Pasar Modal Syariah Indonesia Diakui Dunia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 4 Februari 2021 16:12
Pasar Modal Syariah Indonesia Diakui Dunia
Pasar modal syariah Indonesia berkembang pesat dalam beberapa waktu terakhir.

Dream – Selama lima tahun terakhir, pasar modal syariah Indonesia terus tumbuh positif. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelaku ekonomi dunia sudah mengakui perkembangan pasar modal syariah Indonesia.

Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi, mengatakan BEI menyabet penghargaan pasar modal syariah terbaik dunia dalam ajang The Global Islamic Finance Awards (GIFA) selama dua tahun berturut-turut.

“ (Penghargaan) The Global Capital Market oleh BEI diraih pada ajang penghargaan Global Islamic Finance (GIFA) oleh BEI secara berturut-turut dalam dua tahun,” kata Inarno dalam dalam acara “ IDX Debut PT Bank Syariah Indonesia Tbk” yang disaksikan secara virtual, Kamis 4 Februari 2021.

Jumlah saham syariah di pasar modal syaria Indonesia melesat 33 persen dari 318 saham pada 2015 menjadi 426 saham pada 22 Januari 2021. Jumlah ini mencapai 60 persen dari total saham yang tercatat di BEI.

“ Kapitalisasi saham syariah mencapai Rp3,5 triliun atau 47,5 persen dari total kapitalisasi pasar saham di Indonesia,” kata dia.

1 dari 4 halaman

Jumlah Investor Meroket 1.650 Persen

Jumlah investor sahamnya pun meroket 1.650 persen. Menurut data BEI, jumlah investor saham syariah mencapai 85.861 investor per Desember 2020. Angka ini sebesar 5,5 persen dari total investor saham di Indonesia.

“ Masih ada ruang untuk growth (yang) masih besar untuk investor saham syariah,” kata dia.

Lalu, pada 2020, Inarno mencatat ada 51 saham yang baru melantai di BEI. Dikatakan bahwa sebagian besarnya adalah saham syariah.

“ (Ada) 38 atau 74,54 persennya adalah saham syariah,” kata dia.

© Dream
2 dari 4 halaman

Bank Syariah Indonesia Debut di BEI, Harga Saham Dibuka Menghijau

Dream – PT Bank Syariah Indonesia Tbk memulai debut perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 4 Februari 2021. Ketika perdagangan dimulai, harga sahamnya bertengger di level 2.770.

Saham emiten berkode BRIS ini naik 0,73 persen dari penutupan pada Rabu 3 Februari 2021 di level 2.750. Sahamnya sempat menyentuh level tertinggi di 2.780 sesaat setelah perdagangan dimulai pada 09.00.

Saham sebanyak 55,17 juta lembar telah diperdagangkan sebanyak 11.966 kali. Total nilainya mencapai Rp153,24 miliar.

Sekadar informasi, Bank Syariah Indonesia memiliki total aset sebanyak Rp240 triliun per Desember 2020. Pada periode yang sama, total pembiayaannya mencapai Rp157 triliun, Dana Pihak Ketiga Rp210 triliun, dan modal inti Rp22,6 triliun. Bank hasil penggabungan itu memiliki lebih dari 1.200 kantor cabang dan lebih dari 20 ribu karyawan.

Bank ini tercatat di bursa dengan kode emiten BRIS milik BRIsyariah. BRIS diketahui menjadi cangkang hasil merger tiga bank syariah milik BUMN.

“ Bank Syariah Indonesia akan menjadi peringkat ketujuh di Indonesia berdasarkan total aset,” kata Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardy, saat “ Index Debut Bank Syariah Indonesia” di Bursa Efek Indonesia, yang disaksikan secara virtual.

3 dari 4 halaman

Erick Thohir Ingin Bank Syariah Indonesia Jadi Pemain Global

Dream – Menteri BUMN Erick Thohir, menginginkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk masuk ke dalam daftar top 10 besar dunia. Bank syariah ini diharapkan bisa sejajar dengan bank syariah terbesar di dunia, seperti Al-Rajgi hingga Albilad Bank.

“ Kita ingin hasil merger ini bisa membuktikan negara dengan jumlah populasi muslim terbesar ini, memiliki kondisi bank yang kuat secara fundamental dan Alhamdulillah ini berjalan dengan baik,” kata Erick di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis BUMN yang diterima Dream, Selasa 2 Februari 2021.

Dia juga mengharapa,  Bank Sayariah Indonesia dapat energi baru bagi ekonomi Indonesia yang senantiasa menerapkan prinsip financial justice dan stability in investment. Prinsip-prinsip ini, kata Erick, membuat tiga bank syariah yang dimerger—PT BRIsyariah, PT BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri—mengarungi krisis pandemi COVID-19.

“ Bahkan mampu menorehkan kinerja yang sangat positif dan membanggakan,” kata dia.

 

© Dream

 

Di dalam negeri, Bank Syariah Indonesia masuk dalam peta persaingan utama perbankan di Indonesia. Saat ini, dia memiliki 1.200 kantor cabang yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Bank hasil penggabungan itu masuk ke dalam 10 besar bank terbesar di Indonesia, dilihat dari sisi aset. ditargetkan bank ini menjadi 10 besar bank syariah dunia dilihat dari kapitalisasi pasar dalam lima tahun mendatang.

© Dream
4 dari 4 halaman

Potensi Keuangan Bisa Lebih Besar Jika Didukung Pemerintah

Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko Kementerian BUMN, Nawal Nely mengatakan, sebanyak 20 ribu karyawan yang sudah bekerja akan terus ditingkatkan kapasitas dan kemampuannya dalam menjalankan perbankan Syariah sehingga dapat meningkatkan efisiensi bisnis bagi perusahaan.

“ Dengan adanya merger ini, bukan hanya skala saja yang diharapkan bisa di-addressed, tetapi juga bisa meningkatkan economic of skill bagi karyawan yang itu penting sekali untuk sektor perbankan,” kata Nawal.

Potensi keuangan syariah dan Bank Syariah Indonesia bisa lebih besar ke depan dengan dukungan penuh pemerintah untuk turut mengembangkan rantai pasok ekonomi halal. “ Sebuah terobosan pemerintahan Jokowi menjadi harapan baru bagi kita semua untuk membangkitkan perekonomian di masa pandemi ini,” kata dia. 

Beri Komentar