Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
(Sumber Foto: Dokumentasi Japfa)
Dream - Konsumsi protein hewani per kapita di Indonesia relatif lebih rendah bila dibandingkan dengan negara Asean seperti Malaysia, Singapura dan Thailand--merujuk data Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia, 2015.
Selain daya beli masyarakat yang belum cukup kuat, konsumsi protein hewani juga belum menjadi prioritas bagi masyarakat Indonesia. Hal ini karena anggapan bahwa protein hewani adalah makanan yang mahal, sementara masyarakat sebenarnya dapat memperoleh protein hewani yang terjangkau, yaitu telur ayam.
“ Telur sangat baik sebagai sumber protein hewani, mengandung asam lemak tidak jenuh, vitamin, dan mineral. Kandungan protein telur selalu menjadi acuan ahli nutrisi karena protein telur dapat diserap tubuh hampir 100 persen," ujar Rachmat Indrajaya, External Relations Director PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dalam keterangan tertulis, Jumat 31 Maret 2017.
" Namun tingkat konsumsi rata-rata penduduk Indonesia (2015) baru mencapai 6.23 kg atau 112 butir per kapita per tahun, dibandingkan dengan Malaysia yang sudah mencapai 400 butir. Perlu edukasi yang berkelanjutan untuk menjadikan telur ayam sebagai sumber makanan padat gizi pilihan keluarga," lanjut Rachmat.
Untuk meningkatkan konsumsi protein hewani dan mengedukasi masyarakat akan sumber protein hewani yang terjangkau, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bekerja sama dengan Kementrian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) untuk memberikan bantuan telur kepada panti jompo, panti asuhan, pondok pesantren dan yayasan sosial lainnya di beberapa daerah di Indonesia.
" Pembagian telur ini bertujuan untuk membagikan manfaat baik tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan. Hari ini merupakan peluncuran perdana untuk Jawa Barat dan berlanjut hingga 8 April nanti. Kami juga akan menjangkau lokasi Jawa Tengah dan Jawa Timur pada 1, 5, dan 8 April mendatang" ujar Rachmat.
Tercukupinya kebutuhan nutrisi terutama protein hewani sangat penting untuk diperhatikan. Karena protein hewani mengandung asam amino yang tidak tergantikan yang berfungsi sebagai zat pembangun dan mempengaruhi metabolisme.
Pembagian telur ayam dilaksanakan di unit penetasan milik JAPFA di Cicurug, Sukabumi. Distribusi perdana ini meluncurkan 5 truk dengan jumlah sekitar 250.000 butir telur untuk 30 panti dan yayasan yang tersebar di DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya