Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Juicygeniuses.com
Dream - Efek yang kuat dan kadang-kadang luar biasa ketika makan makanan pedas ternyata disebabkan oleh salah satu bahan kimia kecil yang ditemukan dalam cabai: capsaicin.
Selain sebagai 'penggugah selera', capsaicin dalam cabe ternyata memiliki manfaat kesehatan.
Menurut studi pada 1998, sebuah tim peneliti menemukan bahwa capsaicin bisa menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur yang tumbuh dalam makanan. Capsaicin bisa membunuh atau menghilangkan hingga 75 persen semua jenis bakteri dalam makanan.
Kendati demikian mengkonsumsi capsaicin dalam jumlah besar juga mengundang risiko bagi kesehatan.
Meskipun cabai ditemukan di banyak hidangan di seluruh dunia, capsaicin yang dikandungnya bersifat neurotoxin dan dalam konsentrasi yang cukup tinggi dapat menyebabkan kejang, serangan jantung, dan bahkan kematian.
Cabai paling pedas di dunia adalah cabai Bhut Jolokia atau lebih dikenal sebagai cabai 'iblis'. Menurut Paul Bosland, orang yang menemukannya, cabai ini bisa membunuh dalam waktu yang singkat.
"Sebuah penelitian pada tahun 1980 membuat hitungan bahwa 3 pounds cabai Bhut Jolokia dalam bentuk bubuk yang dimakan sekaligus bisa membunuh orang dengan berat 150 pounds," kata Bosland, kepada Live Science.
Namun orang tak perlu makan cabai 'Iblis' untuk merasakan murka capsaicin ini. Ruari Barratt, jurnalis lepas di Inggris, merasakan langsung efek dari makan terlalu banyak capsaicin.
Barratt harus dilarikan ke rumah sakit setelah makan burger yang dicampur dengan saus cabai piri piri dari India.
Menurut Barratt, ia langsung merasa sangat panas di mulutnya setelah gigitan pertama. Dan semakin lama, rasa panas itu memburuk dan berubah menjadi sakit.
"Setelah menelan dan mencapai perut, kaki saya mulai kejang-kejang dan tangan saya tidak bisa digerakkan," tulis Barratt di email ke Medical Daily. "Mata saya juga berputar, saya sangat pucat dan sulit untuk berbicara."
Penderitaan Barratt baru benar-benar berakhir setelah tiga jam. Meski akhirnya selamat, kebanggaan Barratt kuat makan makanan pedas sedikit ternoda. (Ism)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui


Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains