Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Jokowi Meresmikan Tol Bocimi Seksi I Ciawi-Cigombong. (Foto: Kementerian BUMN)
Dream – Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi I Ciawi-Cigombong baru saja diresmikan. Jalan Tol Bocimi ini diproyeksikan sepanjang 54 kilometer dan rampung pada 2020.
Penyelesaian tol ini bersama dengan jalur kereta api rel ganda Bogor-Sukabumi yang pembangunannya sedang berjalan.
" Alhamdulillah, kemarin saya meresmikan beroperasinya Jalan Tol Bocimi Seksi I yang menghubungkan Ciawi-Cigombong sepanjang 15,35 km," tulis Jokowi di akun Instagram @jokowi, Senin 3 Desember 2018.
Dia mengatakan, jalan tol ini mangkrak selama 21 tahun dan telah bergonta-ganti investor. Padahal, penetapan lelang Tol Bocimi sudah ditetapkan tahun 1997.
" Investor pembangunannya beberapa kali berganti," tulis dia.
Selain pembangunannya mangkrak, ada sederet fakta menarik tentang Tol Bocimi. Berikut ini fakntanya:
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan pengguna tidak dikenakan biaya tol alias digratiskan selama seminggu ke depan.
“ Selama seminggu tidak akan dikenakan tarif. Untuk sosialisasi. Seminggu setelah diresmikan Pak Presiden," kata dia.
Setelah seminggu, tarif tol ditetapkan Rp1.000 per km. Misalnya, 15 km akan dikenakan tarif Rp15 ribu. Tarif ini berlaku untuk golongan I. Untuk golongan lainnya, akan dihitung sesuai rumus yang ditentukan.
" Rp1000 untuk tiap kilometer itu untuk golongan I ya nanti golongan II dan III, 1,5 kali (tarif golongan I). Untuk golongan IV dan V, 2 kali (tarif golongan I)," kata dia.
Tak hanya itu, jalan tol ini juga menawarkan pemandangan yang indah. Jokowi mengatakan sepanjang ruas Tol Ciawi-Sukabumi seksi I, ada pemandangan Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango.
" Saya lihat tadi kanan kiri betapa sangat indahnya dan cantiknya alam yang ada di sini. Apa itu yang menyebabkan lama," kata dia.
Jokowi mengharapkan beroperasinya tol Bocimi bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Utamanya, di wilayah Sukabumi.
Dikutip dari Merdeka.com, Jokowi mengatakan bahwa Sukabumi punya potensi pariwisata yang besar. Ada wisata alam seperti geopark, pantai, dan gunung.
" Sehingga kami harapkan ekonomi di Sukabumi bisa berkembang, terutama sisi pariwisata," kata dia.
Jika tol Bocimi sudah selesai dan beroperasi sepenuhnya, jalan tersebut bisa menjadi jalur alternatif menuju Jawa Barat bagian selatan.
Terutama bagi angkutan logistik yang selama ini harus berhadapan dengan kemacetan pada ruas jalan Ciawi-Cigombong-Cicurug-Cibadak.
Tol akan memangkas jarak dan waktu tempuh Bogor-Sukabumi yang berjarak sekitar 67 km bila melalui jalan arteri. Dari semula sekitar 4,5 hingga 5 jam menjadi sekitar 40 menit.
Dikutip setkab.go.id, Jokowi berharap Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi ini nanti akan bersambung. Setelah Sukabumi, lanjut Jokowi, akan bersambung ke Cianjur, lalu ke Bandung, dan langsung terus ke timur ke Cilacap.
“ Oleh sebab itu, sekali lagi, saya sangat berbahagia sekali pada siang hari ini bisa meresmikan Jalan Tol Ciawi–Sukabumi ini untuk Seksi 1 Ciawi – Cigombong,” kata dia.
Mantan gubernur DKI Jakarta ini menekankan masa tempuh Bogor ke Sukabumi yang selama ini normalnya 5 jam tidak bisa diterus-teruskan.
Ia mengingatkan, mobilitas orang, mobilitas barang, mahalnya transportasi, harus betul-betul bisa diselesaikan dengan nantinya jalan tol ini.
“ Kita harapkan bisa berkembang ekonomi yang ada di Sukabumi, terutama sisi pariwisata yang kita lihat, saya kira memiliki kekuatan yang besar Kabupaten Sukabumi, siap berkembang dengan baik,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya