Putin Tertarik Bangun Nuklir di Indonesia dan Investasi Ibu Kota Negara

Reporter : Nabila Hanum
Jumat, 1 Juli 2022 13:47
Putin Tertarik Bangun Nuklir di Indonesia dan Investasi Ibu Kota Negara
Putin mengungkap ketertarikannya untuk mengembangkan industri tenaga nuklir nasional dengan Indonesia.

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Kamis 30 Juni 2022. Pertemuan itu dilakukan setelah kunjungan Jokowi ke Kyiv, Ukraina dan pertemuan G7.

Banyak hal disampaikan Putin, salah satunya soal keinginan membantu mengembangkan energi nuklir di Indonesia dan membangun Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimatan Timur.

Putin mengungkap ketertarikannya untuk mengembangkan industri tenaga nuklir nasional melalui BUMN-nya. Rosatom State Corporation. Putin mengklaim perusahaan milik negara ini memiliki pengalaman dan kompetensi unik dengan teknologi yang tak tertandingi.

" Siap untuk berpartisipasi dalam proyek bersama, termasuk terkait dengan penggunaan non-energi teknologi nuklir, misalnya, di bidang kedokteran dan pertanian," kata Putin dalam keterangan di situs Kepresidenan Rusia, dikutip Jumat, 1 Juli 2022.

1 dari 3 halaman

Untuk investasi di IKN baru, Putin menyampaikan ketertarikannya terutama di sektor pengembangan infrastruktur transportasi dan logistik. Perusahaan jasa pelayanan kereta penumpang dan barang, Russian Railways, bisa mengambil bagian dalam proses pemindahan ibu kota baru Indonesia ke Kalimantan Timur.

" Moskow, ibu kota Rusia, yang telah berkembang dengan sangat baik dan dengan peningkatan kualitas tinggi, juga dapat berpartisipasi dalam proyek yang benar-benar ambisius ini," ujarnya.

Putin meyakini ada peluang tambahan yang menguntungkan jika kedua negara membangun kemitraan ekonomi dan meningkatkan jumlah pertukaran komersial antara negara.

" Dalam konteks ini, kedua belah pihak menyatakan minatnya untuk meningkatkan kerja Komisi Bersama Rusia-Indonesia untuk Kerjasama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik," katanya.

2 dari 3 halaman

Beda Gaya Jokowi Saat Bertemu Presiden Ukraina dan Rusia: Santai Saat Bersama Zelensky, Berjas di Depan Putin

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan ke Ukraina dan Rusia pada 29-30 Juni 2022. Kunjungan tersebut mempunyai misi perdamaian kedua negara yang kini tengah berkonflik.

Ada perbedaan gaya pakaian saat Jokowi mengunjungi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Saat bertemu Zelensky pada Rabu, 29 Juni 2022, Jokowi terlihat lebih santai dengan balutan kemeja putih dan celana hitam. Ia juga mengenakan sepatu sneakers kesayangannya yang kerap dia gunakan selama bertugas.

Jokowi bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Istana Maryinsky© Dok.Sekretariat Presiden

Seperti sudah janjian, Zelensky pun memakai baju kemeja berwarna hijau lumut, dengan warna celana yang senada dengan atasan. Zelensky memadukan tampilannya dengan sepatu sneaker. Bagian tangan kemeja keduanya pun kompak digulung setengah.

3 dari 3 halaman

Sementara, saat berkunjung ke Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Jokowi lagi-lagi kompak dengan lawan bicaranya. Ia dan Putin sama-sama mengenakan setelan jas resmi bernada gelap.

Jokowi bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin© Dok.Sekretariat Presiden

Putin menyambut Jokowi dengan balutan jas berwarna biru dongker lengkap dengan dasi dan sepatu pantofel. Begitu juga Jokowi yang terlihat gagah menggunakan setelan jas berwarna hitam, berdasi biru dongker dan sepatu pantofel hitam.

Dalam kunjungan ke Istana Kremlin, Jokowi menyebut telah menyampaikan pesan dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ke Putin. Ia menegaskan jika pertemuan tersebut tidak memiliki kepentingan apapun. Indonesia hanya ingin melihat perang usai.

Jokowi bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin© Dok.Sekretariat Presiden

" Indonesia tidak memiliki kepentingan apa pun, kecuali ingin melihat perang dapat selesai, dan rantai pasok pangan, pupuk, dan energi bisa segera diperbaiki, karena menyangkut dengan kehidupan ratusan juta orang bahkan miliaran orang manusia," kata Jokowi.

Beri Komentar