Susu Kental Manis (Foto: Shutterstock)
Dream - Produk susu kental manis (SKM) saat ini sedang jadi perbincangan hangat. Pasalnya meski dalam kemasannya tertulis 'susu' tapi kandungan susunya di dalamnya sangat rendah sementara kandungan gulanya sangat tinggi.
Susu kental manis, jumlah kalorinya masih kecil dibandingkan kebutuhan harian kalori dewasa per harinya, baca.
Surat edaran dari Badan Pengawasn Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia mengungkap bahwa produk susu kental manis tidak bisa disetarakan dengan produk susu lain seperti susu sapi/ susu yang dipasteurisasi/ susu yang disterilisasi/susu formula atau susu pertumbuhan.
Baca juga:
Dokter spesialis gizi klinik dr. Tirta Prawita Sari, Sp.GK, M.sc menyebut susu kental manis lebih banyak mengandung gula. Bahkan dari sisi kandungan proteinnya, susu kental manis berbeda dengan susu segar.
" Jika dibandingkan dengan susu segar, dalam susu kental manis selain ada laktosa juga ada gula pasir dalam jumlah yang cukup banyak," ujar anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia ini.
Untuk itu sangat tidak disarankan bagi anak-anak untuk mengonsumsi secara rutin susu kental manis. Sementara bagi anak yang berusia di bawa satu tahun memang tak boleh diberikan SKM.
Baca juga:
" Kandungan zat gizinya terutama protein pada susu kental manis itu sedikit, dibandingkan dengan protein pada susu yang biasa seperti susu cair atau susu bubuk," ungkap dr. Tirta.
Jika SKM terlalu sering dikonsumsi anak-anak, bisa meningkatkan risiko diabetes. Pemenuhan gizinya pun tak bisa didapatkan karena kandungan protein dalam SKM sangat sedikit.
Bagi anak-anak, untuk balita bisa diberikan susu formula atau UHT agar mendapat asupan kalsium dan protein yang optimal. Sementara SKM lebih diperuntukkan dalam mengolah sajian makanan, seperti untuk membuat puding, es krim atau kue.
Sumber: Giovani Dio Prasasti/ Liputan6.com
Baca juga: