Catat! Vaksinasi Mandiri Dikordinasi Perusahaan Tak Boleh Potong Gaji Pegawai

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 23 Januari 2021 07:01
Catat! Vaksinasi Mandiri Dikordinasi Perusahaan Tak Boleh Potong Gaji Pegawai
Dia menegaskan vaksinasi COVID-19 ini benar-benar gratis bagi masyarakat.

Dream – Pemerintah sedang menggodok aturan vaksinasi COVID-19 yang dilakukan secara mandiri. Dalam salah satu pertimbangannya, perusahaan bisa mengoordinir para pegawainya untuk menerima suntikan vaksin Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, vaksinisasi yang dikoordinasikan oleh perusahaan tak boleh memotong gaji dari pegawainya.   

“ Yang dari pemerintah gratis, yang dibeli swasta (juga) gratis. Tidak diperkenankan di-charge atau potong gaji,” kata Airlangga dalam “ Bincang Editor Liputan6.com: Vaksin dan Donor Plasma Untuk Percepatan Penanganan Covid-19”, Jumat 22 Januari 2021.

Airlangga mengatakan pemerintah sedang mempersiapkan regulasi serta kebutuhan vaksinasi mandiri tersebut. Vaksin yang digunakan rencananya akan berbeda dengan anti-Covid-19 yang diberikan dari pemerintah dalam program vaksinasi yang berjalan saat ini

Terkait waktu pelaksanaanya, Airlangga belum bisa memperkirakannya karena program tersebut masih dalam tahap kajian. Untuk saat ini pemerintah akan fokus pada program vaksinasi yang sedang berjalan. .

“ Jadi, kami dahulukan itu. Nah, mulai tenaga kesehatan selesai, baru tahap berikutnya,” kata dia.

Politisi Partai Golkar itu juga mengingatkan masyarakat untuk melapor jika ada perusahaan yang mengenakan biaya atau potongan saat menggelar program vaksinasi mandiri. Sebab, vaksinasi COVID-19 ini benar-benar gratis untuk masyarakat.

“ Silakan dicatat sehingga siapa pun masyarakat yang menerima itu gratis. Silakan lapor (jika ada pelanggaran),” kata dia.

Terkait beredarnya surat palsu bebas Covid-19 yang beredar di masyarakat, Airlangga menegaskan setiap tindak pemalsuan tak pernah ditoleransi di Indonesia. Pemerintah akan tegas menindak para pelaku.  

1 dari 5 halaman

Target 1 Juta Vaksinasi COVID-19 per Hari, Ini Hitung-hitungan Menko Airlangga

Dream – Pemerintah berupaya mengakselerasi program vaksinasi COVID-19 di Indonesia. Salah satunya adalah memasang target satu juta orang diimunisasi vaksin CoronaVac setiap hari.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan Indonesia memiliki 30 ribu vaksinator dengan 3 ribu rumah sakit dan 10 ribu puskesmas. Modal itu bisa menjadi kekuatan pemerintah untuk mewujudkan vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat.

“ Kalau satu hari, 1 vaksinator bisa 30 orang. Dengan 30 ribu vaksinator, bisa 1 juta (orang yang divaksin) setiap hari,” kata Airlangga dalam “ Bincang Editor Liputan6.com: Vaksin dan Donor Plasma Untuk Percepatan Penanganan Covid-19”, Jumat 22 Januari 2021.

 

© Dream

 

Dia mengatakan vaksinasi tahap pertama ditujukan bagi 1,4 juta tenaga kesehatan (nakes) dan rampung dalam dua bulan. Saat ini dilaporkan sudah ada 100 ribu Nakes yang diimunisasi dan yang berproses mencapai 500 ribu orang.

Setelah tahap pertama rampung, vaksinasi akan memasuki tahap selanjutnya. Pada tahap kedua, yang mendapatkan vaksinasi COVID-19 adalah penegak hukum, TNI, Polri, serta pihak-pihak yang tidak bisa jauh dari kegiatan publik seperti pedagang pasar.

Setelah itu, pemerintah akan menyiapkan vaksinasi bagi 180 juta masyarakat Indonesia. “ Itu juga yang menjadi prioritas,” kata dia.

2 dari 5 halaman

Catat! Rencana Panduan Vaksin Mandiri di Indonesia

Dream - Saat ini pemerintah tengah mempertimbangkan izin bagi perusahaan dan para pegawainya untuk melakukan program vaksinasi Covid-19 secara mandiri. Tujuannya agar seluruh masyarakat bisa mendapat vaksin dengan cepat.

" Banyak pengusaha sampaikan, bisa tidak kita vaksin mandiri. Ini yang baru akan kita putuskan. Karena kita perlu percepat, apalagi biaya ditanggung perusahaan," kata Presiden Jokowi.

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan melakukan akselerasi vaksinasi Covid-19 melalui program vaksin mandiri. Program ini pernah dicetuskan dari hasil diskusi Menteri BUMN Erick Thohir dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani.

" Akselerasi vaksin melalui program mandiri akan disiapkan regulasinya karena akan dibeli sektor industri tertentu," ujar Menko Airlangga.

 

© Dream

 

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa vaksin Covid-19 secara mandiri juga diperlukan, meskipun bukan prioritas pemerintah.

" Tentu vaksin mandiri bukan prioritas, vaksin gratis adalah prioritas yang diutamakan. Tetapi itu tidak menutup mata juga vaksin mandiri ini juga diperlukan," ujar Menteri Erick.

Lantas, apa yang perlu masyarakat ketahui tentang vaksinasi mandiri?

3 dari 5 halaman

1. Vaksin Gratis Bagi Pegawai Swasta

Menko Airlangga melanjutkan, nantinya dalam skema vaksin mandiri ini, industri yang telah membeli vaksin akan membagikannya kepada karyawannya secara gratis.

" Akan diberi ke karyawan secara gratis," ujar Menko Airlangga.

Pihaknya juga terus menguatkan integrasi sistem satu data agar pelaksanaan vaksinasi nantinya berjalan lancar. Sejauh ini, data pemerintah mencatat jumlah penduduk Indonesia di tahun 2020 sebanyak 271.349.889 jiwa.

Data tersebut merupakan hasil pengintegrasian antara Dukcapil dari 514 kabupaten/kota dan BPS untuk mewujudkan Satu Data Indonesia.

 

4 dari 5 halaman

2. Beda Merk

Menteri Erick Thohir mengatakan pihaknya telah melakukan diskusi dengan berbagai pihak, termasuk DPR dan kementerian terkait jika wacana vaksin mandiri diberlakukan. Menteri Erick juga menyebut jenis vaksin gratis dan mandiri itu berbeda jenis dan merek.

" Kalau sampai nanti kita ditugasi vaksin mandiri, tentu seperti arahan dari pimpinan dan Komisi VI, ada beberapa catatan, yakni vaksinnya berbeda jenis. Jadi supaya yang gratis dan mandiri tidak tercampur jadi merek vaksinnya berbeda," kata Menteri Erick.

Kemudian, waktu pemberian vaksin mandiri dilakukan setelah 1-2 bulan vaksin gratis dilaksanakan. Dan ada payung hukum yang jelas.

" Kami tinggal menerapkan saja, apakah memang ditugaskan nanti vaksin mandiri bisa berjalan atau tidak, tapi dengan catatan-catatan tadi yang sudah disampaikan. Kami siap melaksanakan," ucapnya.

5 dari 5 halaman

3. 6 Jenis Vaksin Resmi di RI

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan enam Vaksin Corona Covid-19 yang digunakan di Indonesia. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksin Virus Diesease 2019 (Covid-19).

Keenam vaksin tersebut adalah yang diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero), astrazeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, PFizer Inc and BioNTech dan Sinovac Biotech Ltd.

Penggunaan vaksin untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini hanya dapat dilakukan setelah mendapat izin edar atau persetujuan penggunaan pada masa darurat dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Selanjutnya, Menteri Kesehatan dapat mengubah jenis vaksin Covid-19 dalam daftar tersebut berdasarkan rekomendasi dari Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional.

Sedangkan pengadaan vaksin untuk vaksinasi program akan dilakukan oleh Menteri Kesehatan. Untuk kebutuhan pelaksanaan vaksinasi mandiri akan dilakukan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Keputusan penggunaan enam vaksin Covid-19 ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan yaitu pada 3 Desember 2020.

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar