3 Jawaban Cerdas dan Buruk saat Interview Kerja

Reporter : Sugiono
Rabu, 12 Oktober 2016 07:43
3 Jawaban Cerdas dan Buruk saat Interview Kerja
Terkadang, pelamar kerja grogi menjawab pertanyaan saat wawancara kerja.

Dream – Jika bermimpi ingin memiliki karier yang bagus, wawancara kerja menjadi pintu gerbang utama yang harus dilewati. Wawancara kerja akan sangat berpengaruh pada kehidupan pekerjaan selanjutnya.

Pertanyaan yang diajukan saat wawancara kerja bisa membuat Anda sedikit grogi dan takut. Anda dituntut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan cerdas tanpa mengurangi penilaian terhadap seseorang.

Jadi, sangatlah penting untuk menyiapkan jawaban-jawaban cerdas saat menjalani sesi wawancara kerja.

Berikut ini ada beberapa jawaban cerdas untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan oleh pewawancara dilansir dari Business Insider, Rabu 12 Oktober 2016.

1 dari 3 halaman

Mengapa Pekerjaan Itu Diinginkan?

Pelamar mungkin belum tahu apakah benar-benar menginginkan pekerjaan yang diajukan. Ketika pertanyaan itu datang, mereka pun harus menjawabnya dengan cara elegan.

Jawaban cerdas ini bisa dilontarkan, " Saya tidak pernah mendengar banyak tentang perusahaan Anda ketika pertama kali melihat iklan pekerjaan Anda. Tapi saya sudah belajar banyak tentang perusahaan sejak saat itu. Pekerjaan itu sendiri terdengar sangat menyenangkan dan menarik, terutama karena perusahaan Anda peduli tentang (sebutkan lembaga yang bekerja sama dengan perusahaan tersebut) dan saya baru saja menyelesaikan sebuah proyek untuk (sebutkan lembaga yang bekerja sama dengan perusahaan tersebut)."

" Saya juga sangat terkesan bahwa perusahaan Anda yang menjadi pendukung kuat untuk (sebutkan kegiatan sosial di sini). Saya ingin mendengar semua tentang perusahaan Anda - apa pun yang Anda ingin beritahu kepada saya."

Sementara jawaban umum dan lemah akan terdengar seperti, " Dalam iklan lowongan pekerjaan itu, perusahaan Anda sepertinya perusahaan besar dan lowongan ini merupakan peluang yang bagus."

Jawaban umum dan lemah akan langsung dilupakan oleh pewawancara. Mungkin pewawancara tidak akan membuat catatan apa pun ketika menjawab pertanyaan itu dengan datar.

 

2 dari 3 halaman

Mengapa Kami Harus Menerima Anda?

Ketika mendapat pertanyaan ini, jawaban cerdas yang seharusnya diberikan akan berbunyi, " Itu pertanyaan yang bagus. Saya yakin Anda akan bertemu sejumlah orang berbakat. Bolehkah saya menjelaskan pengetahuan saya tentang pekerjaan ini dan seberapa dekat saya dengan apa yang Anda cari?"

(Pewawancara: Tentu)

Pelamar: " Baiklah, tampaknya prioritas tertinggi Anda untuk posisi ini adalah membangun traffic dan konversi situs perusahaan. Saya mendengar bahwa mendukung reseller adalah prioritas tinggi lainnya. Saya telah bekerja di dunia reseller sejak 2014, membantu mereka (bla-bla-bla)"

Jawaban itu seolah pencari kerja mengkomunikasikan bahwa latar belakangnya sangat cocok untuk pekerjaan itu. Tetapi yang lebih penting bahwa mereka telah memahami kebutuhan perusahaan dan memikirkan tentang solusinya.

Cara yang paling tepat untuk membangun kredibilitas pelamar saat wawancara kerja adalah membiarkan pewawancara tahu bahwa dia memahami posisinya dan perusahaan.

Sementara jawaban yang lemah akan berbunyi, " Saya seorang karyawan yang suka bekerja keras, tepat waktu dan dapat diandalkan serta memiliki kemampuan komunikasi yang tinggi."

Siapa saja bisa mengatakan hal itu. Jawaban tersebut tidak meyakinkan bagi kepentingan diri sendiri.

 

3 dari 3 halaman

Apa Kelemahan Terbesar Anda?

Ini adalah pertanyaan paling sulit yang mungkin akan selalu dihadapi setiap menghadapi wawancara kerja. Jawaban untuk pertanyaan seperti ini membutuhkan semua kualifikasi Anda sebagai pelamar yang profesional.

Jawaban cerdas yang bisa diberikan, " Saya biasa terobsesi dengan kelemahan saya. Saya mengambil kelas coding di malam hari meskipun tidak tertarik di dalamnya, tapi saya belajar banyak di kelas. Saya membaca banyak buku do-it-yourself ketika masih muda.

" Begitu saya dewasa saya menyadari lebih banyak bahwa pekerjaan saya adalah untuk mencari tahu apa yang saya lakukan dengan baik, dan fokus untuk mendapatkan yang lebih baik sehingga saya bisa memberikan kontribusi yang lebih besar. Ada begitu banyak hal yang saya tidak kuasai - golf dan Power Point dan hal-hal lain. Tetapi daripada fokus pada hal-hal itu, saya menghabiskan sebagian besar energi saya dalam menulis, mengedit dan mengajar, tiga hal yang saya suka."

Banyak pencari kerja salah kaprah bahwa mereka lebih baik tidak terlalu banyak bicara dengan memberikan sesedikit mungkin informasi kepada pewawancara. Itu kesalahan besar! Tugasnya adalah untuk tetap membuat pewawancara terbangun, jangan buat mereka bosan dan mengantuk saat mendengar jawabannya yang datar dan tidak menarik.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone