Miliarder Hong Kong Beri Donasi, Nilainya Bisa Buat Sekampus Kuliah Gratis

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 20 Juni 2019 09:15
Miliarder Hong Kong Beri Donasi, Nilainya Bisa Buat Sekampus Kuliah Gratis
Bantuan ini untuk membuat mahasiswa-mahasiswa menikmati kuliah gratis.

Dream – Kita semua tahu biaya kuliah mahal (sekali), terutama di universitas swasta. Untuk memperingan biaya kuliah, tak jarang mahasiswa mencari beasiswa.

Selain beasiswa, ada juga cara lain untuk memperingan biaya, misalnya sumbangan.

Dikutip dari Next Shark, Kamis 21 Juni 2019, seorang miliarder dunia dilaporkan telah menyumbangkan donasi dalam nilai sangat besar. Sumbangannya bisa menutup seluruh biaya kuliah para mahasiswa selama empat tahun.

Nama miliarder tersebut adalah Li Kashing. Dia tersohor sebagai salah satu miliarder Hong Kong dan pernah menjadi orang terkaya di negeri bekas jajahan Inggris itu.

Menurut unggahan Weibo, Shantou University di Provinsi Guangdong, Tiongkok, mengumumkan Li, melalui Li Kashing Foundation, mengumbangkan dana 100 juta yuan atau sekitar Rp206,73 miliar.

Sumbangan itu diberikan setiap tahun dan mulai disalurkan dari tahun ini sampai 2022.

1 dari 4 halaman

Ingin Fokus kepada Filantropi

Sekadar informasi, miliarder berusia 90 tahun ini memiliki kekayaan bersih sebesar US$31,1 miliar (Rp443,9 triliun). Harta ini membuat Li Kashing sebagai orang terkaya ke-29 di dunia.

Pria ini pensiun pada Maret 2019 dan menyerahkan kerajaan bisnisnya kepada putranya. Dia berencana untuk mencurahkan waktu dan energinya untuk filantropi.

“ Empati dan kedermawanan adalah pilihan. Ini membawa kegembiraan dan rasa kepuasan. Ini menyatukan kita untuk mencapai mimpi yang lebih besar,” kata dia.

2 dari 4 halaman

Nyata! Mantan Tukang Sapu Ini Seorang Miliarder Terkaya

Dream – Kehidupan seseorang di masa depan adalah misteri. Tak ada satupun yang bisa menebak jalan hidupnya. Bisa saja seorang yang dipandang sebelah mata menjelma menjadi orang besar di masa tuanya. Begitu pula sebaliknya. 

Seperti kisah miliarder terkaya ini. Siapa sangka jika di masa lalunya dia hanya seorang tukang sapu. Dia hanya pegawai rendahan dari sebuah pabrik di Hong Kong.

Jalan hidup membawa si tukang sapu itu menjadi orang terkenal. Hidupnya penuh dengan kekayaan. Namanya tersohor melebihi bos Alibaba, Jack Ma. 

Pria mantan tukang sapu itu adalah Li Ka Shing. Jika namanya terasa asing coba cari di deretan orang terkaya China. Ya, Li adalah taipan terkaya negeri tersebut. 

Dilansir dari Liputan6.com, Minggu 19 Agustus 2018, pria berusia 90 tahun ini dulunya seorang tukang sapu di pabrik di Hong Kong. Selama bekerja, Li mengurus sang ayah yang sakit.

Li bukanlah warga Hong Kong asli. Dia seorang pria kelahiran Guandong, Tiongkok, pada 1928. Dia pindah ke Hong Kong karena Jepang menginvansi provinsi tempat dia tinggal.

Pria ini menamatkan pendidikannya di SMA. Namun, dia justru menyumbangkan banyak uang ke universitas-universitas ternama di dunia, seperti Universitas Stanford, UC San Fransisco, dan UC Berkeley.

3 dari 4 halaman

Pria Sederhana

Meskipun terkenal tajir, Li tipe pria sederhana. Dia tak malu tampil dengan jam tangan seharga US$500 (Rp7,3 juta). Alasannya sangat simple. Li tak perlu repot hati-hati ketika sedang beraktivitas.

Bandingkan harga jam tangan yang tergolong murah untuk seorang miliarder itu dengan kekayaannya. Li dilaporkan memiliki harta US$53,5 miliar (Rp781,6 triliun).

Kesuksesan Li berasal dari konglomerasi bisnis yang pertama kali dirintis dari bunga plastik. Kini bisnis itu beranak pinak. Li adalah pengusaha di bidang properti, ritel, dan internet. Makanya, tak heran dia dijuluki sebagai Superman.

Miliarder Hong Kong, Li Kashing, memutuskan mundur dari kerajaan bisnis yang telah dibangunnya selama tujuh dekade. Ketika memutuskan pensiun, taipan ini membukukan harta senilai US$53,5 miliar (Rp73,69 triliun). Pria berusia 89 tahun ini menjadi pria terkaya di Hong Kong dan terkaya ke-23 di dunia versi Forbes.

4 dari 4 halaman

Hartanya Bisa Buat 7 Turunan

Dilansir dari CNBC, Selasa 20 Maret 2018, Li pensiun dari jabatannya sebagai pimpinan konglomerasi CK Hutchison dan raksasa properti, CK Asset pada 10 Mei 2018 dan menjadi penasihat senior perusahaan. Li Kashing menunjuk anak tertuanya, Victor, sebagai sang penerus kerajaan bisnisnya.

“ Saya ingin mengungkapkan apresiasi hati saya kepada para pemangku kepentingan yang tidak pernah kehilangan kepercayaan diri dan mendukung selama bertahun-tahun,” kata Li.

Pendiri CK Holdings percaya diri menunjuk putranya sebagai pimpinan perusahaan karena mampu menjalankan perusahaan dengan baik. Li juga merasa bersyukur dan diberkati karena bisa membuat CK Holding, membangun kekayaan untuk pemangku kepentingan, dan berbagi kepada masyarakat.

“ Setiap detail punya kesan di hati saya,” kata dia.


(Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia)

Beri Komentar