Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Makanan Beku/ Foto: Shutterstock
Dream - Freezer sangat berguna untuk menyimpan persediaan makanan atau menyimpan makanan sisa. Mesin pendingin ini menjadi penyelamat karena bisa menjaga kondisi makanan dengan baik meski dalam waktu yang lama.
Tapi tentu saja terdapat batasan kemampuan freezer untuk menjaga makanan tetap dalam kondisi terbaiknya. Lantas sampai kapan makanan di freezer sudah tidak layak untuk dikonsumsi?
Demi alasan kesehatan, Sahabat Dream harus mengetahui tanda-tanda makanan beku yang sudah tidak bisa dimasak dan dikonsumsi. Apa saja?
Kristal Es dalam Kemasan
Kristal es yang muncul pada kemasan menandakan molekul air dalam makanan telah keluar menuju bagian freezer yang lebih dingin. Hal ini bukan berarti makanan tidak sehat, hanya saja kualitas rasa pada makanan sudah berkurang. Pasalnya, ketika makanan kehilangan banyak kelembaban dapat berdampak negatif pada rasa dan teksturnya.
Perubahan warna menunjukkan makanan sudah tidak baik untuk dikonsumsi, terutama pada daging. Ketika daging mulai berubah warna menjadi keabu-abuan, itu menandakan sudah hampir tanggal kedaluwarsa. Begitu pula dengan sayuran, jika warnanya hilang maka sebaiknya jangan dikonsumsi.

Terdapat Cairan Pada Daging
Jika daging yang disimpan di freezer menumpahkan cairan berwarna merah muda, itu tandanya daging tidak bisa dimakan lagi. Cairan berwarna kemerahan tersebut menunjukkan bahwa suhu freezer tidak stabil, dan daging sempat lunak sebelum akhirnya beku kembali.
Bau
Ketika makanan mengeluarkan bau tidak sedap, berarti makanan sudah tidak baik untuk dikonsumsi dan harus segera dibuang. Aroma tak sedap menandakan mulai terjadi pembusukan dan suhu pendingan tidak menjaga makanan dengan optimal. Sangat berbahaya jika makanan tetap dikonsumsi.
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: Times of India
Dream - Mengonsumsi makanan bernutrisi dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Namun, terdapat hal yang perlu diperhatikan selain bahan makanan itu sendiri, yaitu proses memasaknya.
Memasak makanan merupakan salah satu cara menikmati sajian secara mindful. Tahukah Sahabat Dream, kalau cara memasak yang salah dapat mengurangi nutrisi dari makanan itu sendiri?
Ada lima kebiasaan yang sering tak disadari yang membuat level nutrisi dalam makanan menurun drastis. Kamu wajib tahu.

Mengonsumsi Makanan Beberapa Jam Setelah
Berdasarkan ilmu ayurveda, mengonsumsi makanan setelah 3 jam atau lebih dimasak tidak sehat, karena dapat menghilangkan tingkat nutrisi makanan tersebut. Mengonsumsi makanan cukup lama setelah dimasak dapat berdampak pada kesehatan pencernaan. Terdapat pengecualian, seperti makanan fermentasi, yang semakin lama justru akan meningkatkan bakteri baik.
Makanan yang terpapar udara dan kelembapan dapat mengurangi nutrisi pada makanan serta rentan tumbuh bakteri dan patogen. Maka dari itu, selalu tutup makanan dengan plastik penutup makanan.

Urutan Bumbu Masak
Memasukan bumbu dapur dengan urutan tertentu ternyata berpengaruh pada keberlangsungan makanan dan mengurangi nutrisinya. Hal tersebut karena adanya bumbu yang sensitif terhadap panas dan dapat melepaskan racun. Jadi, penting untuk menambahkan bumbu dengan urutan yang sesuai.
Banyak orang memotong berbagai sayuran untuk disimpan dan dipakai di kemudian hari. Cara ini dapat menghemat banyak waktu dan memudahkan proses memasak. Memotong sayuran seperti ini dapat memicu bakteri dan patogen untuk berkembang biak, mengurangi nutrisi, serta mempercepat pembusukan.

Terlalu Matang
Banyak yang mengira memasak bahan makanan dengan sangat matang dapat membunuh bakteri dan kuman yang ada di makanan tersebut. Hal ini dapat mengurangi nutrisi bahkan menghilangkan kalori.
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: Times of India
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?


WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?

JKT48 dan Bernadya Tampil di AXIS Nation Cup 2026, Bikin Grand Final Makin Meriah!