Cerita Anak Buah yang Gagal Pasang Badan Buat Sang Dirut Garuda

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 6 Desember 2019 13:24
Cerita Anak Buah yang Gagal Pasang Badan Buat Sang Dirut Garuda
Apa siasat anak buah sang dirut terhadpa motor mahal milik bosnya itu?

Dream - Seorang pegawai PT Garuda Indonesia Tbk berinisial SAS dilaporkan berusaha pasang badan dalam kasus penyelundupan Harley Davidson yang dibawa menggunakan armada baru maskapai pelat merah ini. SAS awalnya mengaku jika motor mahal tersebut adalah pesanannya.

Seperti diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan jika pemilik asli motor Harley tersebut adalah AA. Inisial ini santer dikaitkan dengan nama Ari Ashkara, direktur utama dari maskapai tersebut.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, AA yang merupakan anak buah Dirut Garuda Indonesia mengaku memesan onderdil Harley Davidson tersebut melalui account eBay.

" Jadi katanya sudah lama melakukan pembelian account eBay," ujar Sri Mulyani.

Dari pengakuan tersebut, petugas Kemenkeu berusaha meminta klarifikasi termasuk meminta nomor kontak dari penjual onderdil motor mahal tersebut

Ternyata kejanggalan tak hanya pada pengakuan SAS. Kemenkeu juga menelusuri keuangan pegawai itu dan menemukan adanya utang senilai Rp30 juta di rekening SAS. Uang tersebut dipakai ntuk merenovasi rumah.

" Kita sudah lihat transfer uang dari SAS ke rek istri sebanyak 3 kali senilai Rp 50 juta," katanya.

Diungkapkan Menkeu, petugas juga menemukan fakta jika SAS tidak memiliki hobi sepeda motor gede jenis Harley Davidson. Selama ini, SAS lebih banyak bermain dengan sepeda.

" Kita ketahui dia tidak punya hobi itu tapi impor Harley. Jadi mungkin dari sepeda ke sepeda motor," papar Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menegaskan jika dari hasil penelusuran SAS terbukti secara sah dan benar melakukan pemalsuan keterangan, pegawai Garuda tersebut akan dikenakan konsekuensi hukuman pidana.

" SAS mencoba pasang badan mereka yang beri keterangan tidak benar untuk pemenuhan kewajiban kepabeanan tentu memiliki konsekuensinya," jelas dia.

Ke depan, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, akan terus meningkatkan pengawasan terhadap barang-barang yang masuk ke Indonesia. Menurutnya, hal tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh Kemenkeu tetapi juga seluruh pemangku kebijakan

1 dari 4 halaman

Siasat Sang Dirut Beli dan Angkut Moge Harley Pakai Pesawat Baru Garuda

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengungkapkan motor Harley Davidson Shovelhead yang diangkut pesawat Garuda GA 9721 diduga milik salah satu pegawainya berinisial AA. Hal itu diketahui dari hasil penelusuran yang dilakukan komite audit. 

" Komite audit disebutkan mempunyai kesaksian tambahan siang ini bahwa motor HD diduga milik saudara AA," ujar Erick di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019.

Dari hasil penelusuran tersebut, Erick selaku kuasa pemegang saham pemerintah di Garuda Indonesia memutuskan untuk memecat Direktur Utama Garuda, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Inisial AA yang disebutkan menteri BUMN sama dengan sapaan Ari Ashkara yang merupakan nama pendek dari Dirut Garuda tersebut.

Menurut Erick, diangkutnya motor Harley menggunakan pesawat yang baru didatangkan Garuda ini berasal saat AA memberikan instruksi ke anak buahnya untuk mencari Harley Davidson Shovelhead tahun 1970.

Keinginan tersebut akhirnya terwujud saat motor yang dicarinya akhir ditemukan. Proses pembelian motor klasik itu terjadi pada April 2019.

Dalam menjalankan transaksinya, uang pembelian motor oleh AA itu ditransfer melalui rekening pribadi SAS yang menjabat Senior Finance Manager Garuda.

" Proses transfer dari Jakarta dilakukan ke rekening pribadi Finance Manager Garuda di Amsterdam," kata dia.

Setelah dana diterima, AA meminta bantuan seseorang berinisial IJ untuk proses pengiriman Harley Davidson Shovelhead tersebut.

”Saudara IJ membantu mengurus proses pengiriman dan lain-lain, tapi akhirnya seperti ini," kata dia.

2 dari 4 halaman

Dipecat Menteri BUMN

Dream - Menteri BUMN, Erick Thohir, memecat Direktur Utama PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero), I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau yang biasa disapa Ari Askhara. Pemecatan ini berkaitan dengan kasus dugaan penyelundupan sepeda motor Harley Davidson tipe Shovelhead.

“ Dengan itu saya sebagai Kementerian BUMN tentu akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda Indonesia,” kata Erick di Jakarta, Kamis 5 November 2019.

Pemecatan akan dilakukan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia. Untuk menjalankan operasional perusahaan, Kementerian BUMN akan segera menunjuk pelaksana tugas dirut.

“ Kami akan terus melihat lagi oknum-oknum yang akan tersangkut di dalam kasus ini,” kata dia.

3 dari 4 halaman

Hasil Pemeriksaan Komite Audit

Pemecatan dijatuhkan pada Ari Ashkara dilakukan karena diduga motor Harley Davidson itu milik Ari Ashkara. Erick mengatakan, dugaan itu didapat dari hasil pemeriksaan komite audit.

" Bahwa dari komite audit di sini disebutkan mempunyai kesaksian tambahan siang ini bahwa motor Harley Davidson diduga adalah milik saudara AA," kata dia. 

Menurutnya, pembelian Harley Davidson Shovelhead itu dilakukan pada April 2019 dibantu oleh IJ.

" Sementara proses transfer dari Jakarta dilakukan ke rekening pribadi finance Manager Garuda di Amsterdam," ujar dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com)

4 dari 4 halaman

Sudah Didesak Segera Mundur

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, meminta pejabat PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero) yang terlibat kasus bagasi sparepart Harley Davidson dan sepeda mahal Brompton ilegl untuk mundur. Bahkan Erick mendesak agar pegawai itu mundur hari ini.

“ Sesegera mungkin. Kalau bisa hari ini, ya, hari ini,” kata Erick di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 5 Desember 2019.

Menurut Erick, kementeriannya memang menjunjung azas praduga tak bersalah dalam kasus barang mahal tersebut. Selain itu, pihaknya juga menunggu hasil keputusan dari aparat Ditjen Bea Cukai terkait penemuan barang-barang tersebut.

Namun, lanjut Erick, beberapa bukti yang dilihatnya menunjukan persoalan yang serius dalam kasus tersebut.

“ Tapi kalau kita lihat sekarang, bukti-buktinya luar biasa. Kita tunggu keputusan Bea Cukai. mungkin tidak begitu lama, karena mereka bekerja dengan baik. Apalagi Ibu Sri Mulyani memantau langsung, kita tunggu saja hasilnya,” kata Erick.

Dia menambahkan oknum pejabat tersebut harus berjiwa samurai dan tak boleh mengorbankan orang lain saat merasa dirinya bersalah.

" Kita harus berjiwa samurai, mesti berani. Seorang pemimpin itu harus mempunyai posisi yang jelas. Tidak bisa, mohon maaf, kalau salah justru mengobarkan orang lain. Kalau salah, ya ngaku salah. itu menjadi bagian dari leadership," kata Erick.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra)

Beri Komentar
Bikin Geleng-geleng Kepala, 3 Mobil Ini Sukses Terjang Banjir