Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Bank Indonesia Akan Tetap Mengatur Biaya Pengisian Ulang Uang Elektronik.
Dream – Bank Indonesia (BI) tetap akan mengatur adanya biaya isi ulang (top up) uang elektronik (electronic money/e-money). Bank sentral beralasan kebijakan ini sengaja dibuat agar setiap bank memungut biaya administrasi dengan besaran yang sama.
Direktur Eksekutif Program Transformasi BI, Ariwibowo, mengatakan rencana regulasi tersebut tetap akan muncul mengingat beberapa bank sudah menerapkan biaya tersebut. Menurut dia, pengaturan batas biaya terhadap isi ulang ini ditetapkan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan persaingan usaha.
"Kami akan melihat kebutuhan konsumen dan kebutuhan masyarakat kelas bawah," kata Ariwibowo di Jakarta, ditulis Rabu, 19 September 2017.
Ariwibowo mencontohkan kebutuhan top up e-money untuk tiket KRL Commuterline dan bus Transjakarta. Kata dia, BI akan melihat terlebih dahulu perilaku masyarakat dalam mengisi ulang.
Ada kemungkinan segmen tertentu dengan tabungan kecil tidak akan dikenai biaya admin. "Kami tidak semena-mena dalam menerapkan harga," ucap Ariwibowo.
Selanjutnya, dia meyakinkan masyarakat biaya isi ulang yang akan dikenakan nantinya tidak akan semahal dari biaya saat ini sebesar Rp1.000-Rp3.000. "Nanti kami akan turunkan," ucap Ariwibowo
Lebih lanjut, dia belum dapat memastikan kapan aturan itu selesai dibahas dan mulai berlaku. “Kemungkinan akhir tahun ini,” kata dia.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari