Pemerintah Mendorong Pengembangan KNKS.
Dream – Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) sedang fokus kepada agenda pembangunan ekonomi dan keuangan syariah. Komite ini menyebut integrasi aspek teknologi ke dalam kerangka pembangunan ekonomi syariah sangat penting.
“ Pemerintah berkomitmen untuk menyediakan infrastruktur, regulasi yang relevan, serta untuk terus mempromosikan ekonomi dan keuangan syariah, tidak hanya untuk industri, tetapi juga untuk masyarakat,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang P. S. Brodjonegoro, di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Senin 9 Juli 2018.
Bambang mengatakan pemerintah dan regulator akan bekerja sama untuk membuka potensi ekonomi dan keuangan syariah melalui KNKS. Kedua pihak ini akan mengintegrasikan ide dan inovasi dengan inovasi teknologi.
Dengan strategi ini, ekonomi dan keuangan syariah diharapkan tumbuh lebih cepat dan memberikan kontribusi yang lebih luas kepada masyarakat. Dia juga berharap pemangku kepentingan di sektor ekonomi dan keuangan syariah harus berperan aktif dan bersinergi.
Di sisi lain, ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah masyarakat dan menciptakan laju perkembangan baru. Melalui inovasi teknologi, telah tercipta digitalisasi yang mempercepat perputaran informasi yang kemudian telah mengubah struktur ekonomi global dan nasional.
Era ini akan menjadi era ekonomi digital, menandai proses revolusioner dari apa yang disebut revolusi industri keempat atau industri 4.0.
Bambang mengatakan pengembangan ekonomi Islam, khususnya industri halal, memerlukan perhatian.
Seiring dengan meningkatnya pemahaman dan kesadaran umat Islam secara global dalam menggunakan produk halal, ekonomi Islam global telah mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir dan pengakuan luas. Berdasarkan Laporan Ekonomi Islam Global terbaru, diperkirakan bahwa muslim global menghabiskan lebih dari US$2 triliun (Rp28.670,64 triliun) di seluruh sektor gaya hidup pada tahun 2016.
(Sah)