Telkomsel-BCA Digital Kolaborasi Genjot Inklusi Keuangan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 29 Oktober 2021 07:12
Telkomsel-BCA Digital Kolaborasi Genjot Inklusi Keuangan
Masih banyak masyarakat yang belum bisa mengakses perbankan, padahal punya handphone.

Dream – Dua anak usaha dari perusahaan raksasa Indonesia, Telkomsel dan BCA Digital, berkolbaroasi untuk meningkatkan inklusi keuangan masyarakat. Dengan keunggulannya masing-masing, kedua perusahaan menyasar kalangan masyarakat yang belum bisa mengakses perbankan (unbankable).

Direktur Utama BCA Digital, Lanny Budiati, mengungkapkan saat ini setidanya ada 92 juta masyarakat yang belum bisa mengakses perbankan.

Di sisi lain, kebanyakan masyarakat saat ini sudah memiliki minimal satu buat smartphone untuk kebutuhan penggunaan yang berbeda-beda. Telkomsel sata ini mengaku memiliki 169 juta pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia.

“ Ini potensi yang besar di industri perbankan dan digital,” kata Direktur Utama BCA Digital, Lanny Budiati dalam konferensi pers “ redi x blu” secara virtual, Kamis 28 Oktober 2021.

Telkomsel-BCA Dgiital bekerja sama untuk meningkatkan inklusi keuangan.© Tangkap layar konferensi pers virtual redi x blu

Melihat potensi ini, Telkomsel dan BCA Digital memutuskan kolaborasi dalam upaya mengintegrasikan layanan digitalnya, yaitu Telkomsel Redi dan Blu by BCA Digital. 

“ Kehadiran ini diharapkan bisa memudahkan masyarkaat yang unbankable bisa mendapatkan akses perbankan,” kata dia.

Lewat kerja sama ini pengguna Telkomsel Redi nantinya bisa mengakses Blu melalui aplikasi Redi. Pelanggan bisa mendapat layanan membuka rekening hingga melakukan transaksi perbankan lainnya.

Sementara pengguna Telkomsel yang sudah membuka rekening Blu di aplikasi Redi akan mendapatkan hadiah seperti free kuota 10 GB dan saldo Rp50 ribu. Namun promo dari hasil kolaborasi ini hanya berlangsung hingga 31 Oktober 2021.

“ Kami berharap upaya kolaborasi ini akan mendorong inklusi keuangan digital yang merata,” kata Direktur Planning and Transformation Telkomsel, Wong Soo Nam.(Sah)

1 dari 3 halaman

Dua Tantangan Telkomsel di Masa Awal Pandemi Covid-19

Dream – Pandemi Covid-19 membawa tantangan kepada provider telekomunikasi, seperti PT Telkomsel Indonesia, untuk menyediakan layanan saat gaya hidup masyarakat berubah. Setidaknya semasa pandemi ini ada dua tantangan besar yang dihadapi perusahaan telekomunikasi.

 

© Dream

 

Direktur Network Telkomsel, Hendri Mulya Syam, dalam webinar “ Indonesia Digital Conference 2020” yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Rabu 16 Desember 2020, mengatakan tantangan pertama adalah perubahan perilaku dari masyarakat dalam mengakses informasi. 

Sebelum pandemi melanda Indonsia, akses internet paling banyak digunakan di residential area pada malam dan sore hari. " Tapi, sekarang most of all day di residential area,” ungkap Hendri. 

2 dari 3 halaman

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Hendri mengatakan, perusahaan harus membangun kapasitas infrastruktur yang besar di lokasi perumahan.

Tantangan kedua yang dihadapi Telkomsel adalah pembangunan infrastruktur. Di awal pandemi, perusahaan sempat menemui kendala dalam mencari mitra untuk membangun jaringan infrastruktur data.

“ Pada awal pandemi, orang masih takut bekerja di luar rumah,” kata dia.

Kondisi ini bermula sejak awal 2020 hingga usai Lebaran. Selain kecemasan dari masyarakat, informasi yang sangat minim tentang wabah Covid-19 membuat tantangan ini semakin berat.

“ Setelah Lebaran, baru pada berani keluar dan mitra-mitra bekerja sama, terutama cloud untuk penyediaan data,” kata Hendri.(Sah)

3 dari 3 halaman

Telkomsel Suntik Modal ke Gojek Indonesia US$150 Juta

Dream – Anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (Persero), PT Telkomsel Seluler  atau Telkomsel menyuntikkan modal ke perusahaan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, pengembang aplikasi Gojek Indonesi). Nilai investasi yang dikucurkan mencapai US$150 juta..

“ Pada tanggal 16 November 2020 di Jakarta, PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) anak perusahaan dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) telah menandatangani perjanjian atas investasi senilai US$150 juta,” ujar Vice President Investor Relations Telkom, Andi Setiawan, di Jakarta, dikutip dari keterbukaan di idx.co.id, Selasa 17 November 2020.

 

© Dream

 

Andi mengatakan investasi di Gojek ini bertujuan untuk memberikan layanan beyond connectivity. Kolaborasi ini bisa memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat.

“ Telkom percaya kolaborasi ini dapat memberikan layanan dan solusi yang lebih baik kepada masyarakat dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkesinambungan,” kata dia.

“ Dampak kejadian dengan transaksi ini, terhitung sejak terpenuhinya segala syarat berdasarkan perjanjian dan ditandatanganinya dokumen terkait, maka Telkomsel akan memiliki investasi di AKAB sebesar US$150 juta,” kata Andi.

Sayang tak diungkapkan berapa persentase kepemilikan saham Telkomsel di Gojek Indonesia setelah suntikan modal tersebut.

Beri Komentar