BNI Syariah Cetak Untung Kuartal III Rp 103 Miliar

Reporter : Ramdania
Senin, 27 Oktober 2014 14:14
BNI Syariah Cetak Untung Kuartal III Rp 103 Miliar
"Kami masih harus mengejar sekitar Rp 27 miliar dan diharapkan berhasil dicapai hingga akhir tahun,"

Dream - PT BNI Syariah mengumumkan, hingga akhir September 2014 perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 103,93 miliar atau nai 19,93 persen dibandingkan periode yang sama di 2013.

" Pada triwulan ketiga, beberapa indikator berjalan sesuai rencana. Profitabilitas tercapai sebesar Rp 103,93 miliar atau naik sebesar 19,93 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 86,66 miliar," ujar Direktur Utama BNI Syariah, Dinno Indiano dalam jumpa pers di Jakarta, Senin, 27 Oktober 2014.

Dinno menjelaskan pencapaian laba bersih tersebut masih berada di bawah Rencana Bisnis Bank (RBB) 2014 yang diproyeksikan mencapai Rp 130 miliar.

" Kami masih harus mengejar sekitar Rp 27 miliar dan diharapkan berhasil dicapai hingga akhir tahun," tegasnya.

Dinno menambahkan sampai akhir Setember 2014, total aset BNI Syariah mencapai Rp 18,48 triliun atau mengalami pertumbuhan 31,48 persen. Menurutnya, pertumbuhan aset didorong oleh pertumbuhan pembiayaan sebesar 33,3 persen dan pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 36,24 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Dinno mengatakan dari total pembiayaan sebesar Rp 14,08 triliun merupakan pembiayaan konsumtif cabang sebesar 52,68 persen, pembiayaan produktif cabang 22,26 persen, pembiayaan mikro 7,27 persen dan pembiayaan kartu Hasanah Card 2,87 persen.

" Untuk pembiayaan konsumtif cabang tersebut, sebagian besar merupakan pembiayaan Griya iB Hasanah sebesar 83,18 persen. Kami masih kurang Rp 500 miliar lagi untuk mengejar target pembiayaan sesuai RBB 2014," katanya.

Dinno mengungkapkan, pertumbuhan DPK sebesar Rp 3,97 triliun lebih besar dipengaruhi oleh masuknya dana haji hingga akhir September 2014 yang mencapai Rp 2,8 triliun. Pada RBB 2014, BNI Syariah menargetkan DPK Rp16,8 triliun, sedangkan hingga akhir September tahun ini sebesar Rp 14,9 triliun.

" Pertumbuhan giro sebesar 28,25 persen, tabungan 18,42 persen dan deposito 54,75 persen. Rasio tabungan dan giro (CASA) sebesar 48,06 persen," ujarnya.

Dinno mengungkapkan hingga akhir September 2014 pembiayaan bermasalah (NPF) mengalami penurunan menjadi 1,99 persen atau lebih rendah dari periode yang sama di 2013 sebesar 2,06 persen. (Ism)

Beri Komentar