker pun semakin tampak di masa tersebut.

Jadi, aplikasikan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih tinggi saat beraktivitas keluar ruangan. Aplikasikan kembali setiap 3-4 jam sekali ke seluruh area kulit yang terpapar matahari.

Kamu pun masih bisa mencegah parahnya proses penuaan, seperti pengenduran, garis halus, serta pori-pori membesar dengan cara melindungi kulit dari sinar matahari serta menggunakan produk yang mengandung retinol atau peptida untuk meningkatkan produksi kolagen pada kulit.

Beri Komentar