Heboh Pesawat Baru Bawa Spare Part Moge Ilegal, Ini Kata Garuda Indonesia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 3 Desember 2019 19:24
Heboh Pesawat Baru Bawa Spare Part Moge Ilegal, Ini Kata Garuda Indonesia
Suku cadang ini diangkut di pesawat Airbus anyar Garuda.

Dream - Maskapai penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia Tbk, menegaskan komponen sepeda motor besar, Harley Davidson, yang tersimpan di bagasi salah satu pesawatnya merupakan milik pegawai. Perusahaan memastikan barang tersebut bukan untuk diperjualbelikan.

Kabar penemuan komponen motor berharga mahal asal Amerika Serikat itu sempat menjadi sorotan publik. Barang tersebut ditemukan di salah satu pesawat Airbus A300-900 miliar Garuda yang melayani rute penerbangan ke luar negeri.

 

Vice President PT Garuda Indonesia Tbk, M Ikhsan Rosan, dalam keterangan tertulisnya, Selasa 3 Desember 2019, menjelaskan pesawat Airbus A300-900 itu tiba di Tanah Air pada 17 November 2019. Pesawat ini datang dengan membawa beberapa spare part motor gede (Moge) dalam penerbangannya.

Menurut Ikhsan, semua barang yang dibawa di dalam pesawat telah dilaporkan kepada petugas kepabeanan, termasuk bawaan (bagasi) karyawan onboard. Dari pemeriksaan Bea Cukai tidak mengindikasikan ada pelanggaran kepabeanan di bagian kokpit dan kabin penumpang.

Tapi, di bagasi, ditemukan suku cadang moge yang tidak diproduksi di Indonesia. Spare part ini dibawa oleh salah satu karyawan onboard dalam penerbangan.

“ Spare parts yang dibawa oleh karyawab onboard dalam pesawat tersebut juga telah melalui proses kepabeanan di Delivery Center Airbus di Toulouse, Perancis,” kata dia di Cengkareng, Banten.

1 dari 6 halaman

Bukan untuk Dijual?

Sebelum pesawat mendarat, lanjut Ikhsan, maskapai telah meminta izin kepada otoritas bandara untuk langsung membawa pesawat ke Garuda Maintenance Facility (GMF). Perusahaan ini akan melaksanakan prosedur keimigrasian dan kepabeanan di area GMF.

Spare part tersebut akan digunakan oleh karyawan tersebut dan bukan diperjualbelikan,” kata dia.

Ikhsan juga mengatakan suku cadang itu diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. perusahaan memastikan akan tunduk dan siap untuk mematuhi aturan yang berlaku dari kepabeanan.

“ Karyawan Garuda Indonesia tersebut akan tunduk dan mematuhi segala aturan yang berlaku atas putusan dari kepabeanan, misalnya harus membayar bea masuk atau prosedur-prosedur lain yang akan dikenakan,” kata dia.(Sah)

 

2 dari 6 halaman

Garuda Indonesia dan Sriwijaya Resmi 'Cerai'

Dream – Hubungan kerja sama dua maskapai nasional, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan Sriwijaya Air Group resmi berakhir. Penyebabnya, ada sejumlah kesepakatan yang belum bisa terpenuhi dari kedua belah pihak. 

“ Karena keadaan dan beberapa hal yang belum diselesaikan oleh kedua belah pihak, Sriwijaya memutuskan untuk melanjutkan bisnisnya sendiri,” ujar Direktur Pemeliharaan dan Layanan Garuda Indonesia, Iwan Juniarto, melalui pesan yang diterima Dream, Kamis 7 November 2019.

 

 

Iwan mengatakan Sriwijaya kini tak lagi menjadi anggota Garuda Indonesia Group. Hubungan dua maskapai ini akan berlanjut dalam skema sesama pelaku bisnis.

“ Hubungan antara Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Group akan dilanjutkan pada basis business-to-business,” kata dia.

Dikonfirmasi Dream tentang pesan ini, pihak Garuda belum memberikan tanggapan.

3 dari 6 halaman

Sempat Berpisah

Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group sempat menjalin kerja sama operasi. Hal ini berkaitan dengan maskapai swasta yang sedang mengalami masalah keuangan.

Dalam prosesnya, dikutip dari Liputan6.com, hubungan bisnis ini mulai bermasalah pada September lalu. Hal ini menyebabkan perombakan susunan direksi Sriwijaya hingga ada yang mengundurkan diri.

Keduanya kembali rujuk dengan alasan mempertimbangkan tiga hal, yaitu keselamatan, kepentingan pelanggan, dan menyelamatkan aset negara

4 dari 6 halaman

Garuda Indonesia Copot Logo Perusahaan di Pesawat Sriwijaya Air

Dream – Garuda Indonesia Group mencabut semua logo Garuda Indonesia di armada pesawat milik Sriwijaya Air Group. Pencabutan ini menindaklanjuti perkembangan yang terjadi atas dispute kerja sama manajemen (KSM) dua perusahaan penerbangan tersebut.

“ Pencabutan logo Garuda Indonesia pada armada Sriwijaya Air tersebut merupakan upaya dalam menjaga brand Garuda Indonesia Group khususnya mempertimbangkan konsistensi layanan Sriwijaya Air Group yang tidak sejalan dengan standarisasi layanan Garuda Indonesia Group sejak adanya dispute KSM tersebut,” kata Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, M. Ikhsan Rosan, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 25 September 2019.

Ikhsan mengatakan manajemen sebenarnya menyayangkan keputusan pencabutan logo tersebut. Tapi, mereka tetap melakukan hal tersebut karena tingkat safety dan layanan yang dihadirkan dalam penerbangan lebih menjadi perhatian perusahaan.

Sebelum memutuskan pencabutan logo tersebut, Garuda juga telah mempertimbangkan matang keputusannya. Tujuannya agar komitmen kerja sama manajemen Garuda dan Sriwijaya benar-benar dipahami.

“ Adapun pencabutan logo Garuda pada armada Sriwijaya Air tersebut ini sedang dalam proses pengerjaan lebih lanjut,” kata dia.  

5 dari 6 halaman

Dirut Sriwijaya Air Diberhentikan, Siapa Penggantinya?

Dream - Maskapai penerbangan Sriwijaya Air merombak jajaran direksi. Mereka memberhentikan Direktur Utama, Joseph Adriaan Saul. 

Pemberhentian itu tertuang dalam Surat Pemberitahuan No. 001/Plt.DZ/EXT/SJ/IX/2019. Dalam surat yang diterima Dream, Selasa 10 September 2019, pemberhentian Joseph merupakaan keputusan dewan komisaris perusahaan yang dibuat pada 9 September 2019.

Selain direktur utama, Sriwijaya juga memberhentikan Director of Human Capital and Service Sriwijaya, Harkandri, dan Director of Commercial, Joseph K. Tendean.

 

 

Maskapai mengangkat Anthony Raimond Tampubolon sebagai Plt. Direktur Utama, Director of Human Capital and Service, dan Director of Commercial.

Lalu, Robert D. Waloni sebagai Pelaksana Tugas Harian Direktur Utama dan Rifai sebagai Pelaksana Tugas Harian Director of Commercial Sriwijaya Air.

6 dari 6 halaman

Penjelasan Lengkap Garuda Indonesia `Cerai` dengan Sriwijaya Air

Dream – Manajemen Garuda Indonesia Airlines Group menegaskan hubungan kerja sama dengan Sriwijaya Air Group saat ini hanya sebatas bisnis. Seluruh kewajiban yang dimiliki Sriwajaya akan menjadi tanggung jawab sendiri.

Penegasan tersebut disampaikan Vice President Garuda, M. Ikhsan Rosan dalam keterangan tertulis Garuda Indonesia Airlines Group, Kamis 7 November 2019.

Menurut Rosan, keterangan yang disampaikan oleh Direktur Teknik dan Layanan Garuda Indonesia, Iwan Joeniarto, sebetulnya ditujukan kepada perusahaan penyewaan pesawat, Lessor, yang  bertanya tentang posisi Garuda atas Sriwijaya.

 

 

“ Disampaikan bahwa hubungan keduanya saat ini adalah sebatas pada hubungan business to business dan tanggung jawab Sriwijaya kepada lessor menjadi tanggung jawab Sriwijaya sendiri,” kata Ikhsan.

Garuda saat ini sedang bernegosiasi dengan pemegang saham Sriwijaya terutama terkait penyelesaian kewajiban dan utang perusahaan kepada institusi negara. Beberapa institusi itu diantaranya  BNI, Pertamina, Garuda Maitenance Facility, dan Gapura Angkasa. 

Rosan menjelaskan kerjasama Garuda Group dengan manajemen Sriwijaya awalnya memang bertujuan untuk mengamankan aset dan piutang negara di maskapai tersebut.

“ Garuda Indonesia berharap Sriwijaya beritikad baik atas penyelesaian-penyelesaian kewajiban-kewajiban mereka kepada institusi negara seperti yang disebutkan di atas,” kata dia.(Sah)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone