BPKH Siapkan Rp2 Triliun Untuk Nilai Manfaat Dana Haji

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 8 Juli 2020 19:20
BPKH Siapkan Rp2 Triliun Untuk Nilai Manfaat Dana Haji
Dana tersebut akan diterima calon jemaah batal berangkat 2020 dan calon jemaah tunggu 2021.

Dream - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bakal menyiapkan dana sebesar Rp2 triliun yang akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan ibadah haji pada tahun-tahun berikutnya. Alokasi dana tersebut sudah mendapat persetujuan dari Komisi VIII DPR-RI.

Dana tersebut nantinya digunakan sebagai nilai manfaat dana haji 2020, termasuk akumulasi nilai manfaat dan efisiensi biaya Operasional BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) yang diharapkan bisa mendukung pelaksanaan ibadah haji tahun-tahun berikutnya.

Tak hanya itu, DPR juga menyetujui penambahan alokasi pembagian rekening virtual account dari nilai manfaat tahun berjalan kepada jemaah batal 2020 dan jemaah tunggu. Semula dana tersebut dialokasikan sebesar Rp1,1 triliun atau 14 persen menjadi Rp2 triliun atau 28 persen.

Persetujuan diberikan DPR setelah mempertimbangan kinerja keuangan BPKH 2019. Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) nilai manfaat atau Imbal hasil dari dana kelolaan 2019 naik sebesar 29 persen menjadi Rp7,3 triliun dibandingkan 2018 sebesar Rp5,70 triliun.

Sesuai amanah pada Pasal 26 Undang-undang Nomor 34 Tahun 2014, BPKH wajib membayar nilai manfaat setoran BPIH atau BPIH khusus ke rekening setiap jemaah haji melalui rekening virtual account. Besarannya ditetapkan berdasarkan persentase dari nilai manfaat keuangan haji tahun berjalan.

1 dari 1 halaman

Nilai manfaat dana setoran haji akan diberikan kepada calon jemaah batal berangkat 2020 dan calon jemaah tunggu melalui virtual account yang didapatkan saat calon jemaah membayarkan dana setoran awal.

Besaran dana simpanan terdiri dari setoran awal ditambah hasil pengelolaan, bisa diakses melalui website va.bpkh.go.id. calon jemaah haji cukup memasukkan nomor porsi dan tanggal lahir di kolom yang tersedia.

Dana setoran awal maupun hasil pengelolaan yang muncul dalam VA itu tidak bisa diambil. Kecuali calon jemaah bersangkutan membatalkan pendaftaran hajinya.

BPKH memberikan pelayanan keuangan kepada jemaah batal berangkat sesuai dengan ketentuan dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 Tahun 2020 tanggal 2 Juni 2020. SK tersebut memuat ketentuan nilai manfaat hasil pengelolaan setoran pelunasan Bipih jemaah batal paling lambat diterima 30 hari kerja sebelum Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M.

© Dream
Beri Komentar