Harga Minyak Dunia Anjlok, Indeks Syariah Rontok

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 21 April 2020 16:20
Harga Minyak Dunia Anjlok, Indeks Syariah Rontok
Indeks pertambangan ikut jeblok.

Dream - Terjungkalnya harga minyak mentah dunia hingga 100 persen di pasar bursa berjangka membuat pasar modal syariah mengalami kepanikan. Saham-saham di sektor komoditas menjadi sasaran aksi jual investor pada perdagangan Selasa, 21 April 2020.  

Laju bursa saham Indonesia semakin berat setelah pasar modal di Asia juga ikut terpeleset oleh sentimen tergelincirnya harga emas hitam tersebut. 

Sentimen negatif dari regional dan dunia tersebut turut membakar indeks bursa saham syariah di Indonesia. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup melemah 1,823 poin (1,34%) ke level 134,599. ISSI langsung terjun ke teritori merah setelah dibuka melemah ke level 136,442 saat sesi prapembukaan perdagangan.

ISSI menghabiskan seluruh sesi perdagangan di zona merah dengan level terendah di 133,717.

Koreksi lebih tajam dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melorot 7,864 poin (1,61%) ke level 481,256. Sementara indeks JII70 melorot 2,621 poin (1,60%) ke level 161,027.

Munculnya kembali aksi jual investor membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut terpukul. IHSG merosot 73,996 poin (1,62%) ke level 4.501,919.

1 dari 5 halaman

Semua Indeks Sektoral Tumbang

Amblasnya harga minyak membuat semua indeks sektoral membara, terutama pertanian dan pertambangan. Indeks pertanian terpangkas 2,46 persen dan pertambangan 2,30 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah TCID yang harga sahamnya meningkat Rp275, SMSM Rp215, PLIN Rp160, LINK Rp140, dan TCPI Rp100.

Sebaliknya, indeks emiten syariah pencetak top loser adalah UNTR yang harga sahamnya terkoreksi Rp900, AALI Rp450, ITMG Rp350, INTP Rp250, dan SILO Rp200.

Pada 15.37, kurs dolar AS menguat 28 poin (0,18%) ke level Rp15.493 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Investor Ambil Untung Bikin Indeks Syariah Tiarap

Dream - Indeks syariah berbalik melemah pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 15 April 2020. Aksi ambil untung investor setelah penguatan dua hari terakhir memaksa tiga indeks acuan saham syariah terguling kembali ke zona merah. 

Sentimen negatif juga datang dari proyeksi Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) yang melaporkan PDB dunia akan terkontraksi 3 persen pada tahun ini. Angka ini lebih rendah dari prediksi sebelumnya sebesar 3,3 persen.

Sementar dari dalam negeri, investor seperti tak terlalu terpengaruh dengan data perdagangan surplus Indonesia yang memang sudah diperkirakan sebelumnya. 

 

 © Dream

 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini menutup perdagangan dengan melemah 2,276 poin (1,68%) ke level 137,621. ISSI hanya bergerak menguat selama 40 menit sejak perdagangan dibuka. ISSI mengawali perdagangan dengan naik ke level 139,917 di sesi pra-pembukaan.

Saat bergerak naik, ISSI sempat bertengger di level tertinggi 140,837 dan sempat terperosok ke posisi terburuknya di 137,298.

Koreksi lebih tajam dialami dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan anjlok 11,862 poin (2,33%) ke level 496,421.

Indeks JII70 terkoreksi 3,496 poin (2,07%) ke level 165,640.

Tekanan aksi jual investor yang mencoba manrik untung dari dua hari penguatan turut menjungkalkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG di tengah pekan ini melorot 80,586 poin (1,71%) ke level 4.625,905.

3 dari 5 halaman

Indeks Industri dan Infrastruktur `Membara`

Mayoritas indeks sektoral terbakar. Indeks industri aneka merosot 2,59 persen, infrastruktur 2,35 persen, dan properti 2 persen.

Sektor pertanian satu-satunya yang menguat. Indeksnya terangkat 0,12 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah STTP yang harga sahamnya meningkat Rp1.800, TCPI Rp300, SMAR Rp200, INDS Rp160, dan BSSR Rp150.

Sebaliknya, harga saham GMTD terpangkas Rp625, UNTR Rp525, POLL Rp500, SILO Rp250, dan EMTK Rp200.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis, Pada 16.03, kurs dolar AS melemah 72 poin (0,46%) ke level Rp15.573 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

BI Rate Ditahan, Indeks Syariah Kembali Melaju

Dream - Keputusan Bank Indonesia (BI) yang tetap mempertahankan suku bunga acuan (BI 7 Days Reverse Repo Rate) di level 4,5 persen disambut positif pelaku pasar saham. Bursa saham yang menanjak sejak kembali melanjutkan penguatannya di penutupan perdagangan hari ini, Selasa, 14 April 2020). 

Sentimen positif juga datang dari laju kurs rupiah terhadap dollar AS yang masih menujukan rally dalam enam hari perdagangan terakhir.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan hari ini dengan bergerak naik 2,498 poin (1,82%) ke level 139,917. ISSI sempat bergerak fluktuatif di awal sesi setelah dibuka di level 139,917 saat sesi prapembukaan.

 

 © MEN

 

Penguatan indeks ISSI baru berjalan lancar saat sesi perdagangan kedua. Aksi beli investor mendorong indeks ini menembus level tertinggi di sesi penutupannya.

Kenaikan tajam juga berhasil dicetak saham-saham keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) sore ini meroket 12,498 poin (2,52%) ke level 508,293. Sementara indeks JII70 meningkat 4,082 poin (2,47%) ke level 169,136.

Aksi beli investor sukses membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun menanjak signifikan 82,597 poin (1,79%) ke level 4.706,491.

5 dari 5 halaman

Saham Industri jadi Primadona

Saham industri dasar berhasil memikat minat investor. Indeks sektor ini terangkat sampai 4,79 persen. Penguatan ini juga disusul indeks sektor infrastruktur yang naik 2,34 persen, manufaktur 2,29 persen, dan pertambangan 2,03 persen.

Indeks properti menjadi satu-satunya sektor yang ditutup melemah 0,12 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya menanjak Rp700, CPIN Rp320, ITMG Rp225, dan TGKA Rp225.

Sebaliknya, harga saham GMTD terkoreksi Rp625, POLL Rp525, PRDA Rp240, BTPS Rp190, dan SILO Rp175.

Dari pasar uang, rupiah belum mendapatkan angin segar dari keputusan Bank Indonesia. Pada 16.23, kurs dolar AS terhadap rupiah menguat tipis 72 poin (0,46%) ke level Rp15.677 per dolar AS.

Beri Komentar