Cara BNI Syariah Dukung Ekosistem Halal

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 15 Februari 2019 10:15
Cara BNI Syariah Dukung Ekosistem Halal
Begini salah satunya.

Dream – Sejak tahun 2018, PT BNI Syariah mulai menyasar ekosistem halal. Bank syariah ini memberikan sejumlah fitur pendukung, misalnya mempermudah masyarakat berzakat melalui aplikasi mobile banking.

“ BNI Syariah berusaha menjembatani stake holder terkait halal ekosistem. Misalnya mau berzakat tapi sedang di pantai, caranya bisa pakai mobile banking,” kata Senior Executive Vice President (SEVP) Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi, di Jakarta, ditulis Jumat 15 Februari 2019.

Iwan mengatakan, kini 93 persen nasabahnya bertransaksi perbankan dengan aplikasi mobile banking. Inilah yang membuat transaksi melalui mobile banking tumbuh 280 persen.

Selain itu, anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) ini juga mempermudah masyarakat untuk berwakaf. BNI Syariah menyediakan fitur wakaf hasanah untuk masyarakat yang ingin “ investasi akhirat”.

Dia mengatakan pertumbuhan wakaf hasanah sebesar 125 persen. “ Mau umroh, pakai Hasanah Personal. Pertumbuhan (transaksinya) 200 persen. Ke depan, Insyaallah BNI Syariah akan lebih tumbuh 2019. Ini akan men-challenge lagi beberapa produk,” kata dia.

1 dari 2 halaman

Laba Bersih BNI Syariah 2018 Meroket 35,67%

Dream – PT BNI Syariah membukukan laba bersih senilai Rp416,08 miliar sepanjang 2018. Keuntungan yang diperoleh anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk tersebut melonjak 35,67 persen dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp306,68 miliar.

“ Kenaikan laba ini disokong oleh ekspansi pembiayaan, peningkatan fee based income, dan rasio dana murah,” kata Direktur BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 14 Februari 2019.

Firman mengatakan aset BNI Syariah naik 17,88 persen menjadi Rp41,05 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI Syariah naik 20,82 persen menjadi Rp35,5 triliun. Jumlah nasabahnya lebih dari tiga juta orang.

“ Komposisi dana murah ini didominasi oleh dana murah, yaitu giro dan tabungan,” kata dia.

Firman melaporkan bisnis pembiayaan perusahaan tumbuh 19,93 persen menjadi Rp28,3 triliun pada 2018. Komponen pembiayaan tahun ini disumbang oleh segmen consumer sebesar Rp13,92 triliun, komersial Rp7 triliun, kecil dan menengah Rp5,97 triliun, mikro Rp1,08 triliun, serta kartu pembiayaan Hasanah Card Rp332,69 miliar.

Dia juga mengatakan angka rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) dijaga di bawah 3 persen, yaitu 2,93 persen.

2 dari 2 halaman

BNI Syariah Bidik Laba Bersih Rp580 Miliar Tahun Ini

Dream – PT BNI Syariah membukukan laba bersih Rp416,08 miliar pada 2018. Untuk tahun ini, bank syariah itu membidik laba Rp580 miliar.

Menurut Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, bank yang dipimpinnya juga akan menekan rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) hingga 2,73 tahun ini. Angkanya lebih kecil daripada 2018 yang sebesar 2,93.

“ Tahun ini harapan kami menjadi orang beruntung jadi NPF kami tekan 2,73 persen. Challenge kami harus bisa di bawah 2,73 persen,” tambah Direktur Bisnis dan Komersil, Dhias Widhiyati, di Jakarta, Kamis 14 Februari 2019.

Caranya, kata Dhias, bank syariah ini meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Selain itu, pihaknya juga selektif dalam menyalurkan pembiayaan.

“ Kami perbaiki SDSM, meningkatkan kualitas pembiayaannya, dan selektif dalam memilih di sektor industri,” kata dia.

Angka NPF 2018, kata Dhias, meningkat jadi 2,93. Hal ini disebabkan oleh beberapa segmen industri yang sedang turun.

Meski demikian, prosentase itu masih dinilai aman karena belum melebih tiga persen. BNI Syariah menargetkan NPF pada 2019 ini turun menjadi 2,73 persen.

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie