Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Siapa Saja Buruh Yang Sukses Jadi Miliarder? (Foto: Shutterstock.com/ilustrasi)
Dream – Menjadi buruh pabrik tidak berarti kehilangan harapan untuk menjadi lebih sukses. Ada sebagian buruh pabrik yang berhasil membalikkan nasib menjadi lebih baik.
Malah, ada bekas buruh pabrik yang berhasil menjadi orang terkaya di dunia. Dilansir dari Liputan6.com, Kamis 3 Mei 2018, bekas buruh pabrik yang sukses pertama adalah Leonardo Del Vecchio.
Pria ini dibesarkan di panti asuhan. Supaya bisa mandiri secara finansial, Del Veccio memutuskan untuk bekerja di pabrik.
Sayangnya, di sana, dia harus kehilangan jarinya karena kecelakaan kerja. Anak sulung dari lima bersaudra ini bekerja di pabrik pembuatan bingkai kaca mata.

Di usia 23 tahun, dia membuka gerai pembuatan kaca mata sendiri. Kini, bisnisnya berubah menjadi produsen kaca mata terbesar di dunia, Luxoticca. Del Vecchio menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan harta US$22,5 miliar (Rp314,25 triliun).
Kedua, Li Kashing.
Miliarder Hong Kong menjadi tulang punggung keluarga sejak berusia 13 tahun. Ayahnya meninggal karena penyakit TBC. Selama bekerja, Li memberikan 90 persen gaji untuk sang ibu. Keberhasilan dalam mencari nafkah untuk keluarga mengajarinya tentang nilai social dan sikap dermawan.

Pada tahun 1950, Li Kashing ingin keluar dari jerat kemiskinan. Dia pun membuka usahanya sendiri, yaitu Cheung Kong Industries. Berkat bisnis dan kerja kerasnya, Li menjadi orang terkaya di Asia dengan harta US$34,5 miliar (Rp481,89 triliun).
Ketiga, Zhou Qunfei.
Wanita ini lahir di Hunan, Tiongkok. Ibunya meninggal dunia ketika Zhou berusia lima tahun, sementara ayahnya lumpuh karena kecelakaan pabrik. Kemudian, dia membantu keluarga dengan beternak babi dan bebek.

Pada 1993, Zhou bekerja di pabrik pembuatan lensa. Situasinya tak membaik karena dia bekerja di pabrik yang buruk. Setelah mendapatkan promosi, Zhou mengumpulkan uang US$3 ribu untuk membuka toko kaca jam bersama saudara-saudaranya. Dia menjadi salah satu wanita terkaya di dunia dengan total kekayaan mencapai US$7,1 miliar (Rp99,17 triliun).
(ism, Sumber: Liputan6.com/Siska Amelie F. Deil)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
