Indeks Syariah Berbalik Menguat Usai 2 Hari Tertekan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 15 November 2019 16:58
Indeks Syariah Berbalik Menguat Usai 2 Hari Tertekan
Rupiah perkasa, indeks syariah makin kinclong.

Dream - Indeks syariah kembali ke jalur hijau setelah dua hari terakhir tertekan aksi jual investor. Meski sempat tertekan di awal perdagangan, laju tiga indeks saham syariah lebih banyak bertahan di teritori positif di perdagangan jelang libur akhir pekan ini. 

Pada penutupan perdagangan BEI, Jumat, 15 November 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 0,567 poin (0,31%) ke level 185,716. ISSI terus menanjak setelah dibuka menguat di 185,446 saat sesi pra-pembukaan.

Bergerak fluktuatif di awal perdagangan, ISSI baru mantap melaju di zona positif setelah 45 usai bel pembukaan dibunyikan. ISSI sempat menembus level tertinggi di 185,988.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) tak luput dari incaran pelaku pasar. Sama-sama melemah di awal sesi, indeks berisi 30 bluechips syariah ini ditutup menguat 3,479 poin (0,51%) ke level 680,323.

Penutupan positif juga dicetak indeks JII70 yang menanjak 1,290 poin (0,53%) ke level 230,770.

Kembalinya pelaku pasar ke lantau bursa membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut cerah di perdagangan akhir pekan ini. IHSG ditutup menguat 29,395 poin (0,48%) ke level 6.128,345.

1 dari 5 halaman

Investor Mulai Berani Melantai

Investor kembali menggeliat di lantai bursa dan sering membeli saham. Aksi beli ini membuat hampir semua indeks sektoral, termasuk keuangan, meningkat. Indeks keuangan meroket 1,06 persen.

Hanya satu indeks yang melemah, yaitu properti sebesar 0,16 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah BRAM yang harga sahamnya menanjak Rp2.325, BYAN Rp1.200, TCPI Rp290, INTP Rp275, dan INDF Rp175.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah ENVY yang harga sahamnya melorot Rp680, GMTD Rp625, UNVR Rp575, DEAL Rp285, dan ISAT Rp190.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah berbalik menguat. Pada 16.34, kurs dolar terhadap rupiah melemah 32 poin (0,23%) ke level Rp14.055.

2 dari 5 halaman

Sektor Properti Naik Sendirian, Indeks Syariah dan IHSG `Ambyar`

Dream - Indeks syariah merosot pada penutupan perdagangan BEI, Kamis 14 November 2019. Hampir semua indeks berguguran di tengah nilai tukar dolar AS yang mengamuk terhadap mata uang dunia.

Indek Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 1,715 poin (0,92%) ke 185,149 setelah dibuka dengan koreksi di level 186,578 pada sesi pembukaan. Indeks ini sempat terangkat ke 186,911, namun aksi jual menyeretnya hingga 184,356.

 

 

Koreksi signifikan terjadi pada dua indeks bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) hari ini tersungkur 8,374 poin (1,22%) ke level 676,844.

Pelemahan signifikan juga dialami indeks JII70 yang turun 2,516 poin (1,08%) ke level 229,561.

Pasar modal Indonesia hari ini memang dilanda tekanan jual pelaku pasar. Terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot 43,551 poin (0,71%) ke level 6.098,950.

3 dari 5 halaman

Investor Gencar Jual Saham

Aksi jual saham terjadi di sebagian besar indeks sektor, terutama di infrastruktur, industri aneka, dan pertambangan. Ketiga indeks ini merosot masing-masing 1,72 persen, 1,61 persen, dan 1,45 persen.

Penguatan indeks properti sebesar 0,22 persen tak cukup kuat menahan laju pelemahan perdagangan.

Top losser saham syariah dialami emiten IBST yang merosot Rp1.500, disusul BYAN yang melemah Rp900, UNTR Rp800, GMTD Rp625, dan DEAL Rp315.

Sebaliknya, yang menjadi top gainer kali ini adalah BRAM yang harga sahamnya meningkat Rp1.950, DSSA Rp500, UNVR Rp475, OMRE Rp175, dan TGKA Rp150.

4 dari 5 halaman

Indeks Syariah Kompak Memerah, Ikut Terguncang Bom Medan?

Dream - Indeks saham syariah kembali melemah di hari saat berita bom bunuh diri meletus di Mapolresta Medan, Sumatera Utara. Sentimen dari kondisi ekonomi dunia yang kembali memanas turut menjauhkan pelaku pasar dari lantai bursa. 

Saham-saham di sektor tambang memimpin laju koreksi indeks sektoral yang sebagian besar mengalami koreksi. Hanya sektor industri aneka yang naik tipis 0,07 persen.

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Rabu, 13 November 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 1,348 poin (0,72%) ke level 186,864. ISSI yang dibuka melemah di level 188,093 saat sesi pra-pembukaan perdagangan lebih banyak bergerak di zona negatif.

 

 

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga ditutup melemah dengan koreksi 7,058 poin (1,02%) ke level 685,218.

Indeks JII70 terkoreksi 1,618 poin (0,69%) ke level 232,077.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan tengah pekan ini juga melorot 38,491 poin (0,62%) ke level 6.142,501.

5 dari 5 halaman

Investor Malas Melantai

Serangan teror bom bunuh diri membuat investor enggan melantai di bursa. Para penanam modal cenderung melepas sahamnya, terutama di sektor pertambangan.

Indeks sektor pertambangan merosot 1,86 persen.

Yang menguat hanyalah sektor industri aneka. Indeks sektor aneka menguat 0,07 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah BRAM yang harga sahamnya naik Rp1.625, MTPS Rp270, TPIA Rp200, ENVY Rp160, dan MINA Rp120.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah BYAN yang harga sahamnya merosot Rp900, UNVR Rp875, UNTR Rp575, AALI Rp425, dan INTP Rp400.

Pada 16.15, rupiah melemah terhadap dolar AS. Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menguat 61 poin (0,43%) ke level Rp14.106 per dolar AS.

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik