Sebal Karena Waktu Terbuang Sia-sia, Ini 3 Trik Mengatasinya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 21 Juni 2017 09:15
Sebal Karena Waktu Terbuang Sia-sia, Ini 3 Trik Mengatasinya
Setiap orang diberi waktu yang sama, 24 jam dalam sehari. Kamu yang tergolong tipe yang sering buang waktu sia-sia atau pintar menyiasatiny?

Dream Sahabat Dream, mengatur waktu sepintas terlihat seperti perkara mudah. Tetapi, tetap saja masih banyak orang kesulitan menjalankannya. 

Tak jarang kita menasihati diri sendiri untuk mengatur waktu dengan lebih baik. Waktu yang teratur sangat baik untuk meningkatkan efisiensi, penghematan, dan mengurangi stres.

Ya, memang banyak yang tahu manfaat manajemen waktu. Tapi tak sedikit pula yang tidak bisa menjalankannya.

Banyak dari kita yang menyadari tidak punya waktu karena banyak tugas yang harus diselesaikan. Jika kerap bekerja pada menit-menit terakhir atau terlambat memasukkan tugas, manajemen waktu Sahabat Dream memerlukan bantuan.

Dilansir Lifehack, Rabu, 21 Juni, hal yang perlu diingat adalah manajemen waktu yang baik tidak selalu fokus pada kuantitas. Untuk semua orang, manajemen waktu sama dengan mendapatkan banyak hal dalam waktu yang sedikit.

Misalnya, Anda bisa mengerjakan dua hal dalam 10 jam tepat waktu. Tanpa keraguan, semuanya yang ada dalam daftar to-do-list.

Apakah itu efektif untuk manajemen waktu yang baik?

Ada yang lebih efektif, yaitu fokus terhadap kualitas. Manajemen waktu ini pada dasarnya mengorganisasi dan merencanakan seberapa besar waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan suatu tugas. Nah, pola manajemen ini paling efektif.

Fokus terhadap hasil daripada aktivitas. Itu baik untuk menjaga seberapa besar yang telah Anda lakukan, tapi juga penting untuk memutuskan seberapa besar nilai tambah dari pekerjaan.

Berikut ini adalah tiga cara untuk meningkatkan kemampuan manajemen waktu.

Memprioritaskan tugas berdasarkan kepentingan dan urgensi

Berdasarkan prinsip Eisenhower, tugas penting dan tugas mendesak itu berbeda. Tugas penting itu adalah tugas yang akan membawa Anda untuk mencapai tujuan karier. Sedangkan tugas mendesak adalah tugas yang harus dikerjakan sesegera mungkin.

Ada empat prioritas yang harus dikerjakan dalam daftar pekerjaan.

1. Penting dan mendesak. Tugas ini harus dikerjakan pertama kali. Jangan menunggu menit-menit terakhir untuk mengerjakannya.

2. Penting, tapi tidak mendesak. Aktivitas ini sangat penting untuk meraih tujuan karier.

3. Tidak penting tapi mendesak. Nah, kalau yang ini, jangan sungkan untuk menolak tugas jika Anda sedang banyak pekerjaan. Tidak masalah juga jika mendelegasikan pihak lain untuk mengerjakan tugas ini.

4. Tidak penting dan tidak mendesak: Selalu hindari tugas ini. Mereka bisa membuat pikiran dan konsentrasi Anda terpecah.

Kunci utamanya, luangkan waktu lebih untuk menghadapi kemungkinan tugas yang selesai harus direvisi.

Temukan Pola Pengerjaan Tugas

Ada banyak pendekatan terhadap satu tugas dan semuanya efektif.  Tapi ada yang lebih efektif, saat tenaga dan waktu yang dikeluarkan sedikit, namun keuntungan yang didapatkan lebih besar.

Salah satu cara untuk memaksimalkan semuanya adalah menemukan pola umum dalam tugas.

Selain itu, persiapkan alur kerja sehingga Anda bisa menyelesaikan semua tugas dengan lancar tanpa perlu menghabiskan waktu dan tenaga ekstra.

Luangkan Waktu untuk Istirahat

Terkadang, menghabiskan waktu terlalu panjang untuk mengerjakan tugas membuat badan pegal-pegal. Tidak ada waktu yang diluangkan untuk mengendurkan otot-otot yang kencang.

Untuk membuat manajemen waktu menjadi lebih baik, sebaiknya Anda tidak menginvestasikan waktu banyak-banyak untuk tugas tertentu. Anda bisa menggunakan teknik Pomodoro untuk menghindari bekerja lembur. Luangkan waktu istirahat 5 menit untuk beristirahat setiap 25 menit bekerja.

Beri Komentar