Menu Daging Pilihan Bill Gates Ternyata Tidak Biasa

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 24 Maret 2021 09:48
Menu Daging Pilihan Bill Gates Ternyata Tidak Biasa
Seperti apa dagingnya?

Dream – Bill Gates adalah pemilik bisnis besar dan salah satu pendiri perusahaan perangkat lunak terbesar, Microsoft. Gates juga seorang yang sangat berpengaruh pada dunia dan masyarakat melalui pekerjaan filantropisnya.

Baru-baru ini, Gates menjadi pemandu acara ‘Ask Me Anything’ (AMA) di Reddit. Dalam acara tersebut ia mengungkap perannya dalam ikut membantu mengurangi emisi karbon.
Dalam kesempatan tersebut ada salah satu pengguna Reddit menanyakan hal terpenting apa yang warga biasa dapat lakukan untuk mengurangi emisi karbon.

Rupanya Gates menyarankan untuk tidak banyak mengnsumsi daging sapi. Lebih baik konsumsi saja dedaunan hijau bersama daging sintetis.

Daging sintetis

“ Saya pribadi akan memilih sesekali memakan daging sintetis,” kata Gates dalam acara AMA.

Untuk daging sintetis sendiri, memang kini tengah banyak dikembangkan dalam industri pangan. Merupakan daging yang terbuat protein hewan yang kemudian dikembangkan di laboratorium. Tekstur dan rasanya dibuat mirip dengan daging sapi asli.

Sahabat Dream mau mencoba daging sintetis?

Laporan: Josephine Widya/ Sumber: FoodNDTV

1 dari 4 halaman

Gantala Jarang, Masakan dari Daging Kuda Khas Jeneponto

Dream - Kuda bagi sebagian besar orang bukanlah bahan makanan. Biasanya kita mengolah daging sapi, ayam, kambing atau kerbau untuk disantap. Jika kamu berkunjung ke Jeneponto atau Butta Turatea, Sulawesi Selatan, jangan kaget jika banyak menu makanan yang terbuat dari daging kuda.

Salah satu yang cukup terkenal adalah Ganja atau Gantala Jarang. Berasal dari kata “ gantala” yang berarti kuah. Sedangkan kata “ jarang” merujuk pada bahasa Makassar yakni kuda.

Gantala Jarang, Masakan dari Daging Kuda Khas Jeneponto

Untuk proses pembuatan makanan ini sebenarnya terbilang sederhana. Pertama daging kuda direbus terlebih dahulu dalam wadah khusus yang terbuat dari potongan drum menggunakan kayu bakar.

Setelah itu daging kuda diberi garam dan kunyit. Walaupun tidak dimasak dengan bumbu yang berlimpah, namun makanan ini memiliki rasa dan aroma lezat yang khas dari daging kuda. Gantala Jarang merupakan hidangan wajib dalam berbagai acara seperti pesta sunatan dan pesta pernikahan.

Ketupat

Menu ini juga dijual di banyak kedai makanan di kawasan Jeneponto. Harganya mulai dari harga Rp25 ribu hingga Rp30 ribu. Sajian seperti sop ini biasanya disantap dengan irisan ketupat legit.

Baca selengkapnya di Diadona.id

2 dari 4 halaman

Trik Marinasi Daging Biar Bumbu Meresap Kaya Rasa

Dream - Ternyata membumbui daging tidak semudah yang dikira. Bukan hanya sekadar merendam dalam bumbu dan saus tapi ada teknik tertentu yang harus dilakukan agar proses membumbui optimal dan daging terasa lezat.

Sahabat Dream termasuk yang suka mengolah ayam, daging sapi maupun ikan dengan memarinasi atau merendamnya dalam bumbu? Agar mendapatkan rasa yang diinginkan, coba lakukan tiga trik berikut.

Trik Marinasi Daging Biar Bumbu Meresap Kaya Rasa

Haluskan bumbu
Bawang putih, bawang bombay, lada hitam dan berbagai rempah masakan, cenderung lebih menyerap saat dihaluskan. Bisa juga dipanggang baru digeprek. Cara ini akan membuat aroma dan rasanya lebih keluar. Setelah itu baru dicampur dengan perasan lemon atau saus untuk merendam daging, ayam, atau ikan.

3 dari 4 halaman

Diamkan minimal 30 menit

Protein hewani biasanya membutuhkan waktu lebih dari lima menit untuk menyerap semua rasa. Tidak perlu menunggu 24 jam, tetapi sebaiknya diamkan bahan masakan yang dimarinasi selama minimal 30 menit. Bisa juga memarinasi ayam atau daging sapi saat malam, diamkan dalam lemari es, keesokan paginya baru diolah.

Daging

Bumbu akan lebih meresap dan aromanya juga sedap. Pastikan saja tak menaruh terlalu banyak garam karena akan terlalu asin.

 

4 dari 4 halaman

Porsi untuk sekali masak

Ikan panggang

Penting juga mempertimbangkan porsi masakan. Lebih baik marinasi bahan masakan sesuai dengan porsi makan satu keluarga dan sekali masak.

Takaran bumbunya akan lebih pas. Tak kurang dan tak berlebihan. Selain itu, merendam bahan mentah bisa menimbulkan pertumbuhan bakteri. Jika terlalu banyak dan disimpan lama, khawatir bisa menimbulkan keracunan.

Sumber: Reader Digest

Beri Komentar