Sindir Pedas Presiden Xi Jin Ping, Miliarder China Dibui 18 Tahun

Reporter : Ulyaeni Maulida
Jumat, 25 September 2020 07:48
Sindir Pedas Presiden Xi Jin Ping, Miliarder China Dibui 18 Tahun
Ia dituduh melakukan tindakan korupsi.

Dream – China dikabarkan menghukum seorang mantan eksekutif dari sebuah grup real estate. Miliarder itu dinilai melontarkan kritik terlalu tajam karena menyebut presiden Xi Jinping sebagai seorang badut.

Ren Zhiqing, sebelumnya secara terbuka mengkritik presiden terkait upaya China dalam memberantas virus corona.

Namun dalam dakwaannya, Ren Zhiqing dihukum karena tindakan korupsi sehingga ia harus menerima hukuman penjara selama 18 tahun.

Menurut Pengadilan di Beijing, Ren dihukum karena keuntungan ilegal yang ia dapatkan.

Namun, beberapa kritikus berkeyakinan hukuman yang diberikan akibat perbedaan pendapat. Dan hukuman tersebut dianggap terlalu keras.

1 dari 3 halaman

Dijuluki Canon Ren

Ilustrasi© Freepik

Ren pun diberikan julukan sebagai “ Canon Ren” karena pendapatnya yang blak-blakan. Ia ditahan sejak Maret lalu. Setelah melontarkan pendapatnya kepada presiden.

Ren pun diselidiki karena melanggar disiplin. Ia juga dikeluarkan dari Partai Komunis yang tengah berkuasa.

Ia didakwa atas kejahatan ekonomi seperti penggunaan dana resmi untuk bermain golf dan menggunakan ruang kantor dan tempat tinggal secara gratis.

 

2 dari 3 halaman

Kembalikan dan Tak Banding

Dalam putusan pengadilan pada 11 September lalu, Ren dikatakan telah membayar kembali semua uang yang ia peroleh secara tidak sah.

Ia juga secara sukarela mengakui segala tuduhan yang diberikan. Ren juga dinyatakan siap menerima hukuman dan tidak mengajukan banding.

Ilustrasi© Freepik

Zhang Ming, seorang pensiunan profesor ilmu politik di Universitas Renmin, mengecam hukuman itu sebagai sesuatu yang terlalu kasar.

Ini hanya menunjukkan siapapun yang berani menentang rezim akan ditindak tegas.

 

3 dari 3 halaman

Bukan kejadian pertama

Selama masa jabatan Presiden Xi, China telah menekan berbagai perbedaan pendapat dan melakukan kampanye agresif untuk melawan korupsi.

Awal bulan ini, Geng Xiaonan, seorang penerbit yang vokal mendukung suara-suara seperti Ren dan mantan profesor hukum, Xu Zhangrun juga ditahan polisi Beijing atas tuduhan operasi bisnis ilegal.

Xu, yang pernah mengajar di Universitas Tsinghua memberikan kritik pada Xi karena mencoba membawa Revolusi Kebudayaan kembali ke China.

Ia ditahan oleh polisi Beijing pada awal Juli setelah dituduh mencari psk. Univeristas Tsinghua pun memecat Xu dan mencabut izin mengajarnya. 

(Sumber: dailystar.co.uk)

Beri Komentar