Bisnis Logistik, Ladang Penghasilan di Masa Pandemi

Reporter :
Selasa, 29 September 2020 08:31
Bisnis Logistik, Ladang Penghasilan di Masa Pandemi
Untungnya bisa lebih dari dua kali lipat.

Dream - Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap berbagai sektor industri, namun sektor logistik jadi salah satu industri yang mampu bertahan bahkan tumbuh secara signifikan.

Pertumbuhan pada sektor logistik disebabkan adanya dukungan dari perubahan perilaku masyarakat untuk berbelanja melalui online atau e-commerce dan memanfaatkan jasa pengiriman paket sebagai solusi.

Menurut data RedSeer, pengguna layanan e-commerce selama pandemi ini melonjak tinggi sebesar 69%. Dampaknya, berbagai penyedia jasa logistik di Indonesia turut mencatat kenaikan volume pengiriman barang.

Lion Parcel, salah satu pemain logistik di Indonesia mencatat kenaikan volume pengiriman selama pandemi, volume pengiriman Lion Parcel pada April-September 2020 meningkat sekitar 30% dibanding periode tahun sebelumnya.

1 dari 5 halaman

Naik 2x lipat

Lion Parcel© Lion Parcel

Lonjakan permintaan jasa pengiriman lantas menjadi salah satu peluang bisnis yang menjanjikan bagi masyarakat ditengah kondisi saat ini. 

Tercatat, jumlah agen atau mitra P.O.S (Point of Sales) yang bergabung dengan jaringan Lion Parcel meningkat hingga dua kali lipat di masa pandemi.

“ Volume pengiriman barang Lion Parcel yang terus meningkat bukan hanya berdampak bagi perusahaan namun juga memberikan ladang penghasilan baru bagi masyarakat di tengah pandemi. Selama masa pandemi tercatat lebih dari 800 mitra bergabung ke jaringan Lion Parcel setiap bulannya," ujar Cipto Laksono, Senior Manager NPOS Lion Parcel di Jakarta pada Rabu, 23 September 2020 kemarin.

" Angka ini naik sebesar 100% dibanding kondisi normal sebelum pandemi, dengan rata-rata sebanyak 400 mitra yang bergabung setiap bulannya. Antusiasme masyarakat untuk bergabung menjadi mitra Lion Parcel ini menjadi sinyal positif bahwa sektor logistik memiliki peluang yang menjanjikan di tengah pandemi ini,” tambah Cipto.

 

2 dari 5 halaman

Banyak keuntungan

Lion Parcel© Lion Parcel

Saat ini, Lion Parcel memiliki lebih dari 3.500 mitra aktif yang tersebar di seluruh Indonesia

Guna memaksimalkan peluang bisnis dari mitra P.O.S bagi masyarakat, Lion Parcel berkomitmen untuk memfasilitasi seluruh mitra P.O.S yang baru bergabung dengan fasilitas berupa franchise fee gratis, komisi penjualan yang menarik, proses administrasi yang cepat, pendampingan selama 1 tahun, serta sistem web yang terintegrasi.

Selain performa bisnis logistik yang terus bertumbuh di tengah kondisi saat ini, meningkatnya kemitraan di Lion Parcel juga turut membuka lapangan pekerjaan baru bagi para calon mitra maupun orang-orang yang bekerja di P.O.S mitra tersebut.

(Laporan: Shania Suha Marwan)

3 dari 5 halaman

Ninja Xpress Bantu UKM di Masa Pandemi

Dream - Ninja Xpress baru saja meluncurkan program pelatihan untuk Usaha Kecil dan menengah (UKM) agar bisa tetap bertahan di tengah pandemi.

Program bernama Aksilerasi ini ditujukan untuk mempercepat kapasitas dan kapabilitas UKM untuk tetap bisa bersaing di era ekonomi digital.

Program ini merupakan program pelatihan UKM kedua yang dilakukan Ninja Xpress. Sebelumnya, mereka telah mengadakan program Ninja Academy yang diselenggarakan pada tahun lalu.

" Yang membedakan Ninja Academy dan Aksilerasi ini sangat fokus pada kualitas hasil binaan dibanding kuantitas. Di Aksilerasi ini kita bagi UKM-UKM itu sesuai klaster mereka, stage bisnis mereka," ujar Country Head Ninja Xpress, Ignatius Eric Saputra, dalam konferensi pers virtual, Kamis 24 September 2020.

4 dari 5 halaman

Dibagi beberapa klaster

" Program Ninja Academy dulunya diikuti 2.000 peserta UKM. Sedangkan untuk program Aksilerasi diikuti oleh 20 peserta dengan 10 mentor yang akan memberikan materi pembelajaran dari berbagai bidang," sambung Eric.

CMO Ninja Xpress, Andi Djoewarsa, mengatakan peserta Aksilerasi akan dibagi menjadi tiga klaster. Klaster-klaster ini dibagi sesuai dengan omzet, followers di media sosial, dan kebutuhan manajemen masing-masing UKM.

Program pelatihan yang diberikan di tiap klaster juga berbeda sesuai dengan kebutuhannya.

Misalnya untuk klaster C yang memiliki omset di bawah Rp500 juta dan followers media sosial di bawah 5.000 akan mendapatkan pelatihan literasi keuangan, digital marketing, dan workshop inovasi dan kreativitas untuk meningkatkan keuntungan.

5 dari 5 halaman

Melatih pengembangan diri


Ilustrasi© Shutterstock

Peserta program akselerasi akan mendapatkan pelatihan dari 10 mentor dari berbagai bidang.

Pelatihan ini tidak hanya soal cara mengembangkan bisnis tapi juga akan ada program pengembangan diri untuk pemilik bisnis.

Program ini akan dilakukan secara online dengan durasi empat bulan. Setelah program Aksilerasi selesai, Ninja Xpress tetap akan memonitor dan mendampingi para pesertanya.

" Setelah program ini kita akan melihat dan memonitor hasilnya seperti apa. Tidak hanya itu kita akan terus menyediakan wadah bagi lulusan-lulusan pertama ini untuk tetap bisa berkonsultasi dan berkomunikasi dengan mentor-mentor kami," tutup Andi.

Laporan: Savina Mariska

Beri Komentar