Kuliner Betawi (Kusmiyati/Dream.co.id)
Dream - Kesadaran masyarakat Indoneesia mengenal aneka kuliner lokal dinilai makin berkurang. Beberapa pakar dan praktisi yang bergelut di dunia kuliner dan pariwisata bersama-sama membentuk suatu lembaga yang diberi nama Akademi Kuliner Indonesia (AKI).
Sekitar 10 pakar dan praktisi yang terlibat di dalam AKI itu yakni Murdijati Gardjito selaku guru besar Universitas Gajah Mada, Linda F Adimidjaja selaku staf ahli bidang kuliner di Kementrian Pariwisata Ekonomi dan Kreatif dan Kementerian Perdagangan, Heni Pridia selaku penulis buku dan food stylish dan masih ada lagi yang lainnya.
" Kami tidak ingin aneka kuliner Indonesia diakui oleh negara lain karena masyarakat Indonesia sendiri tidak mengenali kuliner tanah airnya," kata staf Ahli Bidang Kuliner di Kementerian Pariwisata Ekonomi dan Kreatif Indonesia dan Kementerian Perdagangan, Linda F Adimidjaja, Selasa 23 Juni 2014.
Setelah melakukan penjelajahan di berbagai daerah Indonesia, AKI baru saja mengadakan syukuran atas hari jadinya yang pertama di Kunskring Paleis Gallery Art, Jakarta. " Kami membagi tim untuk menelusuri kuliner Indonesia. Kemudian didokumentasikan dan dilanjutkan pengenalan kepada seluruh masyarakat bisa berupa pameran ataupun buku," kata Linda.
Upaya pendokumentasian ini bertujuan agar hak cipta kuliner Indonesia tidak direbut atau diakui negara lain. " Dokumentasi itu penting agar masyarakat mengenal semua kuliner Indonesia dan tidak lagi diakui negara lain," ujar Murdijati. Daerah yang telah ditelusuri AKI diantaranya Jakarta, Bali dan Manado.
Mereka berharap upaya yang dilakukan AKI dapat didukung penuh masyarakat Indonesia. " Kami tidak dapat berjuang sendiri, dukungan masyarakat sangat kami harapkan. Marilah kita semua mencintai kuliner Indonesia yang begitu luar biasa," ujar Murdijati. (Ism)