Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Kepala Disperindag Kota Pontianak, Haryadi S Tribowo Bersama Pimpinan SKPD Terkait Turun Lapangan Di Jalan Teuku Umar, Minggu (20/11). (Foto: Www.pontianakpost.co.id)
Dream - Beberapa waktu lalu, netizen dihebohkan dengan postingan seorang pemilik akun Facebook yang meluapkan kekecewaan karena harus mengeluarkan kocek sebesar Rp700 ribu untuk membayar buah durian dan air mineral yang dibelinya.
Akun Facebook Rahma Dani Widya mengunggah curhatan itu di grup Facebook Pontianak Informasi hingga akhirnya menjadi viral dan ramai diperbincangkan di dunia maya akhir perkan lalu.
" Kupikir ini penjualan tak wajar. Kalau bisa pemerintah harus baca penjualan itu wajar tidak, apa mereka kena biaya sewa tempat yang mahal," begitu penggalan curhatan Rahma yang ditulisnya di Facebook.
Tak lama setelah viral, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak bergerak cepat mengatasi keluhan warga terkait penjualan durian dengan harga tak wajar di Jalan Teuku Umar itu.
© Dream
Karena dianggap merusak citra baik Kota Pontianak, untuk sementara para pedagang di sepanjang jalan tersebut dilarang berjualan sejak Minggu, 20 November 2016.
" Kami sudah berusaha bangun image agar kawasan tersebut jadi kawasan wisata kuliner tapi malah mereka rusak," tegas Walikota Sutarmidji.
© Dream
Sementara itu, setelah peristiwa ini bergulir hingga menarik perhatian Pemkot, si pedagang yang diduga menggetok harga durian, Ahmad (42), menyampaikan permintaan maafnya kepada konsumen yang merasa tidak nyaman.
Ahmad menyampaikan permintaan maafnya kepada pemilik Facebook Rahma Dani Widya dan konsumen lainnya. Ahmad mengaku, ini murni kesalahannya --dan karyawannya. Ia menjelaskan bahwa kala itu ada mis komunikasi saat karyawannya melayani konsumen.
(Sumber: pontianakpost.co.id)
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol