Profil Budi Gunadi Sadikin, Menkes Baru Jokowi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 22 Desember 2020 17:52
Profil Budi Gunadi Sadikin, Menkes Baru Jokowi
Budi menggantikan Terawan Agus Putranto sebagai pimpinan Kementerian Kesehatan.

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat Budi Gunadi Sadikin (BGS) sebagai Menteri Kesehatan. Kabar ini mengejutkan karena latar belakang Budi yang bukan berasal dari kesehatan, melalui perbankan.

“ Sekarang kami berikan tanggung jawab untuk memimpin Kementerian Kesehatan,” kata Jokowi dalam konferensi pers virtual di akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa 22 Desember 2020.

Sebelum diangkat menjadi menteri, Budi merupakan Wakil Menteri BUMN. Bersama Kartiko Wirjoatmodjo, dia membantu Menteri BUMN Erick Thohir memimpin Kementerian BUMN.

Budi merupakan lulusan sarjana di bidang fisika nuklir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1988. Budi juga mengantongi sertifikasi Chartered Financial Consultant (ChFC) dan Chartered Life Underwriter (CLU) dari Singapore Insurance Institute pada tahun 2004.

ChFC adalah sebutan profesional yang telah menyelesaikan kursus komprehensif mengenai pendidikan keuangan, sedangkan CLU adalah sebutan bagi seseorang yang memiliki speliasasi dalam asuransi jiwa dan perencanaan harta benda.

1 dari 3 halaman

Awali Karier Perbankan di Sini

Budi mengawali kariernya di sektor keuangan di Bank Bali. Kala itu, pria kelahiran 1964 itu melanjutkan karier di ABN Amro Bank Indonesia dengan jabatan terakhir Direktur Consumer dan Commercial Banking.

Setelah di Bank Bali dan ABN Amro Bank Indonesia, dia bergabung dengan Bank Danamon sebagai Executive Vice President Consumer Banking dan direktur di Adira Quantum Multi Finance.

Pada 2006, dia bergabung dengan PT Bank Mandiri Tbk dan menduduki posisi direktur micro and retail banking. Pada 2013-2106, kariernya menanjak sebagai direktur utama Bank Mandiri.

Kariernya di bidang perbankan ini menarik perhatian Menteri BUMN, Rini Soemarno. Rini menunjuk Budi sebagai staf khusus di kementeriannya. Kemudian, Budi menjadi direktur utama PT Inalum.

2 dari 3 halaman

Rombak Kabinet, Jokowi Angkat 6 Menteri Baru

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) merombak jajaran kabinetnya. Dia mengangkat enam menteri baru untuk membantunya di Kabinet Indonesia Maju.

Rencananya, pelantikan keenam menteri ini akan dilakukan pada besok, Rabu 23 Desember 2020.

“ Pelantikannya akan dilaksanakan besok pagi,” kata Jokowi dalam live streaming Youtube Sekretariat Presiden, Selasa 22 Desember 2020.

Pertama, Tri Rismaharini diangkat sebagai Menteri Sosial untuk menggantikan Juliari Batubara. Sebelumnya, Risma adalah Wali Kota Surabaya.

“ Saat ini Bu Tri Rismaharini akan kita berikan tanggung jawab sebagai Menteri Sosial,” kata Jokowi.

 

© Dream

 

Kedua, Sandiaga S. Uno diangkat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dia diangkat untuk menggantikan Wishnutama sebagai pimpinan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“ Beliau (sebelumnya) adalah mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta dan mantan ketua BPP HIPMI,” kata eks wali kota Solo itu.

Ketiga, Budi Gunadi Sadikin yang menggantikan posisi Terawan Agus Putranto sebagai Menteri Kesehatan. Budi Gunadi ini merupakan mantan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium dan PT Bank Mandiri Tbk. Dia juga merupakan Wakil Menteri BUMN saat ini.

3 dari 3 halaman

Sosok Ini Kembali Jadi Menteri

Keempat, Yaqut Cholil Kaumas diangkat sebagai Menteri Agama. Ketua GP Anshor ini akan menggantikan Fachrul Razi sebagai Menteri Agama.

“ Kelima, Sakti Wahyu Trenggono. Beliau ini memegang wakil menteri pertahanan. (Beliau) akan kami berikan tanggung jawab menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan,” kata dia.

Yang keenam, Muhammad Luthfi. Dia kembali lagi menjadi pemimpin di Kementerian Perdagangan. Sekadar informasi, dia pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan pada era pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“ Beliau pernah jadi Kepala BPKM, Menteri Perdagangan, Dubes Indonesia untuk Jepang, dan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat. Sekarang kami akan berikan tugas memimpin Kementerian Perdagangan,” kata dia.

Beri Komentar