Indomie Jadi Jajanan Favorit Lintas Generasi di Saudi

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 1 Februari 2021 15:00
Indomie Jadi Jajanan Favorit Lintas Generasi di Saudi
Masyarakat Saudi menjadi penggemar mie instan asal Indonesia ini.

Dream - Produk mie instan Indonesia, Indomie, sukses meraih hati masyarakat Arab Saudi. Bahkan, Indomie menjadi jajanan favorit lintas generasi.

Masyarakat Saudi begitu gemar mengonsumsi Indomie karena harganya yang terjangkau. Diluncurkan pada 1972, Indomie menjelma menjadi makanan pokok orang Saudi sejak 1980-an.

Dikutip dari Arab News, salah satu pekerja rumah sakit, Sarah Al Suqair, mengatakan Indomie telah menjadi komponen wajib di dapurnya. Dia bahkan mengonsumsi Indomie tidak hanya di rumah.

" Saya ingat ketika Indomie cup sangat populer di sekolah, ada banyak Indomie yang ditukar dengan uang, mainan, pernak-pernik, video game, film, atau bahkan bantuan seperti mengerjakan PR," kata Sarah.

" Itu adalah bentuk selundupan yang paling enak di sekolah, terutama ketika heboh ketahuan oleh guru dan mulai melarangnya," ungkap dia melanjutkan.

 

1 dari 2 halaman

Pengalaman Masa Kecil Bersama Indomie

Sarah juga menceritakan cara-cara nakal, di mana siswa menyiapkan seduhan cup Indomie. Para siswa secara sembunyi-sembunyi mencari akses air mendidih di sekolah untuk membuat kuahnya.

" Saya ingat beberapa teman sekelas saya, ada yang diskors karena menyelinap ke laboratorium kimia dan mencoba menggunakan pembakar Bunsen untuk merebus air untuk mie tersebut. Trik favorit lainnya adalah dua siswa memasuki ruang guru, di mana salah satu dari mereka akan mengalihkan perhatian guru dengan sesuatu yang kasar, dan yang lainnya akan diam-diam untuk menyelinap mengambil air dari teko mereka," ucap Sarah.

Ahli gizi, Leila Bakri, mengakui kelemahan nomor 1 pada dirinya adalah semangkuk Indomie goreng. Meskipun tahu tidak sehat, dia tak bisa menolaknya.

" Mi instan pada umumnya bukanlah makanan yang benar-benar sehat, karena kandungan natrium, MSG, dan bahan olahan di dalamnya. Tapi aku benar-benar tidak bisa menahannya," kata Leila.

 

2 dari 2 halaman

Rasa yang Otentik

Saat dia menjalani masa-masa pertumbuhan, Indomie tak bisa lepas dari kesehariannya. Dia pun menduga apa yang dialaminya juga terjadi di kebanyakan anak di Saudi.

" Mudah dibuat, murah, dan sangat mengenyangkan. Saya mencoba membuatnya lebih sehat dengan menambahkan ayam, sayuran, apa saja yang segar. Saya bahkan mencoba membuat versi saya sendiri, tetapi kenyataannya, sekeras apapun saya mencoba, saya tidak akan pernah bisa menciptakan kembali rasa Indomie yang otentik," ucap Leila.

Dalam sebuah pemberitaan, CEO Indofood, Franciscus Welirang mengatakan konsumen Indomie di Arab Saudi kini sudah memasuki generasi kedua. Bahkan data Konjen RI di Jeddah, Indomie mendominasi 95 persen pasar mi instan Saudi.

Sejak berita kematian peracik bumbu Indomie, Nunuk Nuraini pada Rabu 27 Januari 2021, Orang-orang dari seluruh dunia berbondong-bondong mengirimkan persembahan dan belasungkawa di media sosial untuk menghormati kepergiannya.

Laporan: Yuni Puspita Dewi

Beri Komentar