Dream - Bursa saham syariah kembali dibuka melemah di perdagangan awal pekan. Rontoknya saham-saham di sektor industri aneka menakan laju indeks saham.
Pemodal asing belum mengubah haluannya dengan tetap melakukan aksi jual.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 28 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 0,543 poin ke level 134,061.
Indeks saham bluechips syariah juga tak lepas dari tekanan aksi jual investor. Jakarta Islamic Index (JII) dibuka melemah 3,146 poin ke level 554.081.
Kedua indeks acuan saham syariah ini belum mampu bergerak menguat hingga 17 menit perdagangan. ISSI justru makin melemah 1,835 poin (1,36%) ke level 132,769.
Tercatat sudah 94 emiten syariah yang bergerak ke zona merah. Hanya 34 emiten ISSI yang sudah mulai diburu investor.
Transaksi perdagangan saham syariah awal pekan ini sudah mencapai Rp 312 miliar dengan 3,78 miliar saham berpindahtangan.
Laju pelemahan yang hampir melanda sebagian besar indeks saham utama Asia membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak berkutik. Sentimen negatif itu mendorong IHSG turun 11,499 poin (0,40%) ke level 4.192,716 di sesi prapembukaan.
Membuka perdagangan awal pekan, IHSG kembali turun 16,173 poin (0,40%) ke level 4.192,716.
Dari pasar keuangan, rupiah mulai melawan pelemahannya. Meski dibuka melemah ke level 14.690 per dollar AS, rupiah saat ini sudah menguat 16 poin (0,11%) menjadi 14.674 per dollar AS.