Diresmikan Usai 21 Tahun Mangkrak, Ini 5 Fakta Menarik Tol Bocimi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 3 Desember 2018 12:43
Diresmikan Usai 21 Tahun Mangkrak, Ini 5 Fakta Menarik Tol Bocimi
Jokowi mengatakan, jalan tol ini mangkrak selama 21 tahun dan telah bergonta-ganti investor. Padahal, penetapan lelang Tol Bocimi sudah ditetapkan tahun 1997.

Dream – Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi I Ciawi-Cigombong baru saja diresmikan. Jalan Tol Bocimi ini diproyeksikan sepanjang 54 kilometer dan rampung pada 2020.

Penyelesaian tol ini bersama dengan jalur kereta api rel ganda Bogor-Sukabumi yang pembangunannya sedang berjalan.

" Alhamdulillah, kemarin saya meresmikan beroperasinya Jalan Tol Bocimi Seksi I yang menghubungkan Ciawi-Cigombong sepanjang 15,35 km," tulis Jokowi di akun Instagram @jokowi, Senin 3 Desember 2018.

Dia mengatakan, jalan tol ini mangkrak selama 21 tahun dan telah bergonta-ganti investor. Padahal, penetapan lelang Tol Bocimi sudah ditetapkan tahun 1997.

" Investor pembangunannya beberapa kali berganti," tulis dia.

Selain pembangunannya mangkrak, ada sederet fakta menarik tentang Tol Bocimi. Berikut ini fakntanya:

1 dari 5 halaman

Gratis Selama Seminggu

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan pengguna tidak dikenakan biaya tol alias digratiskan selama seminggu ke depan.

“ Selama seminggu tidak akan dikenakan tarif. Untuk sosialisasi. Seminggu setelah diresmikan Pak Presiden," kata dia.

Setelah seminggu, tarif tol ditetapkan Rp1.000 per km. Misalnya, 15 km akan dikenakan tarif Rp15 ribu. Tarif ini berlaku untuk golongan I. Untuk golongan lainnya, akan dihitung sesuai rumus yang ditentukan.

" Rp1000 untuk tiap kilometer itu untuk golongan I ya nanti golongan II dan III, 1,5 kali (tarif golongan I). Untuk golongan IV dan V, 2 kali (tarif golongan I)," kata dia.

2 dari 5 halaman

Punya Pemandangan yang Indah

Tak hanya itu, jalan tol ini juga menawarkan pemandangan yang indah. Jokowi mengatakan sepanjang ruas Tol Ciawi-Sukabumi seksi I, ada pemandangan Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango.

" Saya lihat tadi kanan kiri betapa sangat indahnya dan cantiknya alam yang ada di sini. Apa itu yang menyebabkan lama," kata dia.

3 dari 5 halaman

Genjot Pariwisata Sukabumi

Jokowi mengharapkan beroperasinya tol Bocimi bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Utamanya, di wilayah Sukabumi.

Dikutip dari Merdeka.com, Jokowi mengatakan bahwa Sukabumi punya potensi pariwisata yang besar. Ada wisata alam seperti geopark, pantai, dan gunung.

" Sehingga kami harapkan ekonomi di Sukabumi bisa berkembang, terutama sisi pariwisata," kata dia.

4 dari 5 halaman

Jadi Jalur Alternatif

Jika tol Bocimi sudah selesai dan beroperasi sepenuhnya, jalan tersebut bisa menjadi jalur alternatif menuju Jawa Barat bagian selatan.

Terutama bagi angkutan logistik yang selama ini harus berhadapan dengan kemacetan pada ruas jalan Ciawi-Cigombong-Cicurug-Cibadak.

Tol akan memangkas jarak dan waktu tempuh Bogor-Sukabumi yang berjarak sekitar 67 km bila melalui jalan arteri. Dari semula sekitar 4,5 hingga 5 jam menjadi sekitar 40 menit.

 

5 dari 5 halaman

Akan Diperpanjang Sampai Cilacap

Dikutip , Jokowi berharap Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi ini nanti akan bersambung. Setelah Sukabumi, lanjut Jokowi, akan bersambung ke Cianjur, lalu ke Bandung, dan langsung terus ke timur ke Cilacap.

“ Oleh sebab itu, sekali lagi, saya sangat berbahagia sekali pada siang hari ini bisa meresmikan Jalan Tol Ciawi–Sukabumi ini untuk Seksi 1 Ciawi – Cigombong,” kata dia.

Mantan gubernur DKI Jakarta ini menekankan masa tempuh Bogor ke Sukabumi yang selama ini normalnya 5 jam tidak bisa diterus-teruskan.

Ia mengingatkan, mobilitas orang, mobilitas barang, mahalnya transportasi, harus betul-betul bisa diselesaikan dengan nantinya jalan tol ini.

“ Kita harapkan bisa berkembang ekonomi yang ada di Sukabumi, terutama sisi pariwisata yang kita lihat, saya kira memiliki kekuatan yang besar Kabupaten Sukabumi, siap berkembang dengan baik,” kata dia.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone