Biar Dibeli Negeri Arab, Boeing Kaji Pembiayaan Syariah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 29 Januari 2019 17:15
Biar Dibeli Negeri Arab, Boeing Kaji Pembiayaan Syariah
Boeing ingin bekerja sama dengan institusi keuangan syariah di Afrika dan Timur Tengah.

Dream – Boeing, raksasa perusahaan pembuat pesawat asal Amerika Serikat melirik sistem keuangan syariah untuk menggaet konsumennya di Timur Tengah dan Afrika. Boeing ingin mendiversifikasi sumber pembiayaan sekaligus mempermudah konsumennya di negara-negara mayoritas muslim.

Dikutip dari The National, Selasa 29 Januari 2019, anak usaha Boeing, Boeing Capital, bisa bermitra dengan bank atau lembaga keuangan di kawasan itu. Dari kerja sama itu diharapkan bisa tercipta produk pembiayaan pesawat yang sesuai dengan syariah.

“ Ini akan menjadi konten Islami dan mendukung pembiayaan syariah. Ini menjadi tahap yang sangat awal,” kata Managing Director for The Middle East, Africa, and South Asia for Boeing Capital Corporation (BCC), Vasgen Edwards.

Langkah Boeing ini telah lebih dahulu dilakukan Airbus yang mendirikan Alif Fund pada 2014. Alif Fund merupakan pembiayaan syariah untuk pesawat. Perusahaan itu dikelola oleh International Airfinance Corporation (IAFC) di Dubai.

Edwards mengatakan basis kerja sama keuangan syariah dengan Boeing bisa berada di Uni Emirat Arab atau Arab Saudi. Dia optimistis kerja sama ini bisa menarik lebih banyak konsumen di Afrika dan Timur Tengah.

“ Pembiayana syariah di wilayah ini penting. Makanya, kami harus bekerja untuk melihat apa yang diinginkan kawasan itu,” kata dia.

1 dari 1 halaman

Bisa Seimbangkan Kas

Boeing mengharapkan pembiayaan pesawat bisa tumbuh stabil dan beragam pada tahun ini. Produsen pesawat asal Paman Sam ini memperkirakan pembiayaan pengiriman pesawat baru mencapai US$143 miliar (Rp2.015,15 triliun) tahun ini. Angkanya naik dari tahun 2018 yang sebesar US$126 miliar (Rp1.775,58 triliun). Tahun 2023, disebut ada potensi pembiayaan pesawat baru naik jadi US$181 miliar (Rp2.550,64 triliun).

Boeing berharap kerja sama itu bisa menyeimbangkan kondisi kas perusahaan. Ketika ditanya tentang kapan produk itu meluncur, Edwards enggan berkomentar.

“ Kalau ada minat untuk pembiayaan syariah, kami pasti akan tertarik untuk memberikan sesuatu kepada pelanggan kami,” kata dia. 

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone