Rasa dan Aroma Rempah Terjaga, Pastikan Disimpan dengan Benar

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 31 Maret 2020 07:48
Rasa dan Aroma Rempah Terjaga, Pastikan Disimpan dengan Benar
Cari tahu cara menyimpan rempah dengan baik dan benar.

Dream - Memasak dengan rempah-rempah dapat menambah cita rasa masakan dan aroma yang kuat. Penting bagi Sahabat Dream untuk mengetahui bagaimana cara menyimpan bumbu agar tetap segar.

Tentunya agar rasa dan aroma rempah selalu terjaga. Masakan yang dihasilkan pun selalu terjaga kualitasnya. Apa saja yang harus dilakukan?

Pertama, cara yang terbaik adalah menyimpan rempah dalam wadah kedap udara. Ini bertujuan untuk membiarkan udara masuk sesedikit mungkin. Jika kamu menyimpannya dalam wadah, pastikan tutupnya tertutup rapat.

Menurut Frontier Co-op, pemasok rempah-rempah organik alami, herbal, dan ekstrak yang berbasis di Lowa, Amerika Serikat, stoples kaca dengan tutup kedap udara sangat cocok digunakan untuk menyimpan bumbu.

Kedua, simpan wadah yang berisi bumbu di tempat yang sejuk dan gelap merupakan cara yang paling efektif. Seperti halnya biji kopi, panas dan kelembaban adalah salah satu hal yang perlu dihindari. Jadi, jauhkan biji kopi dari sinar matahari.

Memajang rak bumbu di dinding dekat jendela yang cerah mungkin terlihat rapi, tetapi dapat mempersingkat masa simpan bahan. Suhu penyimpanan terbaik untuk rempah-rempah adalah di bawah 70 derajat Fahrenheit. Kelembapan juga akan mengurangi kesegaran rempah-rempah.

 

 

1 dari 5 halaman

Bumbu Halus dan Bumbu Utuh

Umur simpan setiap bumbu bervariasi. Secara umum, bumbu utuh memiliki umur simpan yang lebih panjang daripada bumbu-bumbu yang dihaluskan. Proses penggilingan dapat memaparkan lebih banyak area permukaan ke udara, sehingga bumbu-bumbu halus kehilangan kesegarannya lebih cepat daripada bumbu utuh.

Tempat Terbaik Menyimpan Rempah Masakan

Banyak perusahaan rempah-rempah mencantumkan tanggal " Best-By" pada produk, jadi periksa label pada botol untuk mengetahui tanggal kesegaran maksimum produk yang belum dibuka.

Laporan Cindy Azari/ Sumber: Martha Stewart

2 dari 5 halaman

Petualangan Mencari Rempah Termahal di Dunia

Dream - Saffron begitu tersohor sebagai 'rempah emas' dengan harga selangit. Harga perkilogramnya bisa sampai Rp200 juta, tergantung dari kualitasnya. Banyak ahli masak dari berbagai negara selalu memuji rempah cantik ini sebagai penguat rasa masakan.

Beberapa waktu lalu, Dream bersama Dubai Tourism mengikuti tur Frying Pan Adventure. Salah satu misinya adalah mencari dan mencicipi langsung Saffron.

Petualangan dimulai dengan menjelajahi pasar rempah di Souk Deira, Dubai yang letaknya bersebelahan dengan Dubai Creek.

Souk sendiri dalam bahasa setempat artinya pasar. Kawasan ini memang pasar tradisional. Deretan bangunan tua dengan aroma khas rempah yang langsung menyeruak. Mata pun dimanjakan dengan warna-warni rempah yang cantik. Bikin penasaran untuk menyentuh dan menghirup aromanya.

Souk Deira

Sampailah di sebuah kedai rempah yang cukup besar. Bagian depannya tampak barisan plastik panjang berisi berbagai rempah.

Tampak satu yang sangat mencuri perhatian. Warnanya oranye kemerahan, berupa serat-serat bunga. 

3 dari 5 halaman

Inikah Saffron?

Bagi yang belum pernah menyentuh, mencium apalagi melihat Saffron, bakal mengira rempah tersebut adalah Saffrron.

Sunflower

(Serat bunga matahari/ Foto: Mutia/ Dream)

Fareeda, tur guide kami, langsung mengatakan kalau itu bukan Saffron. Saffron tak akan pernah diumbar begitu saja di depan toko dalam keadaan terbuka.

" Rempah ini akan disimpan layaknya emas berharga oleh pemilik toko, ada di dalam dan baru akan diperlihatkan jika ada yang hendak membeli. Rempah yang ada di depan memang sangat mirip Saffron, itu adalah serat bunga matahari," ungkap perempuan asli India ini.

4 dari 5 halaman

Akhirnya Menghirup Langsung Si Rempah Emas

Ia tampak berbicara dengan pemilik toko rempah. Sang penjual langsung mengeluarkan rempah yang bikin penasaran. Saffron ditempatkan dalam toples transparan. Warnanya merah pekat, aromanya seperti obat.

Saffron

(Saffron/ Foto: Dream/ Mutia)

Fareeda pun memberikan tips jika ingin mengetes apakah Saffron yang kita beli asli atau tidak. Cukup taburkan sedikit saja Saffron ke dalam air. Jika warnanya kemerahan, maka Saffron tersebut adalah palsu dan bisa jadi hanya serat bunga matahari yang diberi warna.

" Jika dituang sedikit saja ke dalam air hangat-hangat kuku, airnya menguning, itu pertanda Saffron asli. Meski berwarna merah, tapi Saffron memberikan warna kuning yang pekat dan menggoda dalam masakan. Aromanya pun akan menguat," ungkapnya.

 

5 dari 5 halaman

Warna Kuning Menyala

Biasanya, untuk lebih hemat, Saffron direndam dulu dalam cairan, seperti kuah kaldu, air hangat atau susu. Cairan tersebut baru digunakan untuk mengolah masakan. Masakan yang kerap menggunakan Saffron biasanya berwarna kuning.

Tergoda Paha Domba Gendut di Nasi Machbous ala Emirat

Seperti ayam rempah, nasi biryani, machbous, atau seafood paella. Untuk di Indonesia, Saffron ini fungsinya mirip dengan kunyit.

Misi pun selesai. Terjawab sudah rasa penasaran dengan si rempah emas.

Beri Komentar