Cara Rebus Telur yang Benar Menurut Sains, Pakai Kalkulator

Reporter : Sugiono
Kamis, 14 Juni 2018 13:20
Cara Rebus Telur yang Benar Menurut Sains, Pakai Kalkulator
seorang pakar fisika kuantum bernama Milosz Panfil membuat kalkulator khusus untuk merebus telur.

Dream - Merebus telur hingga matang sempurna mungkin terdengar mudah. Tetapi ketika memakannya, akan ketahuan bahwa rasa dan tekstur rebusan telur tiap orang ternyata berbeda.

Hasilnya bisa berbeda karena banyak yang tidak memperhatikan berbagai faktor untuk mendapatkan rebusan telur yang sempurna.

Tapi jangan khawatir, ada seorang pakar fisika kuantum bernama Milosz Panfil yang akan membantu kita.

Masalah merebus telur harus minta bantuan pakar? Ya, karena untuk mendapatkan rebusan telur sempurna ada beberapa aspek yang harus diperhatikan.

Untuk itu, Panfil telah menciptakan sebuah kalkulator khusus untuk mendapatkan rebusan telur sempurna.

Kalkulator ini mencakup semua teori dasar merebus telur, bahkan sampai ke ketinggiannya segala.

Menurut Panfil, ada beberapa variabel yang harus diperhatikan. Mulai dari ukuran telur; suhu telur sebelum diturunkan ke dalam air; dan ketinggian tempat kita memasak telur.

1 dari 2 halaman

Kompleksnya Sebutir Telur

Panfil mengatakan telur itu sendiri sebenarnya sudah menjadi masalah yang kompleks. Bagian kuning dan putih di dalamnya memiliki lemak dan protein yang berbeda. Keduanya harus dimasak pada tingkat yang berbeda.

Putih telur membutuhkan lebih sedikit panas untuk matang daripada kuning telur. Itulah mengapa kita bisa memasak telur setengah matang dengan bagian putih padat namun bagian kuning tetap lembut.

Selain itu, telur berukuran kecil butuh waktu lebih sedikit untuk matang. Sementara telur yang baru keluar dari kulkas membutuhkan waktu lebih lama untuk matang.

Namun sebagian besar orang tidak akan menyangka bahwa ketinggian saat memasak telur juga berpengaruh pada hasil akhir.

Badan Pengawas Keamanan Makanan Amerika Serikat bahkan punya panduan informasi tentang pentingnya posisi saat kita memasak telur ini.

Menurut Panfil, tekanan atmosfer akan menurun pada ketinggian tertentu yang menyebabkan udara menipis sehingga titik didih air menjadi lebih rendah.

Ini karena cairan mendidih ketika tekanan uap internalnya sama dengan tekanan atmosfer.

Jika tekanan atmosfer lebih rendah, demikian pula titik didihnya. Sehingga telur akan membutuhkan waktu lebih lama untuk matang di ketinggian tertentu.

Inilah mengapa kita tidak bisa merebus telur di Everest, karena titik didih air terlalu rendah yaitu 70 derajat Celcius.

Begitu juga mengapa ketika kita di luar angkasa tanpa pakaian astronot, darah dan cairan dalam tubuh langsung mendidih.

2 dari 2 halaman

Kalkulator Telur Matang Sempurna

Setelah mengetahui kompleksnya sebutir telur dan hubungannya dengan titik didih dan tekanan atmosfer, kini saatnya menggunakan kalkulator untuk menghasilkan telur matang yang sempurna.

Kalkulator buatan Panfil ini didasarkan pada rumus telur matang sempurna yang diciptakan oleh Charles DH Williams di Universitas Exeter.

Begini kalkulatornya: t = m * K * log(ywr * (Tegg - Twater)/(T - Twater))

Di mana t berarti waktu, m adalah massa, K adalah konduktivitas termal dari telur, T adalah suhu antara putih dan kuning telur, Tegg adalah suhu telur, Twater adalah suhu air dan ywr adalah rasio kuning telur.

Kalkulator Panfil bergantung pada bagaimana menjaga suhu tetap konsisten, yang mungkin sulit dilakukan di atas kompor.

Kalkulator ini mengatur suhu maksimum antara putih dan kuning telur untuk mendapatkan telur setengah matang dan matang sempurna.

Menurut kalkulator Panfil, suhu ideal saat memasak telur setengah matang adalah 65 derajat Celcius. Sedangkan suhu ideal untuk telur matang sempurna adalah 77 derajat Celcius.

Bagaimana? Tertarik mencoba memasak telur menggunakan kalkulator ini? Sepertinya rumit ya kalau dipikir-pikir.

(Sumber: sciencealert.com)

 

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'