Mengenal Budaya dan Kuliner Betawi di GoFood Festival

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 6 Agustus 2019 17:12
Mengenal Budaya dan Kuliner Betawi di GoFood Festival
Sangat pas untuk kamu yang tertarik dengan kebudayaan Betawi.

Dream - Bagi para warga Jakarta, penting untuk mempelajari budaya Betawi. Ada tempat yang kini bisa didatangi untuk mengenal budaya khas Betawi. Seperti prakarya dan permainan tradisional yang dikemas secara menarik, yaitu di Cultural Hub GoFood Festival Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Acara ini mulai digelar 28 Juli hingga 11 Agustus 2019 mendatang. Konsep budaya Betawi yang dibawa dalam Cultural Hub ini terinspirasi dari warisan budaya lokal yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Mengusung tema “ Kenali Budaya Lewat Prakarya”, akan dihadirkan aktivitas seru, diantaranya melukis dengan motif khas Betawi, merangkai rumah ada dari bahan kardus bekas, hingga permainan ular tangga dalam ukuran besar.

“ Sebagai komunitas seni, Ganara Art ingin mengajak masyarakat untuk mengenal dan melestarikan budaya,” ujar Tita Djumaryo, Founder Ganara Art Space, di acara diskusi dan media experience Cultural Hub, GoFood Festival GBK, Senayan, Senin 5 Agustus 2019.

 

1 dari 5 halaman

Ragam Kuliner

Selain itu, masyarakat umum juga dapat mengikuti workshop seni dan permainan tradisional sambil menikmati ragam kuliner dalam satu tempat dari 50 merchant pilihan GoFood Festival.

 gojek© Dream

“ Kolaborasi ini diharapkan dapat mendatangkan gelombang pengunjung baru untuk mencicipi kuliner dari merchant kami dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Rosel Lavina, VP Corporate Affairs Food Gojek pada kesempatan yang sama.


Laporan : Alfi Salima Puteri

2 dari 5 halaman

Ojek Online Jadi Moda Transportasi Favorit Publik, Pilih Gojek atau Grab?

Dream - Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) melakukan survei terkait moda transportasi darat urban pilihan masyarakat perkotaan. Dalam survei ini, KKI melakukan survei dengan 625 responden dari 15 kota/kabupaten di 6 provinsi.

Hasil survei dilakukan sejak Februari-April 2019 menunjukan masyarakat menilai moda transportasi perkotaan saat ini mulai membaik. 

" Semakin baik dibanding beberapa tahun lalu," ujar Ketua KKI, David M.L Tobing di Jakarta, Selasa 30 Juli 2019.

Dari survei yang sudah dilakukan terungkap peralihan moda transportasi masyarakat di perkotaan. Saat ini, masyarakat lebih banyak menggunakan jasa transportasi online, baik itu ojek online (ojol) ataupun taksi online untuk aktivitasnya.

 Survei: Transportasi Online Jadi Favorit Masyarakat© MEN

Sebanyak 91,7 persen dari sample survei menyatakan banyak menggunakan moda transportasi ojek online. Sementara 40 lainnya memilih memakai taksi online. 

Moda transportasi pilihan masyarakat perkotaan lainnya adalah kereta listrik sebanyak 33,4 persen dan Bus Trans sebesar 25,1 persen.

" Bus Trans ini bukan TransJakarta saja ya, karena ini di kota lain ada bus Trans," jelas Kepala Divisi Research and Development KKI, Imran Gunawan.

3 dari 5 halaman

Brand Ojol Mana yang Sering Dipakai?

Dari total 91,7 persen pengguna ojek online, KKI menemukan 36 persen diantaranya merupakan pengguna setiap Gojek. Sementara Grab banyak dipakai 32 persen sample. 

" Dan pengguna keduanya (Gojek dan Grab) 32 persen," ujar dia.

 Grab Dapat Kucuran Dana Rp9,8 T dari Softbank© MEN

Saat menentukan brand Ojol yang akan digunakan, masyarakat memiliki beberapa kriteria dengan faktor utama terbesar adalah harga murah. Diikuti faktor keamanan, layanan lebih bisa diandalkan, lebih ramah pelayanannya, kenyamanan dan kebersihan.

Dari 625 respon yang disurvei, total ada 55 persen wanita lebih banyak menggunakan transportasi online dan pria sebanyak 45 persen.

Menurut Imran, seiring dengan lebih banyaknya perempuan menggunakan layanan transportasi online, sejalan juga dengan tingginya risiko lecelakaan yang akan mereka alami. Sebanyak 10,9 persen persen pengguna ojek online dari kedua brand besar di Indonesia pernah mengalami kecelakaan.

4 dari 5 halaman

Tak Ada Revisi, Tarif Baru Ojek Online Akan Diberlakukan?

Dream – Pemerintah menyatakan ketentuan tarif batas atas dan bawah ojek online akan diterapkan di seluruh wilayah Indonesia. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setyadi menegaskan tidak akan ada revisi dari ketentuan yang sudah dibuat kementeriannya.

“ Begitu kita melakukan uji coba lima kota besar, saya akan berlakukan secara menyeluruh di seluruh Indonesia. Artinya, di situ untuk sementara saya belum akan melakukan revisi terhadap keputusan menteri," kata dia di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 14 Juni 2019.

Menurut Budi, Kemenhub sebelumnya memang membuat peluang adanya revisi dari kebijakan tarif atas dan bawah ojek online. Revisi itu dilakukan setelah didapat hasil evaluasi selama 3 bulan pertama penerapan tarif baru tersebut.

Namun untuk saat ini, Kemenhub tidak ada hal yang menunjukan harus dilakukan revisi tarif.

" Biaya minimal, biaya flagfall tadi dan batas maksimal sudah ada semuanya sampai dengan nanti kalau kita melakukan revisi di dalam regulasi mengatakan 3 bulan bisa dilakukan revisi atau akan dievaluasi sampai 3 bulan ke depan. Eggak ada (revisi)," kata dia.

5 dari 5 halaman

Akan Direvisi Jika Ini Berlaku

Budi mengatakan kementerian akan merevisi aturan jika ada respons yang kurang berkenan dari masyarakat, pasar, dan pengemudi.

Selama masa percobaan, tarif baru ojek online akan secara resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali sesuai dengan zonasinya.

 Dibalik Batalnya Pengemudi Gojek Batal Mogok© MEN

Walaupun demikian, Budi belum bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk memberlakukan tarif baru.

“ Jadi, setelah sosialisasi, kami akan berlakukan. Saya lapor Pak Menteri dulu, nyari momentumnya kapan. Saya maunya secepatnya,” kata dia.(Sah)

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair