Tri Widiawati: Mantapkan Hati Tangkal `Bongkar-Pasang` Hijab

Reporter : Dwi Ratih
Senin, 18 Juli 2016 13:15
Tri Widiawati: Mantapkan Hati Tangkal `Bongkar-Pasang` Hijab
Kirimkan cerita awal berhijabmu ke komunitas@dream.co.id sekaran yuk!

Dream - Berhijab merupakan kewajiban bagi setiap muslimah. Dalam firman Allah disebutkan bahwa “ Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anakmu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Q.S. Al-Ahzab: 59)

Pernyataan itu membuat Tri Widiawati, gadis Jakarta mantap mengubah tampilan dengan berhijab dan tentunya tak ingin melanggar perintah Allah SWT.

Lewat cerita awal berhijabnya di #KataHati, Tri Widiawati yang lahir di Jakarta, 30 Desember 1995 ini mengatakan banyak yang sudah mengetahui perintahNya untuk berhijab. Tapi keyakinan dan niat untuk mengenakan hijab masih saja diragukan dengan berbagai alasan.

Yuk simak kisah #KataHati Tri berikut ini:

Berawal semenjak masuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau setingkat Sekolah Dasar (SD), saya sudah terbiasa mengenakan hijab. Tetapi hanya sebatas peraturan. Di saat tidak sekolah saya tidak mengenakan hijab.

Setelah memasuki kenaikan kelas enam MI, guru agama menerangkan bahwa perintah menutup aurat dan mengenakan hijab wajib hukumnya bagi setiap perempuan muslim.

Selain guru agama, beberapa anggota keluarga juga tak bosan mengingatkan untuk memakai hijab sejak dini.

#KataHati saya mengatakan malu ketika pada saat ini saya harus lepas dan pakai hijab. Menjalani peran sebagai siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP), saya mulai mengetahui dan menyadari bagaimana pergaulan anak-anak menuju dewasa ini banyak beragam macam hal yang mereka lakukan.

Keingintahuan yang besar akan suatu hal mendorong teman-temanku untuk mencoba hal di luar batas kewajaran.

Ada beberapa hal yang saya tidak bisa pahami mengapa teman saya melakukan hal-hal yang menyimpang dari agama.

Saya yang berasal dari Madrasah dan bisa dibilang tidak macam-macam merasa khawatir. Dari sini #KataHati saya terpanggil dan memutuskan mantap untuk berhijab agar tetap dalam penjagaan Allah.

Suatu ketika saya berjalan melewati gang rumah ada beberapa laki-laki yang menggoda saya dengan mengucapkan salam, lalu saya berpikir mungkin lain halnya dengan perempuan yang tidak menutup aurat, pasti laki-laki yang menggoda akan habis-habisan melecehkan perempuan itu.

Beberapa hal seperti ini terjadi dalam perjalanan kehidupan yang membuat saya merasa aman dan terlindungi dengan manfaat berhijab.

#KataHati yang terakhir datang lewat ilmu Allah, maksudnya di sini adalah ketika kita rajin mencari ilmu Allah. Maka orang bisa berubah lebih baik karena ilmu Allah.

Contohnya adalah ketika kita mengaji, orang tau perintah menutup aurat ada dalam Al-Qur’an, kemudian orang bisa menggunakan hijab karena dia tahu hukum dan perintahnya.

Lalu orang tersebut bisa berubah menjadi lebih baik. Ini poin terakhir yang dirasa harus ada pada setiap pemikiran setiap Muslimah, agar tidak menjadikan alasan lain di atas perintah untuk berhijab.

Yuk, muslimah jangan ragu untuk berhijab, karena Allah juga tidak ragu memberikan perintahnya agar sekalian Muslimah selamat dan terlindungi dari fitnah dan kemaslahatan lain.

Ini #KataHati ku dalam memutuskan untuk berhijab. Apa #KataHati mu ketika memutuskan untuk berhijab?

Kirimkan cerita pengalaman pertama kali berhijab dengan tagar #KataHati ke komunitas@dream.co.id dengan memberikan foto berkualitas tinggi (high resolution)
sekarang juga! Cerita kamu akan ditayangkan di Dream.co.id. (Ism) 

Beri Komentar