Melihat Kekuatan Industri Halal Malaysia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 24 Mei 2017 06:42
Melihat Kekuatan Industri Halal Malaysia
Target ini terdapat dalam masterplan industri halal mereka.

Dream – Malaysia menjadikan industri halal sebagai mesin pertumbuhan ekonomi. Bahkan, negeri jiran ini membuat masterplan industri halal untuk periode 2008-2020 agar menjadi menjadi motor perekonomian.

Salah satunya, mereka membidik peningkatan kontribusi industri halal terhadap pertumbuhan ekonomi

Vice President Industry Development Halal Industry Development Corporation, Ahmad Lokman Ibrahim, mengatakan, industri halal menjadi salah satu agenda nasional. Dalam masterplan itu, Ahmad mengatakan Malaysia membidik kontribusi industri halal terhadap pertumbuhan ekonomi, meningkat pada tahun 2020.

“ Kontribusi saat ini terhadap GDP (gross domestic product) ditargetkan 8,7 persen. Sekarang, (kontribusinya) 7,5 persen,” kata dia dalam acara “ Meraup Peluang Emas Bisnis Halal Global” di Jakarta, Selasa 23 Mei 2017.

Ahmad mengatakan, pada 2020, ekspor produk halal pun diprediksi akan meningkat dari 42 miliar ringgit (Rp130,15 triliun) menjadi 50 miliar ringgit (Rp154,95 triliun) dan investasi sektor halal naik dari 11,9 miliar ringgit (Rp36,87 triliun) menjadi 15 miliar ringgit (Rp46,48 triliun). Selain itu, industri halal diharapkan juga bisa mengerek jumlah UKM halal yang menjadi eksportir dari 1.050 UKM menjadi 1.600 UKM.

“ Sektor halal juga ditargetkan menyerap tenaga kerja dari 249 ribu pekerja menjadi 300 ribu pekerja,” kata dia.

Ahmad menambahkan, pemerintah Malaysia juga membentuk Halal Council Malaysia yang bertugas untuk merumuskan dan mengawal strategi pengembangan produk halal. Komisi ini dipimpin oleh Deputi Perdana Menteri Malaysia serta beranggotakan 11 kementerian dan 3 lembaga pemerintah.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone