7 BUMN Ini Akan Dibubarkan Erick Thohir

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 24 September 2021 07:35
7 BUMN Ini Akan Dibubarkan Erick Thohir
Perusahaan ini dinilai sudah lama tidak beroperasi.

Dream – Menteri BUMN, Erick Thohir, akan membubarkan tujuh BUMN. Pembubaran perusahaan-perusahaan pelat merah ini bertujuan untuk mengantisipasi perubahan model bisnis pada masa Covid-19 dan pasca Covid-19.

Dikutip dari Liputan6.com, Jumat 24 September 2021, ini juga menjadi sorotan ketika bertemu dengan DPR RI beberapa waktu yang lalu. Erick menilai perlu ada keputusan yang tepat di era pasar bebas digitalisasi.

“ Kalau tidak diambil keputusan cepat, itu nanti akan membuat perusahaan tersebut makin lama makin tidak sehat. Padahal dalam waktu yang singkat kita bisa memperbaiki, cuma karena prosesnya belum jadinya tidak sehat. Akhirnya bukan jadi tidak sehat saja, malah bangkrut dan tutup,” kata dia.

1 dari 5 halaman

Restrukturisasi Saham Butuh Waktu yang Lama

Erick mengatakan dalam melakukan restrukturiasi perusahaan BUMN perlu waktu yang lama. “ Restrukturisasi beberapa perusahaan BUMN membutuhkan waktu yang sangat lama yakni 9-12 bulan,” kata dia.

“ Tentu karena ini lintas Kementerian yang saya rasa ini bagian dari bagaimana kita saling menjaga. Tapi percepatan pengambilan keputusan itu sangat penting,” kata dia.

Tujuh perusahaan BUMN yang ditutup ini memang sudah lama tidak beroperasi. Erick menyebut pegawai terimbas akibat perusahaan yang tidak beroperasi.

“ Ini, kan, kasihan juga nasib para pegawainya terkatung-katung,” kata dia.

2 dari 5 halaman

Daftar BUMN yang Akan Dibubarkan

Berikut ini adalah daftar tujuh perusahaan pelat merah yang akan dibubarkan.

  1. PT Industri Gelas (Persero).
  2. PT Merpati Nusantara Airlines (Persero)
  3. PT Kertas Leces (Persero)
  4. PT Istaka Karya (Persero)
  5. PT Kertas Kraft Aceh (Persero)
  6. PT Industri Sandang Nusantara (Persero)
  7. PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero)

“ Inilah hal-hal yang saya rasa kita harus pastikan keputusan ini ada,” kata Erick.

 

(Sumber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana)

3 dari 5 halaman

Erick Thohir: Uang Tidak Ada Artinya

Dream – Di balik kesuksesan sebagai pengusaha, Erick Thohir rupanya sangat mengutamakan keluarga. Bagi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut, keluarga merupakan pondasi penting dalam kehidupan.

“ Saya percaya bahwa keluarga itu menjadi pondasi yang sangat penting dalam kehidupan,” kata Erick dalam webinar Wealth Wisdom 2021 “ Relationship Matters: Sustaining Economic, Stability, Growth for Business”, Jumat 17 September 2021.

 

© Dream

 

Sebagai suami, lanjut dia, sangat penting punya perencanaan dan saling menghargai. Erick meyakini tidak ada keluarga yang sempurna.

“ Saling mengisi kekosongan satu sama lain menjadi kunci agar keluarga bisa bertahan,” kata Erick.

4 dari 5 halaman

Berkat Didikan Orang Tua

Erick mengakui, kesuksesannya merupakan buah didikan orang tuanya. Orang tua Erick mengajarkan beragam nilai kehidupam seperti kedisiplinan. Begitu juga pendidikan.

Sang ayah, lanjut Erick, mengingatkan bahwa uang itu hanyalah nomor dua. Yang pertama adalah keahlian. Dengan keahlian, orang bisa mendapatkan uang.

“ Bapak saya selalu bilang, uang itu tidak ada artinya. Uang itu nomor dua. Tapi, yang paling penting itu kita punya keahlian,” kata dia.

5 dari 5 halaman

Pandangan Kesuksesan

Erick juga berbagi pandangan tentang arti kesuksesan. Pertama, sukses kalau punya kapabilitas. Menurutnya, keahlian atau kemampuan lah yang membawa seseorang menuju kesuksesan. Oleh sebab itu, penting untuk selalu belajar, berproses, dan mencoba hal baru.

Yang kedua, kerja dengan hati. Dikatakan bahwa orang seharusnya bekerja dengan hati, bukan karena uang atau jabatan.

Ketiga, memiliki mindset harus kaya. Memegang nilai yang diwarisi oleh mendiang ayah, Erick merasa untuk membantu seseorang harus kaya secara materi. Namun, ini bukanlah yang utama. Kembali ke nomor satu, yang menjadi kunci adalah kapabilitas seseorang.

Ia berpendapat penting untuk memiliki keluarga yang baik. Untuk itu, ia berharap Indonesia bisa menjaga sistem kekeluargaan yang sudah ada sebab, hal ini yang akan menjadi kekuatan yang dimiliki Indonesia.


(Laporan: Elyzabeth Yulivia)

Beri Komentar