Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Roel Mustofa Dan Janda Yang Disantuninya
Dream - Aroma harum masakan meruap. Perempuan paruh baya itu memindahkan masakan yang dibuatnya ke enam mangkok. Nasi dan lauk tak lupa dia siapkan.
Setelah tertata rapi, dimintanya anak tertuanya mengantar mangkok-mangkok itu. Ke teman-teman mengajinya.
Ingatan itulah yang barangkali menempel di kepala Roel Mustofa. Sejak sang ibunda meninggal, kebiasaan itu nyaris punah.
Setahun belakangan ingatan itu kembali muncul. Tapi, dia berinovasi. Bukan masakan matang yang diberikan. Bahan-bahan pokok dia santunkan.
Sasarannya perempuan tua yang tak lagi punya suami. Janda, orang menyebutnya.
Kebiasaan itu mulai `meracuni` Roel. Dia kerap bertemu janda-janda tua, janda pemulung, dan pengemis janda di jalanan. Di Desa Ciseeng, Bogor, Jawa Barat, dia trenyuh melihat janda tua berburu keong. Hama padi itu dijual sang janda Rp2000 per kaleng.
Dari situlah ide `berburu` janda muncul. Dia berhitung. Menetapkan nazar. 1000 janda dikejar.
Lelaki kelahiran Jakarta, 2 April 1973 itu menyusuri gang-gang sempit di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi. Mencari tahu janda tua yang patut dikasihi.
“ Mudah-mudahan dengan nazar itu rezeki saya bisa bertambah,” kata Roel kepada Dream, akhir Oktober lalu.
Pria bertubuh tambun itu mengatakan, bertemu janda-janda tua punya kebahagiaan tersendiri. Tingkahnya yang lucu kerap menjadi penghibur para janda. Melupakan kepiluan yang dirasa.
Tak hanya melucu. Roel juga kerap mendengarkan curhat, cerita dan keluh kesah para janda tua yang ditemuinya. Roel membuat merekam adegan demi adegan, pertemuan dengan para janda. Terkadang mengabadikan momen melalui foto.
Membantu para janda tua itu butuh kerja keras ekstra. Kocek pun dia keluarkan. Rp5 juta hingga Rp10 juta dikeluarkan demi membantu para janda.
Dia menolak punya penghasilan besar. Dalam bersedekah dia bersiasat. Tak langsung 100 orang.
“ Jika cukupnya 50 ya saya kasih 50 puluh,” ucap dia.
Roel mengunggah kisah para janda tua yang dibantunya ke media sosial, Facebook pribadinya. Catatan di Facebook itu diamati seorang perempuan bernama Fissilmi Hamida.
Fissilmi yang berkuliah di Inggris, kerap mengunggah ulang kisah Roel. Dan viral ah kisah Lelaki 1000 Janda itu.
Banyak orang terinspirasi. Gerakan serupa dibuat. Dari Lampung hingga Surabaya. Sukarelawan bermunculan. Membantu Roel mendonasikan santunan. Selain bergerak sendiri, Roel juga dibantu Sekolah Relawan.
***
“ Saya saja bingung, awalnya kan mau masuk surga, kenapa jadi masuk tivi?” kata Roel berkelakar.
Itu jawaban Roel saat menanggapi aksinya yang viral. Tetapi, bagi dia, bukan itu ketakutan besar yang dirasakan.
Dia hanya takut kisahnya disangkut-pautkan dengan poligami yang beberapa bulan lalu marak. Padahal, dia tak ingin mengarahkan aksinya ke situ.
Bagi dia, berbagi dengan janda tua merupakan ajakan untuk tak foya-foya.
“ Saya ngerasain janda yang penghasilannya Rp10 ribu, harus hidupin anak dan masak, itu luar biasa. Dibanding kita yang ngopi di Starbucks saja sudah Rp50 ribu-an,” ucap Roel.
Roel ingin memberi manfaat bagi para janda tua itu. Mengubah mereka dari penerima manfaat menjadi pemberi manfaat.
Ibu Deli contohnya. Janda perempuan beranak satu itu ditemui Roel di daerah Bogor. Untuk menghidupi putrinya Deli memulung. Meski kondisi tangan dan kakinya tak sempurna.
Deli, kata Roel, berasal dari Sumatera Barat. Pada 2009, keluarga Deli menjadi korban Gempa Padang. Suaminya meninggal, hartanya ludes tak bersisa.
Deli harus meneruskan hidup. Dia merantau. Mengajak putri semata wayangnya ke Ibu Kota. Deli dan putrinya menetap di Pondok Cabe, Tangerang, Banten. Terlunta-lunta, mereka berpindah ke Bogor.
“ Tidur di lapak pemulung,” kata Roel.
Roel mengikuti keseharian mereka. Selama memulung, Deli meninggalkan putrinya seorang diri bersama para pemulung laki-laki.
Tak ingin putri Deli mendapat pelecehan, Roel meminta keluarga kecil itu pindah ke rumah kontrakan. Selama mendekati keluarga itu, Roel tahu Deli dapat membuat sate padang.
Gayung bersambut. Roel membantunya berjualan sate padang.
“ Alhamdulillah setelah berjalannya waktu empat bulan, saya bantuin penjualan, sate padangnya punya dua gerobak. Dan bahkan tiap bulannya, dia menititpkan sedekah ke saya. Itu sih yang bikin saya terharu,” ucap dia.
***
Roel tak hanya memburu janda, menyantuni dan mengunggah di media sosial. Beberapa janda yang dibina kini sudah berubah ekonominya. Yang pemulung jadi pengepul, yang pemburu keong jadi penampung.
Akhir tahun ini, dia membuat target. Menyantuni 500 janda. Dia selalu berkonsultasi dengan sang istri. Tak ada rasa cemburu yang muncul. Bahkan, terkadang, sang istri mencarikan janda-janda tua untuk dibantu.
" Bi, ini ada janda nih. Segini (umurnya) baru ditinggal meninggal."
Roel tak hanya memburu janda. Beberapa waktu lalu hatinya tergugah membantu etnis Rohingya. Dia pergi ke Rakhine. Menyalurkan bantuan.
Meski aktivitasnya padat, dia menyempatkan bertemu dengan janda-janda `miliknya`. Jika tak dapat dia membuka layar aplikasi di ponsel. Menghubungi relawan yang sedang berkunjung. Dan mengajak janda-janda tua itu video call.
Senyum dan tawa para janda itu membuncah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya