Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Dream - Mendapat panggilan kerja tentu sangat menyenangkan. Apalagi jika kamu sudah menyebar puluhan atau mungkin ratusan surat lamaran dari tumpukan iklan lowongan kerja.
Bahagia sekaligus cemas apakah bisa lolos atau tidak biasanya bercampur aduk saat menerima panggilan wawancara kerja.
Namun tak semua berjalan seperti dibayangkan. Dengan jumlah pencari kerja yang sangat besar dan minimnya lowongan pekerjaan perusahaan banyak pelamar yang harus gigit jari. Surat panggilan kerja ternyata berasal dari perusahaan tak jelas.
Lebih parah lagi jika ternyata panggilan wawancara itu berasal dari lowongan kerja palsu. Siapa yang tak bete mengalami kejadian itu.
Nah daripada kamu tertipu Loker palsu, yuk kenali empat tanda-tanda yang sebetulnya sangat mudah diketahui:
1. Meminta Biaya
Perusahaan resmi mananpun takkan pernah memungut biaya dari para pelamar. Toh mereka yang sedang membutuhkan pegawai baru. Jika kamu menemukan perusahaan yang mengenakan biaya tertentu demi kelancaran proses rekrutmen, sebaiknya segera tinggalkan.
2. Pakai Alamat Email dari domain gratisan
Biasanya perusahaan punya domain email dari sumber terpercaya, misalnya .com, .co.id, .org, dan domain lainnya. Jika perusahaan tersebut menggunakan domain gratis, seperti @gmail.com, @yahoo.com, dan alamat email dengan embel-embel “ @” dan diikuti domain gratisan, itu jadi tanda yang harus kamu waspadai.
![]()
Untuk meminimalkan kecurigaan para pelamar, oknum penipu biasanya juga memiripkan nama perusahaan dengan alamat email-nya. Kalau Anda jeli dan sudah terbiasa berkirim email dengan perusahaan resmi, Anda pasti sudah tahu kalau tindakan tersebut merupakan penipuan.
3. Calon Perusahaan Sampai Membujuk
Perusahaan memang mencari kandidat terbaik, namun mereka takkan sampai mengiba agar kamu mau menerima pekerjaan. Bagian HRD biasanya sudah punya prosedur dan standar yang tetap.
Nah, jika sampai bagian HRD perusahaan itu membujuk kamu untuk bergabung, sebaiknya curiga. Ingat, HRD takkan berbuat konyol demi mendapatkan pegawai.
4. Tawarkan Gaji Tinggi
Siapa sih yang tak mau dapat gaji tinggi? Namun kalau terlalu tinggi dibandingkan standar yang ada, kamu pantas curiga.
![]()
Lagi-lagi perusahaan resmi sudah punya standar gaji untuk pegawai sesuai posisi dan jabatannya. Mereka takkan mau menerima pegawai dengan merusak sistem penggajian yang selama ini berjalan.
5. Lokasi Wawancara tak Berbeda
Ini sudah jadi tanda yang jelas terlihat. Mana mungkin perusahaan meminta kamu datang wawancara namun memberikan alamat yang berbeda.
Memang tak semua wawancara dilakukan di kantor resmi perusahaan. Ada juga yang menggunakan jasa pihak ketiga untuk merekrut pegawai. Tapi mereka biasanya akan memberi tahukan pada calon pegawai terlebih dahulu lokasi tes atau wawancara kerja.
(Sah, Liputan6.com/Nurseffi Dwi Wahyuni)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya