Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam, Bambang Brodjonegoro
Dream - Pengembangan sistem ekonomi Islam di Indonesia tidak bisa ditangguhkan lagi. Sistem ekonomi yang berdasar pada hukum Islam ini dinilai telah menunjukkan kekuatannya dalam beberapa dekade terakhir.
" Prinsip keuangan dalam Islam sangat mendorong terciptanya keadilan dalam masyarakat serta mampu menciptakan stabilitas ekonomi nasional secara berkelanjutan," ujar Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Bambang Brodjonegoro, dalam sambutan pembukaan Muktamar III IAEI, di Jakarta, Kamis, 30 April 2015.
Bambang menjelaskan, munculnya ekonomi syariah sebagai kekuatan baru tak lepas dari sejumlah peristiwa besar di dunia. Hal ini ditandai embargo minyak oleh negara Timur Tengah ke Amerika Serikat sebagai balasan serangan negeri Paman Sam tersebut dalam Perang Yom Kippur pada 1970-an.
Ekonomi syariah semakin berkembang ketika negara-negara Islam mulai dimusuhi dunia internasional. Aksi penyerangan ke menara World Trade Center, New York pada 11 September 2011 menjadi pemicunya.
Terakhir, ekonomi syariah makin dipercaya setelah prinsip kerja mampu bertahan saat krisis ekonomi global menghantam dunia pada 2008.
Menurut Bambang, Indonesia sebagai negara pemeluk muslim terbanyak di dunia, berpotensi meraih kemakmuran jika menerapkan sistem ekonomi syariah.
Dukungan pemerintah dalam pengembangan sistem ekonomi syariah setidaknya sudah dimulai sejak 1991. Kala itu, pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) memprakarsai berdirinya Bank Muamalat sebagai bank syariah pertama di Tanah Air.
Pada tahun 2000, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengeluarkan Jakarta Islamic Index yang menghitung indeks rata-rata saham syariah. Di bidang regulasi, pemerintah pun sudah menebitkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.
" Pertumbuhan ekonomi Indonesia khususnya di bidang keuangan syariah baik bank maupun non bank serta lembaga pendidikan nasional yang membuka program studi ekonomi dan keuangan Islam tumbuh pesat selama tujuh tahun terakhir," kata Bambang.
Meski tumbuh pesat, diakuinya, sistem ekonomi syariah belum optimal mendukung laju pertumbuhan ekonomi nasional. Mantan putra Mendiknas Sumantri Brodjonegoro itu pun mengusulkan agar Indonesia membangun aliansi yang bisa menghasilkan ide dan gagasan konstruktif dalam rangka membangun ekonomi Islam Indonesia.
(Laporan: Kurnia Yunita)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya