Investor Ambil Untung Bikin Indeks Syariah Tiarap

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 15 April 2020 16:50
Investor Ambil Untung Bikin Indeks Syariah Tiarap
Investor juga memantau proyeksi terbaru pertumbuhan ekonomi dunia. Seperti apa proyeksinya?

Dream - Indeks syariah berbalik melemah pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 15 April 2020. Aksi ambil untung investor setelah penguatan dua hari terakhir memaksa tiga indeks acuan saham syariah terguling kembali ke zona merah. 

Sentimen negatif juga datang dari proyeksi Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) yang melaporkan PDB dunia akan terkontraksi 3 persen pada tahun ini. Angka ini lebih rendah dari prediksi sebelumnya sebesar 3,3 persen.

Sementar dari dalam negeri, investor seperti tak terlalu terpengaruh dengan data perdagangan surplus Indonesia yang memang sudah diperkirakan sebelumnya. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini menutup perdagangan dengan melemah 2,276 poin (1,68%) ke level 137,621. ISSI hanya bergerak menguat selama 40 menit sejak perdagangan dibuka. ISSI mengawali perdagangan dengan naik ke level 139,917 di sesi pra-pembukaan.

Saat bergerak naik, ISSI sempat bertengger di level tertinggi 140,837 dan sempat terperosok ke posisi terburuknya di 137,298.

Koreksi lebih tajam dialami dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan anjlok 11,862 poin (2,33%) ke level 496,421.

Indeks JII70 terkoreksi 3,496 poin (2,07%) ke level 165,640.

Tekanan aksi jual investor yang mencoba manrik untung dari dua hari penguatan turut menjungkalkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG di tengah pekan ini melorot 80,586 poin (1,71%) ke level 4.625,905.

1 dari 5 halaman

Indeks Industri dan Infrastruktur `Membara`

Mayoritas indeks sektoral terbakar. Indeks industri aneka merosot 2,59 persen, infrastruktur 2,35 persen, dan properti 2 persen.

Sektor pertanian satu-satunya yang menguat. Indeksnya terangkat 0,12 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah STTP yang harga sahamnya meningkat Rp1.800, TCPI Rp300, SMAR Rp200, INDS Rp160, dan BSSR Rp150.

Sebaliknya, harga saham GMTD terpangkas Rp625, UNTR Rp525, POLL Rp500, SILO Rp250, dan EMTK Rp200.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis, Pada 16.03, kurs dolar AS melemah 72 poin (0,46%) ke level Rp15.573 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

3 dari 5 halaman

4 dari 5 halaman

5 dari 5 halaman

Beri Komentar