Indeks Syariah Kompak Menguat, Aksi Beli Asing Sudah Kembali

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 15 Maret 2019 16:55
Indeks Syariah Kompak Menguat, Aksi Beli Asing Sudah Kembali
Sektor keuangan dan industri dilirk oleh investor.

Dream - Indeks syariah menyambut ceria libur akhir pekan ini. Setelah pulihnya saham-saham sektor industri, pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin percaya diri kembali melantai setelah melihat aksi beli pemodal asing. 

Sentimen positif ini mampu menahan angin negatif dari laju kurs rupiah yang terpukul penguatan dollar AS. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jumat 15 Maret 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) bergerak menguat 1,004 poin (0,53%) ke level 191,327. ISSI sempat bergerak fluktuatif di awal sesi perdagangan setelah dibuka melemah di level 190,091.

Laju ISSI di dua zona ini hanya berlangsung sekitar 30 menit usai perdangagan saham dibuka. ISSI selanjutnya bergerak nyaman di zona positif hingga sesi penutupan perdagangan. Posisi tertiinggi ISSI dicetak di level 191,947.

Kondisi yang sama terjadai indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang sempat mengalami tekanan di awal sesi perdagangan. Indeks  30 emiten unggulan syariah ini sukses menutup perdagangan dengan menanjak 4,374 poin (0,62%) ke level 704,419.

Indeks JII70 juga merangkak naik 1,457 poin (0,62%) ke level 235,679.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bisa mempertahankan laju positifnya setelah pemodal asing melakukan aksi beli saham. Nett buy asing senilai Rp433 miliar membuat IHSG  naik 47,917 poin (0,75%) ke level 6.461,183.

1 dari 1 halaman

Keuangan dan Industri Dasar Jadi Favorit

Sektor industri masih menjadi primadona perdagangan saham jelang libur akhir pekan ini. Menguat 2,35 persen, indeks sektor industri dasar menjadi yang tertinggi di antara sektor lain. Disusul sektor favorit pemodal asing, keuangan yang naik 1,29 persen.

Kondisi sebaliknya terjadi pada sektor industri aneka yang kemarin bergerak menguat. Indeks ini terkoreksi 0,59 persen, diikuti dua indeks sektor komoditas yaitu pertambangan yang melemah 0,23 persen dan pertanian 0,19 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah GMTD yang harga sahamnya menanjak Rp1.350, disusul MAPA Rp300, TCPI Rp260, EMTK Rp250, dan JSMR Rp250.

Sebaliknya, harga saham SONA terkoreksi Rp400, UNTR Rp175, ICBP Rp100, INDR Rp100, dan MDKA Rp90.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah untuk sementara mengalami tekanan. Pada perdagangan pukul 16.11 WIB, rupiah melemah 128 poin (0,89%) ke level Rp14.358 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar