3 Daya Pikat Keuangan Syariah Bagi Investor Global

Reporter : Syahid Latif
Senin, 25 Mei 2015 13:15
3 Daya Pikat Keuangan Syariah Bagi Investor Global
Fenomena tarbaru membuktikan keuangan syariah kini telah memasuki arus utama keuangan global.

Dream - Meskipun memiliki pangsa pasar kecil dalam sistem keuangan global, industri keuangan syariah diakui telah berkembang pesat. Tingkat pertumbuhan tahunannya mencapai 10 sampai 15 persen selama satu dekade terakhir.

Aset keuangan syariah saat ini diperkirakan mendekati US$ 2 triliun, dibandingkan sekitar US$ 200 miliar pada akhir 1990-an. Banyak negara telah merangkul industri keuangan syariah, termasuk Bahrain, Brunei Darussalam, Indonesia, Republik Islam Iran, Malaysia, Pakistan, Sudan, dan Uni Emirat Arab.

Minat di industri keuangan syariah juga mulai muncul dari negara-negara non-Muslim misalnya, Inggris, Hong Kong, Tiongkok, Luksemburg dan Afrika Selatan.

Gloria Grandolini, Senior Director of Finance & Market Global Practice dari World Bank Group seperti dikutip Dream dari laman huffingtonpost.com, Senin, 25 Mei 2015 mengatakan fenomena ini membuktikan keuangan syariah kini telah memasuki arus utama keuangan global.

Menurut Gloria booming bisnis keuangan syariah di dunia dikarenakan prinsip-prinsip keuangan syariah mengikuti praktek-praktek terbaik tentang keuangan yang berasal dari akal sehat. Keunggulan inilah yang menambah daya tarik.

Fitur-fitur yang membedakan keuangan syariah dari sistem konvensional di antaranya, larangan untuk mengambil dan memberikan bunga, menonjolkan pembagian keuntungan dan kerugian secara adil, larangan melakukan bisnis yang tidak transparan, mengharuskan transaksi dengan jaminan aset yang nyata, mengutamakan tanggung jawab sosial dan keuangan yang penuh etika.

Keuangan syariah tidak hanya mendapatkan pengakuan yang lebih luas di pasar keuangan, namun juga menjadi " alternatif" sumber pendanaan yang layak untuk mengatasi tantangan perkembangan keuangan yang penuh tekanan, menghilangkan kemiskinan dan meningkatkan kemakmuran bersama di negara berkembang dan negara dengan ekonomi maju.

Gloria menilai setidaknya ada tiga alasan pemicu booming keuangan syariah. Pertama, keuangan syariah dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan ekonomi, mengingat ada hubungan langsung ke aset fisik dan ekonomi riil.

" Pembagian keuntungan dan kerugian secara adil mendorong penyediaan dukungan keuangan untuk usaha produktif yang dapat meningkatkan output dan menciptakan lapangan kerja," katanya.

Kedua, dengan memperluas jangkauan dan produk, keuangan syariah dapat membantu meningkatkan akses keuangan dan mendorong masuknya orang-orang yang kini tersingkirkan dari jasa keuangan. Khususnya, keuangan syariah menekankan pembiayaan model kemitraan, yang bisa meningkatkan akses orang miskin dan usaha kecil mendapatkan modal.

Pemicu ketiga adalah keuangan syariah membantu memperkuat stabilitas keuangan. Sejumlah bukti empiris menunjukan lembaga keuangan syariah lebih tahan terhadap guncangan yang tak terduga, sehingga berkontribusi terhadap stabilitas keuangan secara keseluruhan.

Meskipun dalam beberapa tahun ini pertumbuhan keuangan syariah cepat dan memiliki potensi yang jelas untuk pembiayaan pembangunan, harus diakui bahwa keuangan syariah masih dalam tahap awal pengembangan.

Beri Komentar