Geger Laporan 300 Mahasiswa RI di Taiwan Dipaksa Kerja di Pabrik

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 2 Januari 2019 16:10
Geger Laporan 300 Mahasiswa RI di Taiwan Dipaksa Kerja di Pabrik
Universitas `nakal` mengakali peraturan agar tidak melanggar.

Dream – Seorang anggota legislator Taiwan mengungkapkan fakta mengejutkan tentang kondisi mahasiswa Indonesia yang belajar di negara pecahan China tersebut. Ko Chihen, nama legislatir itu menuding enam universitas di Taiwan mengirim ratusan mahasiswa Indonesia ke pabrik manufaktur untuk menjalani kerja paksa.

Dikutip dari Taiwan News, Rabu 2 Januari 2019, enam universitas ini telah menandatangani perjanjian pelajar dari New Southbound Policy (NSP) untuk mengisi posisi buruh manual di pabrik. Hal ini diungkapkan oleh Liberty Times.

Legislator Kuomintang, Ko Chihen, mengatakan para pelajar ini diizinkan untuk masuk ke kelas selama 2 hari per minggu dan mendapatkan 1 hari untuk beristirahat. Ketika berada di pabrik, mereka harus mengepak 30 ribu lensa kontak selama 10 jam per shift.

Ko mengatakan ada 300 pelajar Indonesia di bawah 20 tahun, yang dikirim oleh Hsing Wu University ke Distrik Linkou, New Taipei City, melalui seorang broker. Para pelajar ini menghadiri kelas internasional khusus. Mereka pergi melalui Departemen Manajemen Informasi pada pertengahan Oktober tahun lalu, dikutip dari China Times.

Padahal, Kementerian Pendidikan melarang mahasiswa tingkat pertama untuk magang. Agar tidak melarang, universitas merancang agar pelajar bisa bekerja di pabrik dengan kelompok.

Kelas hanya diadakan setiap Kamis dan Jumat. Selama Minggu—Rabu, para pelajar ini diberangkatkan dengan bus wisata ke sebuah pabrik di Hsinchu. Ratusan pelajar ini bekerja secara shift dari pukul 07.30 hingga 19.30. Hanya ada satu sesi istirahat selama 2 jam. Mereka harus berdiri selama 10 jam untuk mengemas 30 ribu lensa kontak.

2 dari 3 halaman
asset dream.co.id
Beri Komentar
Jusuf Kalla Akui Jokowi Tidak Otoriter